*Anak perusahaan  BUMN dikatakan oleh para hakim bukan anak BUMN,  jadi
anak diluar nikah? Itulah logika hukum  dan para hakim rezim neo-Mojopahit.
hehehehehehe*

On Fri, Jun 28, 2019 at 4:46 PM Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
> Anak manusia ya manusia, anak kera ya kera, eh... anak BUMN ternyata bukan
> BUMN.
>
> Sengketa pilpres melawan petahana presiden memang suatu hil yang mustahal,
> setidaknya mengingat siapa yang mengusulkan/menunjuk para hakim MK itu.
> 3 anggota dinominasikan oleh presiden, 3 anggota dinominasikan oleh DPR
> (baca koalisi presiden), 3 anggota dinominasikan Mahkamah Agung (yang juga
> dilantik presiden)
>
>
> ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :
>
> Sidang esemka.
>
> --- jonathangoeij@... wrote:
>
> bancakan
>
> --- lusi_d@... wrote :
>
> Anomali pengakuan MK ttg perusahaan negara: de jure Anak BUMN, de facto
> Konglomerasi kapital-finans feodal.
>
> Am Thu, 27 Jun 2019 21:43:52 +0000 (UTC)
> schrieb Jonathan Goeij :
> >
> > Sebenarnya saja MK sudah bisa mempertahankan Ma'ruf Amin jadi wapres
> > dgn keputusannya Dewan Pengawas Syariah bukan pegawai karena
> > posisinya disana ditugaskan/mewakili Dewan Syariah, tetapi
> > kelihatannya melangkah sedemikian jauh dengan mengatakan "anak
> > perusahaan BUMN dibilang bukan BUMN" jadinya milik siapa? genderuwo
> > mungkin.
> >
> >
> > On Thursday, June 27, 2019, 01:38:07 PM PDT, Sunny ambon wrote:
> >
> > Kalau mau diputar lidah bahwa anak perusahaan BUMN dibilang bukan
> > BUMN, tentu saja bisa, karena kebenaran adalah hak pihak berkuasa.
> >
> > On Wed, Jun 19, 2019 at 1:30 AM jonathangoeij@... wrote:
> >
> > Menurutnya, dalam putusan MK no 21 Tahun 2017, putusan MK No 48 tahun
> > 2013, peraturan BUMN No 3 tahun 2013, UU keuangan negara, UU
> > perbendaharaan negara, UU antikorupsi, bisa disimpulkan bahwa anak
> > perusahaan BUMN adalah BUMN dan pejabat di anak perusahaan BUMN
> > adalah mewakili representasi dari BUMN bukan sekedar konsultan.
> >
> > ....
> >
> > BW: Pihak Termohon Gagal Berikan Penjelasan Posisi Ma'ruf Amin di BUMN
> >
> > Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto hadir pada
> > persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan
> > Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat
> > (14/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono ) Yeremia
> > Sukoyo / JAS Selasa, 18 Juni 2019 | 15:02 WIB
> >
> > Jakarta, Beritasatu.com - Ketua tim gugatan MK pasangan nomor urut 02
> > Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto menilai, pihak termohon dan
> > terkait gagal memberikan penjelasan terkait posisi Calon Wakil
> > Presiden (Cawapres) sebagai Dewan Pengawas di dua bank syariah BUMN.
> >
> > "Termohon juga telah melakukan kegagalan yang sangat fundamental. Apa
> > itu? Cawapres 01 dikatakan bukan menjadi pejabat dan anak cabang
> > perusahaannya bukan BUMN hanya merujuk pada aturan BUMN saja," kata
> > Bambang, sesaat setelah mengikuti sidang di Gedung MK Jakarta, Selasa
> > (18/6/2019).
> >
> > Menurutnya, dalam putusan MK no 21 Tahun 2017, putusan MK No 48 tahun
> > 2013, peraturan BUMN No 3 tahun 2013, UU keuangan negara, UU
> > perbendaharaan negara, UU antikorupsi, bisa disimpulkan bahwa anak
> > perusahaan BUMN adalah BUMN dan pejabat di anak perusahaan BUMN
> > adalah mewakili representasi dari BUMN bukan sekedar konsultan.
> >
> > "Ketidakmampuan menjawab ini sebenarnya berarti semakin sah dan
> > legitimate bahwa terjadi pelanggaran terhadap pasal 277 P UU no 7
> > tahun 2017," ucap pria yang akrab disapa BW ini.
> >
> > Dikatakan BW, selama persidangan pihak termohon juga telah gagal
> > membangun narasi yang bisa menjawab permohonan-permohonan yang
> > diajukan pihaknya ke MK. Atas alasan tersebut dirinya pun meyakini MK
> > akan mengabulkan seluruh permohonan yang telah diajukan.
> >
> > Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan perkara
> > perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk pemilihan presiden
> > 2019 pada Selasa (18/6). Dalam sidang kedua kali ini mengagendakan
> > pembacaan jawaban dari pihak termohon dan terkait, masing-masing KPU,
> > tim kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Bawaslu.
> >
> > Sumber: Suara Pembaruan
> >
> >
>
>
>
> 
>

Kirim email ke