Yaa, ... selama ini banyak orang menyatakan idealisme Marx sekalipun MULIA tapi hanyalah chayalan tidak TIDAK MUNGKIN terwujud dalam kenyataan hidup! Tapi, sementara ahli mengatakan, berdasarkan perkembangan masyarakat yg telah terjadi sekian ribu tahunan ini, perkembangan KESADARAN manusia itu makin beradab dan demokratis. Keberadaban manusia yg makin maju dan makin demokratis itulah akan membuat manusia yad. TIDAK LAGI mengumbar keserakahan yang KEJAM spt jaman Marx 200 tahun yl, ... Tapi, bisa jadi umat manusia yang lebih manusiawi, bisa peduli pada orang disekitar, bisa saling membantu dan hidup untuk kebaikan bersama, keuntungan bersama, itu yang selalu ditekankan Xi Jinping dalam menggerakkan "Jalan Sutera diabad 21" untuk membangun satu komunitas senasib didunia ini dengan prinsip "Maju bersama, menang bersama dan untung bersama, ...!"

Tentu, ... usaha RRT untuk membangun dunia yang damai dan makmur bersama itu,tidak akan terwujud dalam waktu dekat, memang tidak mungkindinikmati generasi kita, dan oleh karenanya dibilang hanya chayalan, MIMPI belaka! Siapa tahu baruterwujud di 100-200 tahun kedepan. Jadi, kita bersama-sama saksikan dari atas SORGA sana saja, ya! Hehehee, ...



[email protected] [GELORA45] 於 2/7/2019 14:06 寫道:

Betul, pandagan Marx bagus atau boleh dibilang "mulia" tetapi cuma idealisme atau chayalan, karena tidak akan bisa dipraktekan disebabkan adanya naluri manusia yg egois, yg sudah ter-program di gen/DNA utk bisa hidup dgn aman/berkecukupan (survival instinct). Jadi setiap orang adalah egois dan yg tidak egois adalah pengecualian (exception than the rule). Orang lebih menyintai orang lain daripada anaknya/keluarganya adalah "exception than the rule" alias tidak normal. Untukmenghilangkan egoisme menjadi pandangan Marx diperlukan indoktrinasi pada setiap orang, yg jauh lebih sulit atau barangkali tidak mungkin dimana egoisme (survival Instinct) sudah ada tertanam di gen/DNA disetiap orang sejak pembuahan bibit janin dikandungan (tanpa perlu di indoktrinasi utk menjadi egois).

Maka dari itu, "lebih dari 200 tahun ini, usaha komunisme menciptakan umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan kepeentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan umum masih jauh dari panggang api!" 10000 tahun juga tidak akan bisa menghilangkan egoisme yg sudah terprogram ini. Paling2 ada/menjadikan orang yg memberikan dari kelebihannya kalau keperluan pribadi dan keluarga sudah terpenuhi dulu, yg biasanya sebagai "donation".


---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

BETUUUL juga bung Jo, naluri manusia sejak dilahirkan itu egois, dan itulah sebab ribuan tahun usaha Agama yg ada didunia ini berusaha agar setiap umatnya bisa mengikis egois berlebih dan bisa peduli pada orang disekitar, memabntu sesama dan berbuat sosial, ... sekalipun dalam kenyataan juga TIDAK BANYAK hasil nyata didunia ini. Lalu, Marx dengan komunisme nya juga berusaha menciptakan umat manusia yang bisa lebih dahulu mementingkan umum, menciptakan komunis-komunis yg bisa mengebawahkan kepentingan pribadi dengan mendahulukan kepentingan umum, ... Lalu Marx hendak menghilangkan hak-milik perseorangan atas alat produksi yg dikatakan dasar ekonomi munculnya kapitalisme laknat didunia!

Kenyataan selama lebih 200 tahun ini, usaha komunisme menciptakan umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan kepeentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan umum masih jauh dari panggang api! Sekalipun PKT berani mengklaim anggota PKT telah menyundul 90 juta, tapi mereka juga mengakui kenyataan yang dikatakan komunis-komunis baik, anggota PKT yg bisa dijadikan teladan itu tidak lebih dari 30 ribu saja! Jadi, keberhasilan menciptakan manusia-manusia yang tidak lagi egoistis masih sangat, sangat sedikiiiiit sekali! Mengapa?

