Sampai sekarang masih banyak yang betah dengan adab kolonial, menjalani hidupnya sehari-hari dengan pola pikir feodal lalu membungkus fakta kriminal (perampokan) dengan dongeng seleksi alam. Walhasil, logika mereka nggak nyandak bahwa perampokan itu diawali dengan pelemahan. Membuat korban menjadi lemah melalui metode penjajahan. Pelemahan yang direkayasa.
Tentu saja logika cetek kaum culas itu kesulitan dalam mencerna apa yang dibaca Soekarno dkk tentang dunia yang baru. Tentang era di mana Masyarakat Merdeka terbebas dari penjajahan gaya baru berupa neo kolonialisme-imperialisme. Seperti kita ketahui, berbeda dari gaya lama yang menjajah secara fisik terlebih dahulu, isme predator gaya baru ini langsung merogoh sektor ekonomi. Diawali dengan menjejalkan utang sebanyak-banyaknya supaya si debitur terjerat, menjadi ketergantungan secara finansial, dan akhirnya semakin lemah secara nasional. Dengan demikian si debitur akan tampak lemah secara alamiah seolah itu takdir yang mustahil dirobah sehingga halal untuk dicaplok. Sudah pastilah rekayasa pelemahan sektor ekonomi itu disertai jurus kebanggaan kolonialis yaitu pecah-belah. Barang siapa yang penurut dan jinak pada sang perampok akan diangkat menjadi centeng dengan status resmi sebagai penguasa setempat - tentu saja melalui "pemilu"... Mahap, saya tidak sehalus RR yang bisa nylekit dengan sindiran, "Jokowi dikibuli". Heheee..... --- lusi_d@... wrote: Maaf - Koreksi, perbaikan. Untuk mempermudah pengertian dlm kalimat pd e-mail saya yang lalu ttg penempatan kata Pancasila perlu dikoreksi dengan ditempatkan setelah kata menggali dlm kalimat. Kedua kalimat sebelum dan sesudah dikoreksi saya kirim ulang. Terimakasih. Beginn der weitergeleiteten Nachricht: Datum: Sun, 30 Jun 2019 23:23:41 +0200 Von: Lusi D. Sebelum koreksi: Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika manusia belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno yang menggali dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi salah satu pilar Pancasila. Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun 1965-an. Sesudah dikoreksi: Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika manusia belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno yang menggali Pancasila dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi salah satu pilarnya. Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah membawa Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada tahun-tahun 1965-an. Beginn der weitergeleiteten Nachricht: Datum: 30 Jun 2019 17:01:32 +0000 Von: bhjo@... Survival of the fittest adalah bukan pandangan tetapi adalah fakta yg ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah biology saja. In nature, the strong survive and those best suited to survival will out-live the weak. Those with strength (economic, physical, technological) flourish and those without are destined for extinction. --- lusi_d@... wrote : Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga diungkapkan oleh Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang orisinalnya saya kutipkan sbb.: Warren Buffett Original engl.: ”There’s class warfare, all right, but it’s my class, the rich class, that’s making war, and we’re winning.” – im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26. November 2006 Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam Waren Buffet bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati hasil nilai lebih dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat nekolim. Seandainya bung pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg pandangan keadilan sosial yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana. Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb "bhjo@... : > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn hukum alam > "Survival of the fittest" seperti species Neanderthals musnah karena > tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg sekarang menguasai dunia. > Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan tidak ada sekarang > ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier bagian pembuatan kapal > terbang musnah karena tidak bisa bersaing utk membuat produksi yg > lebih baik dgn Boeing dan Airbus.
|
|
|
Survival of the fittest adalah bukan pandangan tetapi adalah fakta yg ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah biology saja. In nature, the strong survive and those best suited to survival will out-live the weak. Those with strength (economic, physical, technological) flourish and those without are destined for extinction.
---In [email protected], <lusi_d@...> wrote : Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga diungkapkan oleh Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang orisinalnya saya kutipkan sbb.: Warren Buffett Original engl.: âThereâs class warfare, all right, but itâs my class, the rich class, thatâs making war, and weâre winning.â â im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26. November 2006 Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam Waren Buffet bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati hasil nilai lebih dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat nekolim. Seandainya bung pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg pandangan keadilan sosial yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana. Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb "bhjo@..... [GELORA45]" <[email protected]>: > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn hukum alam |
