Dari pemberitaan di Media kayaknya semua Instansi mulai turun , KLH akan mengevaluasi semua Amdal dan membuat laguna untuk menampung lumpur , Dept Perhubungan akan meneliti apakah perlu untuk menutup Jalan Tol, Dept ESDM melalui Ka Balitbangnya sudah menurunkan Tim ( Lemigas ? ) untuk meneliti dan diberi waktu 2 minggu.Bisa bisa kalau berkelanjutan "Gempa" masalah lapindo ini akan merembet ke Cepu ( EOMI ), nanti akan dibor banyak tantangannya ( yang memng awalnya sdh terjadi masalah meskipun bukan masalah teknis ini akan gampang di ramaikan lago dg adanya kasus lapindo ini) Ism
> Awang dan Rekans > > Pada e-mail yang saya posted pertama mengenai hal ini , > saya sudah katakan bahwa penyelesaian-nya akan sulit . > Dengan cara dan titik tolak pemikiran dan teknologi yang > "applied" saja akan sangat sulit untuk dicarikan solusi > mengenai sebab sebab hal ini terjadi. > AKAN LEBIH sulit lagi kalau di "POLITISASI" , (saya > khawatir sekali hal ini akan terjadi). > > Semoga Pemerintah dapat bertindak tegas dan bijaksana . > > Kita sangat berkepentingan , karena saya percaya sekali > bahwa di P.Jawa ini masih banyak prospek prospek yang > memiliki cadangan hidrokarbon . > > Dus , penyelesaian kasus ini secara teknis , dan sosial > kemasyarakatan , akan memberikan pengaruh positip atau > negatip bagi aktifitas sektor hulu migas , khususnya di P > Jawa. > > Sebagai profesional yang ber-etika , saya kira kita wajib > untuk memberikan kesimpulan berdasarkan data dan titik > tolak ilmiah yang kita yakini. > > Bisa berbeda ? Sangat bisa , akan tetapi perbedaan ini > jangan didasarkan hanya atas kepentingan institusi kita > bekerja. > Ingat bahwa rakyat Indonesia saat ini sudah sangat kritis. > > Si-Abah > > ___________________________________________________________________________> > > > Masalah penelitian untuk cost recovery ada saatnya nanti. > Itu pun dalam >> kewenangan BPMIGAS. Semua data tentu akan diteliti. Yang >> sekarang lebih penting adalah memang penelitian dari mana >> sumber lumpur di permukaan itu. Sebab, ini akan menentukan >> tindakan selanjutnya untuk mengatasinya. Kalau dari >> kemarin2 sudah diketahui dengan pasti asal semburannya, >> tentu relieve well telah dibor. Kalau kasusnya lain, dan >> ini mungkin yang berlaku untuk Banjar Panji, tentu tak >> sesederhana itu. >> >> Semua tim bergerak, tim subsurface mencari asal sumber >> lumpur. Tim surface menanggulangi semburan lumpur dengan >> menggali kali2 baru, membendung, dll. Untuk informasi saja, >> ini tak sesederhana blow out Randublatung yang baru2 ini >> terjadi. >> >> Salam, >> awang >> >> -----Original Message----- >> From: heri ferius [mailto:[EMAIL PROTECTED] >> Sent: Tuesday, June 13, 2006 4:20 PM >> To: [email protected] >> Subject: Re: [iagi-net-l] Informasinya benar (Banjar Panji >> Mud-Extrusion) >> >> Catatan saya dari berberapa milis ini: >> 1. Sayang sekali info FS dimana @ .....DD ?. >> 2. Apakah di Banjar Panji adalah ekstrusi liquefied clay >> yang berasal dari Upper Kalibeng clay di kedalalaman >> 4000-6000 ft apa sudah dicover oleh casing ?. >> 3. Dari hasil LOT di shoe casing terakhir dan perjalanan >> profil MW versud depth menunjukkan tak perlu set casing >> baru di sekuen bawahnya , sementara LOT hanya dilakuan >> beberapa feet dibawah FS, bukan berarti aman sampai target. >> 4. Sampai kedalaman 9000Ft, pihak Lapindo diingatkan lagi >> untuk set casing karena semua orang di lokasi sudah >> ketar-ketir apabila