Saya juga setujuuu ada faktor kemiskinan disitu! Akibat dari serba masih kekurangan, setiap orang *TERPAKSA* harus berebutan mendahulukan kepentingannya sendiri untuk bisa hidup! Jadi, tidak bisa menghilangkan kepentingan pribadi seseorang begitu saja, ... itu pula sebab Marx TIDAK BERANI hanya mengatakan hak-milik peerseorangan atas alat produksi, tapi tidak berani menjawab kapan dan bagaimana membasmi hak-milik perseorangan itu! Ternyata, sampai sekarang juga bisa dibasmi begitu saja! Karena hal-milik perseorangan atas alat produksi itu justru merupakan rangsang yg kuat untuk mendorong maju produksi! Dan nampaknya itu baru bisa diwujudkan setelah tingkat kemakmuran masyarakat mencapai tingkat cukup tinggi, serba berkecukupan, tidak lagi ada orang harus berebutan untuk sandang-pangan yang dibutuhkan dan setiap orang sudah hidup ditingkat budaya cukup tinggi, ...

Namun, kalau saja berani perhatikan perkembangan pengusaha-kapitalis di Tiongkok, saya juga melihat ada perbedaan dengan kapitalis dijaman Marx yg begitu kejam dan serakah melakukan penghisapan habis-habisan terhadap buruhnya! Artinya, kapitalis di Tk, umumnya sudah bisa peduli perhatikan kepentingan buruh, berbuat sosial dengan membagikan keuntungan yg didapat untuk masyarakat, ... Bahkan kenyataan lebih 30Ribu pengusaha swasta terlibat dalam usaha mengentaskan kemiskinan yg tersisa 20 juta didesa-terbelakang. Tentu, mengatakan demikian tidak berarti di Tiongkok sudah tidak ada lagi kapitalis kejam, yg tetap melanggar hukum bahkan penipuan utk meraih keuntungan besar. TETAP saja ada, namanya juga manusia ada saja saja yang baik-baik dan juga ada yang berjiwa iblis! Yaa, ditindak tegas saja kapitalis-kapitalis nakal yg kejam dan melanggar HUKUM, ...!



bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45] 於 2/7/2019 9:54 寫道:

    Caplok-mencaplok tidak mungkin dihilangkan dari dunia ini sebelum
    semua manusia bisa hidup dgn kecukupan atau makmur. Dan naluri
    manusia adalah egois yg adalah suatu survival instinct dimana
    akan lebih mementingkan utk dirinya sendiri dan
    keturunan/keluarganya dan baru kemudian utk orang lain. Dan
    kecukupan dan kemakmuran utk semua manusia, kemungkinan sekali,
    tidak bisa terlaksana karena SDA dan SD-lain2 tidak akan cukup
    utk memenuhi pertumbuhan jumlah manusia yg lebih cepat drpd
    tersedianya SDA dll. Dan survival instinct tsb diatas tidak bisa
    dilenyapkan karena sudah di program di gen/DNA nya supaya
    keturunannya survive. Maka dari itu kita harus mau atau bisa
    bersaing supaya bisa hidup atau tidak kekurangan. Wong, misalnya,
    negara kaya yg bisa memproduksi bahan makanan berlimpahan, lebih
    baik kelebihannya disimpan di gudang sampai membusuk atau dibuang
    kelaut drpd dikasihkan orang/rakyat yg kelaparan, yg antara lain
    utk mempertahankan harganya yg tinggi.



    ---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
    <SADAR@...> <mailto:SADAR@...> wrote :

    Saya jadi tertarik ikutan memberi pemikiran dengan tema
    "Caplok-mencaplok" yang terjadi sepanjang sejarah masyarakat
    didunia ini. Itulah kenyataan yang terjadi sampai sekarang dan,
    ... akan TERUUUSSS terjadi dalam masyarakat dimanapun kita
    berada. Akibat wajar dari kontradiksi-kontradiksi yang ada dalam
    masyarakat dalam proses kemajuan, .... hilang tumbuh silih
    berganti. Bergantian generasi tua diganti generasi muda dst., ...

