Tidak mengheran, kalau usaha dagang kecil dimatikan, karena kala bersaing dengan mereka yang kuat modal dan mempunyai jaringan luas di berbagai negeri. Kalau BUMN senin kemis hidupnya bukan karena tidak bisa bersaing tetapi, karena managementnya yang tidak beres apalagi kalau dijadikan sapi perahan petinggi neo-Mojopahit. Lambat atau cepat tutup pintu atau kalau banyak pinjaman negara maka untuk mendapat pinjaman baru diharuskan privatisasi untuk mendapat pinjaman baru. Barangkali bisa dilihat contohnya di Yunani yang membutuhkan pinjaman harus menjual BUMNnya.
On Fri, Jul 12, 2019 at 10:43 AM ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Ya, jangan kepalang tanggung. Selain BUMN, pedagang kecil juga harus > dibikin bangkrut. Percuma dong Jokowi mengizinkan asing buka usaha 100% di > Indonesia. Kasihanilah mereka. Ayo bantu mereka cari makan di Indonesia. > Sikat habis kekuatan Rakyat! > > > *Ada Aturan Pajak 10%, PKL Pempek di Palembang Takut Bangkrut* > <https://news.detik.com/berita/d-4620111/ada-aturan-pajak-10-pkl-pempek-di-palembang-takut-bangkrut> > > Dia mengatakan, sebaiknya aturan itu diterapkan ke pedagang pempek > beromzet besar saja. Sehingga pedagang pempek jalanan yang masih merintis > usaha tidak terbebani. > > > On Thursday, July 11, 2019, 8:09:30 PM GMT+7, ajeg wrote: > > > > > <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190711101637-532-411158/pemkot-palembang-ancam-pidanakan-warung-pempek-penolak-pajak> > <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190711101637-532-411158/pemkot-palembang-ancam-pidanakan-warung-pempek-penolak-pajak>Pemkot > Palembang Ancam Pidanakan Warung Pempek Penolak Pajak > <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190711101637-532-411158/pemkot-palembang-ancam-pidanakan-warung-pempek-penolak-pajak> > > "Bila pemilik usaha tersebut tetap membandel dan menolak e-tax serta > menghasut wajib pajak lain, mereka bisa disanksi pidana. Itu sudah > termasuk pengemplang pajak," > > On Wednesday, July 10, 2019, 12:01:10 AM GMT+7, ajeg wrote: > > *Catat! Makan Pecel Lele, Nasi Bungkus, dan Pempek, di Kakilima Kena Pajak > 10% > <https://news.detik.com/berita/d-4616800/catat-makan-pecel-lele-dan-pempek-di-palembang-kena-pajak-10>* > > > --- ilmesengero@... wrote: > > *Dua atau tiga hari lalu diberitakan bahwa Jokowi obral pajak untuk > pengusaha, sekarang dia naikan harga materai. Mungkin sebentar lagi ada > sesuatu yang dinaikan pajak atau dikurangi subsidi. Jadi tunggu saja > seperti anda menunggu untuk melihat film terbaru di bioskop dekat rumah. > Munkin juga dia akan berikan argumennya bahwa negara kekurangan fulus jadi > sedikit akal bulus, tentu dibolehkan, sebabcadangan devisa kurang lebih > hanya 3 miliar dolar, defisit APBN, pendapatan ekspor menurun etc, Negara > sesak nafas, jadi harap warganegara berkorban untuk ibu pertiwi yang > kemalanagn.* > > > On Tue, Jul 9, 2019 at 4:41 PM Jonathan Goeij wrote: > > Paling juga disuruh tempel 2 lembar > > Meterai pd dasarnya pajak, penghilangan meterai 3 ribu dan 6 ribu > dijadikan 10 ribu pada dasarnya menaikkan pajak masyarakat kecil yg umumnya > transaksi2nya juga nilainya kecil dan tidak tanggung2 kenaikan sampai > ratusan persen. > > --- ajegilelu@... wrote : > > Juga egoisme tingkat tinggi. > > Banyak yang ketawa, kalau mau dinaikkan kenapa tidak sekalian jadi Rp 12 > ribu, supaya persediaan materai Rp 6.000 yang tersisa tetap berguna > (tempel 2 lembar). Kenaikan ini menunjukkan pemerintah hanya memikirkan > kepentingannya sendiri. > > Kalau untuk pemasukan (mengisi kas negara) kenapa pemerintah malas > memikirkan cara yang produktif untuk kemajuan bangsa. Minimal untuk benahi > neraca yang jomplang terus. > > --- jonathangoeij@... wrote: > > Ekonomi biaya tinggi > > -- ajegilelu@... wrote : > > Apa pemerintah tidak bisa sedikit kreatif untuk mengisi kas negara > dengan jalan yang lebih produktif? > > - > > *Materai Naik Jadi Rp 10.000, Kas Negara Dapat Tambahan Rp 3 T* > > > > _ > > >
