Sarumpaet berhenti nerompet....... Pada tanggal Jum, 12 Jul 2019 pukul 04.37 'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
> > > Koq pemajakan terhadap produk yg dijual dipermasalahkan? > > Maunya gak usah ada pajak? > > Kalau gak ada pajak, pemerintah gak ada duit. > > Mau bangun2, perbaikan dari mana duitnya? > > Nanti kalau pinjam dari luar negeri, ente kritik lagi. > > Dasar tukang kritik hanya bisa mengkritik saja. > > Mbok’ sekali2 kasih solusinya gitu. > > Bakul pecah gaungnya gede tapi kosong isinya. > > Persis kayak ratna sarumpaet yg weleh2 gaya omongannya kayak orang paling > hebat sedunia, setelah ditangkap eh ngomongnya halus banget kayak orang > jawa hehehehehe. > > > > Beda amat!!!! > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > *Sent:* Thursday, July 11, 2019 9:09 AM > *To:* GELORA45 <[email protected]> > *Subject:* [GELORA45] Pemkot Palembang Ancam Pidanakan Warung Pempek > Penolak Pajak Re: Materai Naik Jadi Rp 10.000, > > > > > Pemkot Palembang Ancam Pidanakan Warung Pempek Penolak Pajak > <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190711101637-532-411158/pemkot-palembang-ancam-pidanakan-warung-pempek-penolak-pajak> > > > > "Bila pemilik usaha tersebut tetap membandel dan menolak e-tax serta > menghasut wajib pajak lain, mereka bisa disanksi pidana. Itu sudah > termasuk pengemplang pajak," > > > > On Wednesday, July 10, 2019, 12:01:10 AM GMT+7, ajeg wrote: > > > > *Catat! Makan Pecel Lele, Nasi Bungkus, dan Pempek, di Kakilima Kena Pajak > 10% > <https://news.detik.com/berita/d-4616800/catat-makan-pecel-lele-dan-pempek-di-palembang-kena-pajak-10>* > > > > > > --- ilmesengero@... wrote: > > > > *Dua atau tiga hari lalu diberitakan bahwa Jokowi obral pajak untuk > pengusaha, sekarang dia naikan harga materai. Mungkin sebentar lagi ada > sesuatu yang dinaikan pajak atau dikurangi subsidi. Jadi tunggu saja > seperti anda menunggu untuk melihat film terbaru di bioskop dekat rumah. > Munkin juga dia akan berikan argumennya bahwa negara kekurangan fulus jadi > sedikit akal bulus, tentu dibolehkan, sebabcadangan devisa kurang lebih > hanya 3 miliar dolar, defisit APBN, pendapatan ekspor menurun etc, Negara > sesak nafas, jadi harap warganegara berkorban untuk ibu pertiwi yang > kemalanagn.* > > > > > > On Tue, Jul 9, 2019 at 4:41 PM Jonathan Goeij wrote: > > > > Paling juga disuruh tempel 2 lembar > > > > Meterai pd dasarnya pajak, penghilangan meterai 3 ribu dan 6 ribu > dijadikan 10 ribu pada dasarnya menaikkan pajak masyarakat kecil yg umumnya > transaksi2nya juga nilainya kecil dan tidak tanggung2 kenaikan sampai > ratusan persen. > > > > --- ajegilelu@... wrote : > > Juga egoisme tingkat tinggi. > > > > Banyak yang ketawa, kalau mau dinaikkan kenapa tidak sekalian jadi Rp 12 > ribu, supaya persediaan materai Rp 6.000 yang tersisa tetap > berguna (tempel 2 lembar). Kenaikan ini menunjukkan pemerintah hanya > memikirkan kepentingannya sendiri. > > > > Kalau untuk pemasukan (mengisi kas negara) kenapa pemerintah malas > memikirkan cara yang produktif untuk kemajuan bangsa. Minimal untuk benahi > neraca yang jomplang terus. > > > --- jonathangoeij@... wrote: > > > > Ekonomi biaya tinggi > > > > -- ajegilelu@... wrote : > > > > Apa pemerintah tidak bisa sedikit kreatif untuk mengisi kas negara > > dengan jalan yang lebih produktif? > > > > - > > > > *Materai Naik Jadi Rp 10.000, Kas Negara Dapat Tambahan Rp 3 T* > > > > > > > > >