    Kalau saja didalam masyarakat kapitalis, caplok-mencaplok itu
    bisa berakibat krisis ekonomi, dengan melonjak naik pengangguran,
    tapi, ... saya perhatikan justru TIDAK besar pengaruhnya di
    Tiongkok saat menghadapi gempuran krisis-moneter akhir tahun 2007
    awal 2008. Lebih 30 ribu perusahaan gulung-tikar, bahkan
    majikannya lari begitu saja meninggalkan HUTANG, termasuk jutaan
    gaji buruh lebih sebulan belum dibayar! Pemerintah RRT cukup
    sigap, mengambil alih perushaan yang dianggap penting bagi
    kehidupan rakyat dan meneruskan usaha, sedang yg dianggap tak
    guna dibiarkan saja bankrut! Kebetulan saat itu RRT sedang
    gencarkan titik-berat TUGAS pada pembangunan desa! Jadi,
    desa-desa asal buruh-buru yg jatuh menjadi penganggur bisa
    tersedot balik kekampung masing-masing. Kalau saja diawal
    tahun-tahun 1980-an BUMN banyak yang dilepas jadi swasta, ...
    orang bilang di tahun 2008 diambil alih kembali menjadi BUMN!
    Begitulah pemerintah RRT yang sangat kuat BERHASIL mengatasi
    dampak gempuran dahsyat krismon 2008 yg terjadi, kalau tidak
    salah ingat ketika itu, GDP tahun 2008 masih 2 digit! Bahkan
    ditahun 2008 itu juga, RRT bukan saja harus mengatasi GEMPA BUMI
    dahsyat di Wen Chuan, tapi juga tetap berhasil selenggarakan
    Olympic-2008di Beijing yg sangat mengagumkan dan spektakular itu, ...

    Sekarang, kalau diperhatikan juga masih saja terjadi
    caplok-mencaplok perusahaan-perusahaan yg beroperasi didunia dan
    di Tiongkok sendiri, ... yg menjadi perhatian hypermarket
    Carefour dibeli Shunning. Ada betulnya kata bung Jo, itulah yg
    mendorong maju kemajuan, ... entah manajemen Carefour yg
    konservatif dan tidak sesuai dengan masyarakat Tiongkok atau
    mungkin sedang menghadapi masalah keuangan, lalu ada perusahaan
    yg merasa mampu dan bisa meneruskan, yaa dibeli sahamnya.
    Mudah2an saja bisa berjalan lebih maju sejahtera, adil dan
    makmur, ... dan tidak terjadi sebaliknya seperti dimasyarakat
    kapitalis, terjadi penambahan pengangguran dan ekonomi makin
    terpuruk, kehidupan rakyat banyak makin sulit dan menderita, ...


    bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45] 於 2/7/2019 1:03 寫道:

        Survival of the the fittest adalah bukan yg kuat memangsa yg
        lemah tetapi yg bisa beradaptasi akan berkembang (survive)
        dan yg tidak bisa beradaptasi akan musnah. Dalam hal
        biologi, misal, moyang orang kulit putih dulunya (ribuan
        tahun yg lalu) juga mempunyai kulit hitam sebab asalnya dari
        Afrika. Tetapi karena di daerah2 yg jauh dari Equator
        seperti di Eropa, lebih kurang UV light (daripada didaerah
        Equator) utk membuat vitamin D di kulit mereka, gen dari
        keturunan mereka yg mengalami mutasi utk membuat kulitnya
        menjadi kutih/pucat utk bisa membuat vitamin D lebih banyak
        akan survive. Orang Mongol mempunyai mata sipit karena
        moyang mereka beradaptasi melalui "gen mutasi" utk
        melindungi mata mereka dari badai pasir (sand storms) dimana
        yg bermata sipit akan survive. Kita, manusia, sampai
        sekarang masih dan akan mengalami adaptasi melalui gen
        mutasi sesuai dgn lingkungannya tetapi karena prosesnya
        lambat kita tidak bisa mengetahuinya dalam kehidupan/umur
        kita yg relatif pendek. Berita sangat menarik dimana
        orang/manusia mulai tumbuh tulang dibelakang batok kepalanya
        karena penggunaan cell phone, yg barangkali bisa diturunkan
        kepada keturunannya melalui gen mutasi. Padahal penggunaan
        cell phone belum ada 50 tahun.

        
https://www.washingtonpost.com/nation/2019/06/20/horns-are-growing-young-peoples-skulls-phone-use-is-blame-research-suggests/?utm_term=.cd364b6d120c

        Seperti kita ketahui, dibidang teknologi/ekonomi
        mobil industri, misal, Mercedez Benz, BMW harus beradaptasi
        utk mulai membuat mobil elektrik (electric car) supaya bisa
        survive dari tantangan dari Tesla. Tiongkok dimulai dgn
        pimpinan Deng X-Ping harus beradaptasi ekonomi/teknologinya
        utk bisa berkembang/makmur/survive dari tantangan/lingkungan
        keunggulan Eropa dan Amerika.

        Tentang Neanderthals memang ada "interbreeding" dgn moyang
        manusia yg survive sekarang ini.


