Kelihatan sekali jalan pikiran ente bak pahlawan pembela BUMN dan pengusaha ekonomi lemah, tetapi argumennya gak ada kan?
MEMANGNYA ADA ARGUMENNNYA? GAK ADA SAMA SEKALI!! KENAPA BUMN DAN PENGUSAHA EKONOMI LEMAH TIDAK BOLEH DIKENAKAN PAJAK????!!!! Ente buta sama sekali ttg bisnis. Proses bisnis ekonomi dan investasi tidak masuk dalam kepala ente ketika ente mau membela BUMN dan orang kecil. Ini pertama. Kedua pengusaha empek2 dipalembang itu bukan usaha kecil lagi. yg ada adalah orangnya bukan jualan empek2nya. Ini beda. Jadi jangan bawa2 empek2nya. Empek2 ini belum tentu usaha kecil di Palembang krn semua orang makan empek2 pagi siang dan malam. Ente salah sasaran menggunakan empek2 bahan nyinyir!!! Ngerti!!!! Ada 2 makanan penting di Palembang lempah patin disamping empek2. Restoran2 gede banyak yg jualan empek2 dan ini bukan usaha kecil walaupun bukan gede ttp menengahlah. Baca dan pelajari sejarah dan jalannya BUMN. Jangan asal bacot lalu privatisasi BUMN dianggap jualan perusahaan negara. Seterusnya jangan bilang orang yg berargumen dan menyangkal pendapat2 ente adalah loyalis Jokowi!! Seperti enggak sukanya ente disebut pro Prabowo walaupun terang2an nyinyir Jokowi melulu. Ane samakan ente dgn ratna sarumpaet. Bedanya ratna berani terang2an membela Prabowo, ttp ent tidak. Ente sembunyi diketiak yg kami duga adalah sosialisme, komunisme, radikalis kiri, pembela rakyat kecil, pembela rakyat miskin, idealis. Hanya saja gak tahu yg mana ente ini. Seperti bunglon loncat sana sini dgn konsisten menyerang Jokowi. Ini saja yg jelas dan terang benderang!!! Ane diforum ini menelanjangi tulisan2 ente yg ane anggap salah. Yg benar gak ane Kutak katik. Hanya memang lucu orang2 seperti ane, ente hindari dan anggap loyalisnya Jokowi. Moso’ gak lucu??!!! Koq yg dipakai utk menyerang Jokowi: rupiah melemah, hutang naik dan skrg empek2 yg disuruh bayar pajak??!!!! Kalau pemerintah gak ada duit utk penyelenggaraan negara termasuk membangun, eh ente marah2 juga dari bilang pemerintah goblok gak bisa ngurus masalah kesehatan, Pendidikan sampai ekonomi. JANGAN HANYA BISA CUAP2 TOKH, CARI SOLUSINYA GIMANA MAU NKRI MAJU DAN SEJAHTERA!!!! Jelas2 ente gak ngerti arti KERJA itu. GAK NGERTI!!!! Ente hanya duduk2 dibelakang computer berkhayal, mau ini itu, nuntut ini itu plus ditambah2 bumbu penyedap bak orang baek pembela rakyat kecil. Sedangkan ente gak ngerti gimana cari duit kalau duit ini penting loh buat ilusi ente membela rakyat kecil itu!!!! Eling eling…… Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Friday, July 12, 2019 11:40 AM To: GELORA45 <[email protected]> Subject: Re: PKL Pempek di Palembang Takut Bangkrut Re: [GELORA45] Materai Naik Jadi Rp 10.000, Konsep persaingannya kekanak-kanakan (kalau tak boleh disebut curang); pengusaha kakap diberi potongan pajak sedangkan pedagang megap-megap ditambahi beban pajak; BUMN yang sapi perah diadu lawan BUMN raksasa asing yang berkedok swasta; petahana dengan segala fasilitas dan jaringan kenegaraan vs kandidat yang terancam penangkapan-penangkapan. Nggak sia-sia punya konsep bermotto: "kecurangan adalah bagian dari demokrasi (dan persaingan)" hehe... --- ilmesengero@... wrote: Tidak mengheran, kalau usaha dagang kecil dimatikan, karena kala bersaing dengan mereka yang kuat modal dan mempunyai jaringan luas di berbagai negeri.. Kalau BUMN senin kemis hidupnya bukan karena tidak bisa bersaing tetapi, karena managementnya yang tidak beres apalagi kalau dijadikan sapi perahan petinggi neo-Mojopahit. Lambat atau cepat tutup pintu atau kalau banyak pinjaman negara maka untuk mendapat pinjaman baru diharuskan privatisasi untuk mendapat pinjaman baru. Barangkali bisa dilihat contohnya di Yunani yang membutuhkan pinjaman harus menjual BUMNnya. On Fri, Jul 12, 2019 at 10:43 AM ajeg wrote: Ya, jangan kepalang tanggung. Selain BUMN, pedagang kecil juga harus dibikin bangkrut. Percuma dong Jokowi mengizinkan asing buka usaha 100% di Indonesia. Kasihanilah mereka. Ayo bantu mereka cari makan di Indonesia. Sikat habis kekuatan Rakyat! <https://news..detik.com/berita/d-4620111/ada-aturan-pajak-10-pkl-pempek-di-palembang-takut-bangkrut> Ada Aturan Pajak 10%, PKL Pempek di Palembang Takut Bangkrut Dia mengatakan, sebaiknya aturan itu diterapkan ke pedagang pempek beromzet besar saja. Sehingga pedagang pempek jalanan yang masih merintis usaha tidak terbebani. On Thursday, July 11, 2019, 8:09:30 PM GMT+7, ajeg wrote: <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190711101637-532-411158/pemkot-palembang-ancam-pidanakan-warung-pempek-penolak-pajak> Pemkot Palembang Ancam Pidanakan Warung Pempek Penolak Pajak "Bila pemilik usaha tersebut tetap membandel dan menolak e-tax serta menghasut wajib pajak lain, mereka bisa disanksi pidana. Itu sudah termasuk pengemplang pajak," On Wednesday, July 10, 2019, 12:01:10 AM GMT+7, ajeg wrote: <https://news.detik.com/berita/d-4616800/catat-makan-pecel-lele-dan-pempek-di-palembang-kena-pajak-10> Catat! Makan Pecel Lele, Nasi Bungkus, dan Pempek, di Kakilima Kena Pajak 10% --- ilmesengero@... wrote: Dua atau tiga hari lalu diberitakan bahwa Jokowi obral pajak untuk pengusaha, sekarang dia naikan harga materai. Mungkin sebentar lagi ada sesuatu yang dinaikan pajak atau dikurangi subsidi. Jadi tunggu saja seperti anda menunggu untuk melihat film terbaru di bioskop dekat rumah. Munkin juga dia akan berikan argumennya bahwa negara kekurangan fulus jadi sedikit akal bulus, tentu dibolehkan, sebabcadangan devisa kurang lebih hanya 3 miliar dolar, defisit APBN, pendapatan ekspor menurun etc, Negara sesak nafas, jadi harap warganegara berkorban untuk ibu pertiwi yang kemalanagn. On Tue, Jul 9, 2019 at 4:41 PM Jonathan Goeij wrote: Paling juga disuruh tempel 2 lembar Meterai pd dasarnya pajak, penghilangan meterai 3 ribu dan 6 ribu dijadikan 10 ribu pada dasarnya menaikkan pajak masyarakat kecil yg umumnya transaksi2nya juga nilainya kecil dan tidak tanggung2 kenaikan sampai ratusan persen. --- ajegilelu@... wrote : Juga egoisme tingkat tinggi. Banyak yang ketawa, kalau mau dinaikkan kenapa tidak sekalian jadi Rp 12 ribu, supaya persediaan materai Rp 6.000 yang tersisa tetap berguna (tempel 2 lembar). Kenaikan ini menunjukkan pemerintah hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Kalau untuk pemasukan (mengisi kas negara) kenapa pemerintah malas memikirkan cara yang produktif untuk kemajuan bangsa. Minimal untuk benahi neraca yang jomplang terus. --- jonathangoeij@... wrote: Ekonomi biaya tinggi -- ajegilelu@... wrote : Apa pemerintah tidak bisa sedikit kreatif untuk mengisi kas negara dengan jalan yang lebih produktif? - Materai Naik Jadi Rp 10.000, Kas Negara Dapat Tambahan Rp 3 T