terjadi semburan, blm >> ada proteksinya, lagi2, Lapindo menolaknya. >> 5. Akhirnya di +/- 9200, terjadi loss total (indikasi telah >> masuk formasi gas), tentu akan terjadi instabilitas lobang >> bor terutama pada clay Kalibeng >> . >> 6. Saat itupun sebenarnya keadaan masih bisa dikendalikan, >> harusnya langsung >> dipompakan cement untuk plug sumur, lagi2 Lapindo masih >> berpikir untuk menyelamatkan sumur yg sudah di bor. >> 7. Apa di cement plug secara kontinue sampai kedalam >> casing, sebelum di Abandoned?. Bila tidak, tentu pressure >> dari bawah sebagai pendorong bisa connect dengan liquefied >> clay dr Kalibeng dan akan menerus ke fracture2 yang >> menerus sampai ke permukaan. >> 8. Sekarang rig sudah keluar, yang bisa dilakukan hanya >> meneliti ?, sementara lumpur panas liquefied clay terus >> mengalir dan dialirkan ke ....????? >> >> Semoga diteliti seobjekif mungkin, apalagi menyangkut cost >> recovery, kasihan >> rakyat, korban gempa saja belum dapat ini itu. >> >> Salam >> HF 1393 >> >> >> ----- Original Message ----- >> From: "Budi Brahmantyo" <[EMAIL PROTECTED]> >> To: <[email protected]> >> Sent: Tuesday, June 13, 2006 1:59 PM >> Subject: RE: [iagi-net-l] Informasinya benar (Banjar Panji >> Mud-Extrusion) >> >> >>> Hm...setahu saya likuefaksi umumnya hanya terjadi pada >>> pasir yang jenuh air, tidak pada lumpur, dan biasanya >>> hanya terjadi saat digoncang gempa. Setelah goncangan >>> hilang, ia akan kembali menjadi pasir yang pasif. Lumpur >>> panas yang terus mengalir karena likuefaksi? Terlalu >>> mencari alasan... >>> >>> BB >>> >>> >>>> Informasinya belum tentu benar ? Tak ada yang serakah. >>>> Media massa memang sumber informasi, tetapi belum tentu >>>> akurat. >>>> >>>> Kemarin sore, pukul 16.00, datang telepon dan sms dari >>>> Metro TV untuk mewawancarai saya di acara mereka pukul >>>> 18.00 tentang semburan lumpur di >>>> sumur Banjar Panji-1 Lapindo Brantas. Tetapi, terpaksa >>>> saya tolak karena >>>> pada saat yang sama tim BPMIGAS dan Lapindo mesti ke >>>> Komisi VII DPR untuk urusan yang sama. >>>> >>>> Apa yang tengah terjadi dengan semburan lumpur di Banjar >>>> Panji-1 ? Tidak >>>> ada yang bisa memastikan, sehingga penanganannya pun tak >>>> semudah blow out seperti yang pernah terjadi di beberapa >>>> sumur (Randublatung, Pasirjadi, Anggur, dll.). Mari kita >>>> lihat faktanya dulu. >>>> >>>> Kita punya fakta-fakta : lumpur yang tersembur adalah >>>> lumpur subsurface (bukan lumpur pengeboran), analisis >>>> nannofosil di lumpur menunjukkan umur sekitar Pliosen - >>>> sama dengan kandungan fosil di kedalaman 2000-6000 ft di >>>> sumur tersebut, ppm cloride sekitar 10.000, lumpur >>>> mengandung material volkanik, di awal2 semburan lumpur >>>> mengeluarkan gas H2S, temperatur lumpur sekitar 40-50 deg >>>> C. Saat kejadian gempa Yogya 27 >>>> Mei 2006, dua stasiun BMG di Surabaya mencatat goncangan >>>> di Surabaya II-III MMI dengan momen magnitude 3-3.9 Mw >>>> (skala Richter lebih kecil sedikit); di stasiun >>>> Karangkates tercatat III-IV MMI dengan magnitude 4-4.9 >>>> Mw. Data seismik regional di wilayah ini menunjukkan >>>> beberapa gejala diapir. Ada lima titik semburan lumpur >>>> dan semuanya di luar titik >>>> sumur, permulaan semburan terjadi sejak Senin 29 Mei >>>> 2006-Kamis 1 Juni 2006. >>>> >>>> Sesar regional di wilayah ini adalah strike-slip berarah >>>> BD-TL yang memotong sampai ujung barat Madura dan ke >>>> selatan sampai ke Pegunungan selatan. Flower structuring >>>> bisa diinterpretasikan terjadi juga di wilayah Banjar >>>> Panji. Mengapa BPMIGAS dua tahun lalu menyetujui pemboran >>>> sumur ini ? Karena : sumur ini merupakan sumur pertama >>>> yang akan dibor Lapindo Brantas untuk mengetes deep >>>> prospect di Kujung I atau Prupuh reef, petroleum >>>> system-nya memenuhi syarat, analogue discoveries sudah >>>> sangat banyak (Banyu Urip, Mudi, Sukowati, BD, dll.), >>>> kalau sumur ini sukses rentetan implikasi kesuksesannya >>>> akan panjang. Drilling hazard ? Ada tentu, overpressure >>>> dari diapir dan kita sudah tau sebab ini wilayah >>>> rapid sedimentation di sekuen Pliosen. >>>> >>>> Sumur dibor, ada beberapa hambatan overpressure, tetapi >>>> bisa diatasi. Set casing, hasil LOT di shoe casing >>>> terakhir dan perjalanan profil MW versud depth >>>> menunjukkan tak perlu set casing baru di sekuen bawahnya >>>> sampai menembus target utama Prupuh (Set casing begitu >>>> masuk target karbonat sudah sangat biasa dilakukan di >>>> Salawati Basin, no problem). Target utama Prupuh ditembus >>>> (mungkin sudah tembus, walaupun turun cukup >>>> signifikan dibandingkan prognosis) dan loss (biasa >>>> terjadi kan di porous >>>> reef yang baru terbuka). Sumur distop mengatasi loss dan >>>> beberapa pekerjaan pipe sticking. Lalu keluarlah semburan >>>> lumpur, gas, air pertama beberapa ratus meter dari kepala >>>> sumur, saat itu sudah dua hari lewat gempa Yogya. Dan >>>> semburan2 pun berentet terjadi sampai lima lokasi >>>> membentuk deretan yang lebih kurang BBD-TTL. Tentu saja >>>> rig segera dievakuasi dan BOP ditinggalkan di kepala >>>> sumur. Setelah itu, adalah cerita mengatasi banjir lumpur >>>> panas. >>>> >>>> Dari mana sumber lumpur itu ? Ini penafsiran saya >>>> berdasarkan hard data analisis lumpur, data geologi >>>> sumur, geologi regional, data seismik, dan >>>> analog dengan kejadian yang mirip2 di Porong (purba), >>>> Maumere, South Caspia, dan Peloponnesus Basin di Yunani. >>>> >>>> Yang tengah terjadi di Banjar Panji adalah ekstrusi >>>> liquefied clay yang berasal dari Upper Kalibeng clay di >>>> kedalalaman 4000-6000 ft yang terlikuifikasi akibat clay >>>> tersebut mengalami sediment failures, kehilangan shear >>>> strength-nya, kehilangan bearing capacity-nya. Semburan >>>> terjadi karena liquefied clay ini punya tekanan >>>> hidrostatik dan pore pressure, lapisan liquefied clay ini >>>> terpotong-potong sesar2 kecil (fissures) yang sampai ke >>>> permukaan. Sesar2 ini adalah vents, sekali menemukan >>>> vents maka akan terjadi release pressure agar terjadi >>>> equilibrium. Suatu liquefaction akan mengalami tiga macam >>>> failures : lateral spreads, flow failures, loss of >>>> bearing strength. Ini semua telah terjadi di Banjar >>>> Panji. >>>> >>>> Pertanyaannya : mengapa sampai tiba2 terjadi liquefaction >>>> ? Semua kasus liquefaction yang pernah dilaporkan terjadi >>>> dan pernah ditulis di paper2 >>>> atau textbook adalah karena adanya sudden cyclic >>>> shocks/sudden cyclic loads. Gempa adalah penyebab utama. >>>> Penyebab lain bisa storm waves, rock slides, influx >>>> ground water yang tiba2. >>>> >>>> Sebelum liquefaction, tanah atau litologi akan kompak dan >>>> punya daya dukung oleh pembebanan, secara mikroskopis, >>>> kompaksinya akan dihasilkan oleh grains to grains batuan >>>> yang saling bersentuhan, ia akan rigid, punya tekanan >>>> hidrostatik sebesar kedalaman lapisan ini terdapat, pore >>>> pressurenya akan terjaga di bawah hidrostatic pressure. >>>> Tetapi, bila ada >>>> sudden clyclic loads yang cukup besar, interstitial pore >>>> water akan bertambah tekanannya minimal menyamai >>>> hidrostatik pressure-nya, dan mulailah tekanan air dari >>>> pori mengganggu grain to grain touch lalu merusakkannya. >>>> Kompaksi langsung hilang, bearing capacity hilang, shear >>>> strength hilang, sediment failures, ia akan segera jadi >>>> dense slurry - bubur pekat- yang berkelakuan seperti >>>> fluida. >>>> >>>> Mengapa gempa bisa menyebabkan liquefaction ? Karena P >>>> dan S wave-nya akan mendistorsi struktur granular pori, >>>> sehingga ruang pori akan runtuh. Kolaps pori ini akan >>>> menghilangkan grain to grain contact (bayangkan bangunan >>>> rumah yang runtuh, di skala butiran batuan pun itulah >>>> yang terjadi). Kalau pori runtuh, terjadilah fluidisasi. >>>> Di samping itu, P wave diketahui meningkatkan pore water >>>> pressure pada setiap passage of shock waves. >>>> >>>> Dalam kasus Banjar Panji, saya percaya gempa Yogya >>>> mereaktivasi sesar2 di atas Prupuh di sekuen Mio-Pliosen >>>> sampai Plistosen (Semilir/Lower Kalibeng ? Upper >>>> Kalibeng, dan Pucangan). Gelombang gempa ini telah >>>> menjadi sudden cyclic loads memicu liquefaction di Upper >>>> Kalibeng kedalaman 4000-6000 ft karena sekuen inilah yang >>>> paling labil dan siap kehilangan bearing capacitynya. >>>> Lalu, liquefied clay ini menyembur ke permukaan via >>>> venting faults membawa H2S dari Prupuh carbonates yang >>>> baru terbuka karena terhubung oleh sesar juga. Apakah ada >>>> efek drilling operation dalam kasus semburan lumpur ini ? >>>> Harus ditanyakan dulu, apakah tumbukan bit atau overpull >>>> torque bisa menggenerasikan P dan S wave seperti yang >>>> digenerasikan earthquake yang akan membuat sediment >>>> failures ? >>>> >>>> Kesimpulan saya berbeda dengan Media Indonesia, kondisi >>>> geologi dan gempa lah yang lebih dominan mendorong >>>> ekstrusi lumpur di Banjar Panji. Tak ada lumpur >>>> disemburkan dari titik sumur, semua lumpur keluar dari >>>> sesar2 di sekelilingnya. Tentu, kegiatan drilling juga >>>> punya andil - tapi bukan faktor dominan. >>>> >>>> Di Yogyakarta, dilaporkan juga di rekahan2 baru yang >>>> merentang di jalan-jalan raya dan wilayah perumahan >>>> penduduk, terjadi ekstrusi lumpur. Liquefaction adalah >>>> gejala biasa suatu gempa. >>>> >>>> Kesimpulan saya tentu bisa berbeda dengan yang lain. >>>> Silakan dicermati. Hanya, bencana tetap bencana, saya >>>> juga sedih, kok >>>> berturut-turut,...dan >>>> saya melihat, tak akan mudah mengatasinya... >>>> >>>> Salam, >>>> awang >>>> >>>> -----Original Message----- >>>> From: Syaiful Jazan >>>> [mailto:[EMAIL PROTECTED] >>>> -----Original Message----- >>>> From: OK Taufik [mailto:[EMAIL PROTECTED] >>>> Sent: Tuesday, June 13, 2006 8:25 AM >>>> To: [email protected] >>>> Subject: Re: [iagi-net-l] 'Semburan' Lumpur dan gas >>>> didekat jaln tol SBY >>>> >>>> Diambil dari http://www.media-indonesia.com/ >>>> >>>> Bagian Komentar Editorial >>>> >>>> TRUE STORY-1 >>>> >>>> Mudah2an dengan tulisan ini bisa menjelaskan sejarah >>>> kejadiannya: Master plan untuk sumur ini adalah pada >>>> kedalaman 8500 Ft akan di set cassing dan di-cement, >>>> sehingga apabila terjadi semburan gas, kondisi sumur >>>> sudah aman karena arah semburan tdk akan ke formasi >>>> (menyamping) tapi bisa diarahkan ke atas dan semburan gas >>>> tsb mudah untuk di "kill" (kill well). Tetapi, pihak >>>> Lapindo tetap ngotot untuk terus ngebor sampai formasi >>>> limestone (gas) ditemukan tanpa memikirkan saftey-nya >>>> jika terjadi semburan. Dalam hitung2an bisnis >>>> artinya:masih ingin ketemu >>>> formasi gas yg lebih besar. Sampai kedalaman 9000Ft, >>>> pihak Lapindo diingatkan lagi untuk set casing karena >>>> semua orang di lokasi sudah ketar-ketir apabila terjadi >>>> semburan, blm ada proteksinya,lagi2, Lapindo >>>> menolaknya.Akhirnya di +/- 9200, terjadi loss >>>> total(indikasi telah masuk >>>> formasi gas) dan mulai terjadi kepanikan. Saat itupun >>>> sebenarnya keadaan >>>> masih bisa dikendalikan, harusnya langsung dipompakan >>>> cement untuk plug sumur, lagi2 Lapindo masih berpikir >>>> untuk menyelamatkan sumur yg sudah di bor dengan biaya >>>> $$$million. Jujur saja, untuk menghentikan semburan >>>> lumpur harus dilakukan pengeboran miring ke arah formasi >>>> gas tsb,utk proses ini akan butuh biaya $$$million dan >>>> baru bisa dilakukan setelah peralatan penunjang ada (rig, >>>> cement unit, dll), mungkin 3-4 bulan lagi,tergantung >>>> kecepatan Lapindo utk menyiapkan dana, teknisi, kontrak, >>>> dll untuk mulai pengeboran miring.Untuk mengaitkan gempa >>>> sbg >>>> penyebabnya >>>> adalah mungkin, tapi itu hanya 1% kemungkinannya.Mudah2an >>>> tulisan ini bisa memberikan gambaran secara lebih jujur >>>> ke media tanpa harus ada yg ditutup-tutupi. >>>> >> >> >> __________________________________________________ >> Apakah Anda Yahoo!? >> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan >> terbaik terhadap spam >> http://id.mail.yahoo.com >> >> --------------------------------------------------------------------->> >> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru >> ----- Call For Papers until 26 May 2006 >> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] >> --------------------------------------------------------------------->> To >> unsubscribe, send email to: >> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email >> to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: >> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net >> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------->> >> >> -- >> No virus found in this incoming message. >> Checked by AVG Free Edition. >> Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/362 - Release >> Date: 6/12/2006 >> >> >> -- >> No virus found in this outgoing message. >> Checked by AVG Free Edition. >> Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/362 - Release >> Date: 6/12/2006 >> >> >> --------------------------------------------------------------------->> >> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru >> ----- Call For Papers until 26 May 2006 >> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] >> --------------------------------------------------------------------->> To >> unsubscribe, send email to: >> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email >> to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: >> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net >> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------->> >> > > > > > > ---------------------------------------------------------------------> ----- > PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > > ---------------------------------------------------------------------> To > unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