        ---In [email protected]
        <mailto:[email protected]>, <jonathangoeij@...>
        <mailto:jonathangoeij@...> wrote :

        Komentar sedikit, saya kira pemahaman BH Jo tentang survival
        of the fittest sebagai yg kuat memangsa yg lemah kurang
        tepat, fittest dari kata "fit" yg artinya "sesuai" atau
        "cocok" dan hal ini sebenarnya sesuai dengan kemanusiaan
        dalam Pancasila itu.

        Tentang Neanderthal ada didalam kurang lebih 20% DNA manusia
        modern sekarang ini (National Geographic
        
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>)


                


                


            Surprise! 20 Percent of Neanderthal Genome Lives On in
            Modern Humans, Sc...

        Two new studies suggest that the contribution from
        Neanderthal DNA was vital to modern human genomes.

        
<https://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140129-neanderthal-genes-genetics-migration-africa-eurasian-science/>



            On Monday, July 1, 2019, 12:52:16 AM PDT, Lusi D.
<lusi_d@...> <mailto:lusi_d@...> wrote:


        Maaf - Koreksi, perbaikan.
        Untuk mempermudah pengertian dlm kalimat pd e-mail saya yang
        lalu ttg
        penempatan kata Pancasila perlu dikoreksi dengan ditempatkan
        setelah
        kata menggali dlm kalimat. Kedua kalimat sebelum dan sesudah
        dikoreksi
        saya kirim ulang.
        Terimakasih.

        Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

        Datum: Sun, 30 Jun 2019 23:23:41 +0200
        Von: "'Lusi D.' lusi_d@... <mailto:lusi_d@...> [nasional-list]"
        <[email protected]
        <mailto:[email protected]>> An:
        <[email protected] <mailto:[email protected]>>,
        [email protected]
        <mailto:[email protected]> Betreff:
        [nasional-list] Fw: [GELORA45]
        Re: caplok-mencaplok


        Sebelum koreksi:

        Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah
        ketika manusia
        belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup.
        Bung Karno
        yang menggali dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu
        menjadi
        salah satu pilar Pancasila.
        Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah
        membawa
        Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada
        tahun-tahun 1965-an.


        Sesudah dikoreksi:

        Filosofi yang bung kemukakan itu lahir pada era sejarah
        ketika manusia
        belum menemukan faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup.
        Bung Karno
        yang menggali Pancasila dan menempatkan faham filsafat
        kemanusiaan itu
        menjadi salah satu pilarnya.
        Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah yang pernah
        membawa
        Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada
        tahun-tahun 1965-an.




        Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

        Datum: 30 Jun 2019 17:01:32 +0000
        Von: "bhjo@... <mailto:bhjo@...> [GELORA45]"
        <[email protected] <mailto:[email protected]>>
        An: <[email protected] <mailto:[email protected]>>
        Betreff: [GELORA45] Re: caplok-mencaplok


        Survival of the fittest adalah bukan pandangan tetapi adalah
        fakta yg
        ada di dunia ini, yg bukan berlaku utk masalah biology saja.

        In nature, the strong survive and those best suited to
        survival will
        out-live the weak. Those with strength (economic, physical,
        technological) flourish and those without are destined for
        extinction.

        ---In [email protected]
        <mailto:[email protected]>, <lusi_d@...
        <mailto:lusi_d@...>> wrote :

        Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga
        diungkapkan oleh
        Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang orisinalnya
        saya
        kutipkan sbb.:

        Warren Buffett Original engl.: ”There’s class warfare, all
        right, but
        it’s my class, the rich class, that’s making war, and we’re
        winning.”
        – im Interview mit Ben Stein in New York Times, 26. November
        2006


        Itu memang kesimpulan mutlak kaum pemenang macam Waren Buffet
        bersama-sama para cecunguknya yang sedang menikmati hasil
        nilai lebih
        dlm proses perang penghisapan dlm masyarakat nekolim.
        Seandainya bung
        pernah mempelajari hasil pemikiran lain ttg pandangan
        keadilan sosial
        yang manusiawi pasti akan berpandangan yang bijaksana.



        Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700 schrieb
        "bhjo@... <mailto:bhjo@...> mailto:bhjo@...
        <mailto:bhjo@...> [GELORA45]" <[email protected]
        <mailto:[email protected]>
        mailto:[email protected]
        <mailto:[email protected]>>:
        > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn
        hukum alam
        > "Survival of the fittest" seperti species Neanderthals
        musnah karena
        > tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg sekarang
        menguasai dunia.
        > Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan tidak ada
        sekarang
        > ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier bagian
        pembuatan kapal
        > terbang musnah karena tidak bisa bersaing utk membuat
        produksi yg
        > lebih baik dgn Boeing dan Airbus.


        
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
                不含病毒。www.avg.com
        
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


        <#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke