Koq pemajakan terhadap produk yg dijual dipermasalahkan? Maunya gak usah ada pajak?
Kalau gak ada pajak, pemerintah gak ada duit. Mau bangun2, perbaikan dari mana duitnya? Nanti kalau pinjam dari luar negeri, ente kritik lagi. Dasar tukang kritik hanya bisa mengkritik saja. Mbok’ sekali2 kasih solusinya gitu. Bakul pecah gaungnya gede tapi kosong isinya. Persis kayak ratna sarumpaet yg weleh2 gaya omongannya kayak orang paling hebat sedunia, setelah ditangkap eh ngomongnya halus banget kayak orang jawa hehehehehe. Beda amat!!!! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Thursday, July 11, 2019 9:09 AM To: GELORA45 <[email protected]> Subject: [GELORA45] Pemkot Palembang Ancam Pidanakan Warung Pempek Penolak Pajak Re: Materai Naik Jadi Rp 10.000, Pemkot Palembang Ancam Pidanakan Warung Pempek Penolak Pajak <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190711101637-532-411158/pemkot-palembang-ancam-pidanakan-warung-pempek-penolak-pajak> "Bila pemilik usaha tersebut tetap membandel dan menolak e-tax serta menghasut wajib pajak lain, mereka bisa disanksi pidana. Itu sudah termasuk pengemplang pajak," On Wednesday, July 10, 2019, 12:01:10 AM GMT+7, ajeg wrote: Catat! Makan Pecel Lele, Nasi Bungkus, dan Pempek, di Kakilima Kena Pajak 10% <https://news.detik.com/berita/d-4616800/catat-makan-pecel-lele-dan-pempek-di-palembang-kena-pajak-10> --- ilmesengero@... wrote: Dua atau tiga hari lalu diberitakan bahwa Jokowi obral pajak untuk pengusaha, sekarang dia naikan harga materai. Mungkin sebentar lagi ada sesuatu yang dinaikan pajak atau dikurangi subsidi. Jadi tunggu saja seperti anda menunggu untuk melihat film terbaru di bioskop dekat rumah. Munkin juga dia akan berikan argumennya bahwa negara kekurangan fulus jadi sedikit akal bulus, tentu dibolehkan, sebabcadangan devisa kurang lebih hanya 3 miliar dolar, defisit APBN, pendapatan ekspor menurun etc, Negara sesak nafas, jadi harap warganegara berkorban untuk ibu pertiwi yang kemalanagn. On Tue, Jul 9, 2019 at 4:41 PM Jonathan Goeij wrote: Paling juga disuruh tempel 2 lembar Meterai pd dasarnya pajak, penghilangan meterai 3 ribu dan 6 ribu dijadikan 10 ribu pada dasarnya menaikkan pajak masyarakat kecil yg umumnya transaksi2nya juga nilainya kecil dan tidak tanggung2 kenaikan sampai ratusan persen. --- ajegilelu@... wrote : Juga egoisme tingkat tinggi. Banyak yang ketawa, kalau mau dinaikkan kenapa tidak sekalian jadi Rp 12 ribu, supaya persediaan materai Rp 6.000 yang tersisa tetap berguna (tempel 2 lembar). Kenaikan ini menunjukkan pemerintah hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Kalau untuk pemasukan (mengisi kas negara) kenapa pemerintah malas memikirkan cara yang produktif untuk kemajuan bangsa. Minimal untuk benahi neraca yang jomplang terus. --- jonathangoeij@... wrote: Ekonomi biaya tinggi -- ajegilelu@... wrote : Apa pemerintah tidak bisa sedikit kreatif untuk mengisi kas negara dengan jalan yang lebih produktif? - Materai Naik Jadi Rp 10.000, Kas Negara Dapat Tambahan Rp 3 T
