> Awang dan Rekans Pada e-mail yang saya posted pertama mengenai hal ini , saya sudah katakan bahwa penyelesaian-nya akan sulit . Dengan cara dan titik tolak pemikiran dan teknologi yang "applied" saja akan sangat sulit untuk dicarikan solusi mengenai sebab sebab hal ini terjadi. AKAN LEBIH sulit lagi kalau di "POLITISASI" , (saya khawatir sekali hal ini akan terjadi).
Semoga Pemerintah dapat bertindak tegas dan bijaksana . Kita sangat berkepentingan , karena saya percaya sekali bahwa di P.Jawa ini masih banyak prospek prospek yang memiliki cadangan hidrokarbon . Dus , penyelesaian kasus ini secara teknis , dan sosial kemasyarakatan , akan memberikan pengaruh positip atau negatip bagi aktifitas sektor hulu migas , khususnya di P Jawa. Sebagai profesional yang ber-etika , saya kira kita wajib untuk memberikan kesimpulan berdasarkan data dan titik tolak ilmiah yang kita yakini. Bisa berbeda ? Sangat bisa , akan tetapi perbedaan ini jangan didasarkan hanya atas kepentingan institusi kita bekerja. Ingat bahwa rakyat Indonesia saat ini sudah sangat kritis. Si-Abah ___________________________________________________________________________ Masalah penelitian untuk cost recovery ada saatnya nanti. Itu pun dalam > kewenangan BPMIGAS. Semua data tentu akan diteliti. Yang sekarang lebih > penting adalah memang penelitian dari mana sumber lumpur di permukaan itu. > Sebab, ini akan menentukan tindakan selanjutnya untuk mengatasinya. Kalau > dari kemarin2 sudah diketahui dengan pasti asal semburannya, tentu relieve > well telah dibor. Kalau kasusnya lain, dan ini mungkin yang berlaku untuk > Banjar Panji, tentu tak sesederhana itu. > > Semua tim bergerak, tim subsurface mencari asal sumber lumpur. Tim surface > menanggulangi semburan lumpur dengan menggali kali2 baru, membendung, dll. > Untuk informasi saja, ini tak sesederhana blow out Randublatung yang baru2 > ini terjadi. > > Salam, > awang > > -----Original Message----- > From: heri ferius [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, June 13, 2006 4:20 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Informasinya benar (Banjar Panji Mud-Extrusion) > > Catatan saya dari berberapa milis ini: > 1. Sayang sekali info FS dimana @ .....DD ?. > 2. Apakah di Banjar Panji adalah ekstrusi liquefied clay yang berasal dari > Upper Kalibeng clay di kedalalaman 4000-6000 ft apa sudah dicover oleh > casing ?. > 3. Dari hasil LOT di shoe casing terakhir dan perjalanan profil MW versud > depth menunjukkan tak perlu set casing baru di sekuen bawahnya , sementara > LOT hanya dilakuan beberapa feet dibawah FS, bukan berarti aman sampai > target. > 4. Sampai kedalaman 9000Ft, pihak Lapindo diingatkan lagi untuk set casing > karena semua orang di lokasi sudah ketar-ketir apabila terjadi semburan, > blm > ada proteksinya, lagi2, Lapindo menolaknya. > 5. Akhirnya di +/- 9200, terjadi loss total (indikasi telah masuk formasi > gas), tentu akan terjadi instabilitas lobang bor terutama pada clay > Kalibeng > . > 6. Saat itupun sebenarnya keadaan masih bisa dikendalikan, harusnya > langsung > dipompakan cement untuk plug sumur, lagi2 Lapindo masih berpikir untuk > menyelamatkan sumur yg sudah di bor. > 7. Apa di cement plug secara kontinue sampai kedalam casing, sebelum di > Abandoned?. Bila tidak, tentu pressure dari bawah sebagai pendorong bisa > connect dengan liquefied clay dr Kalibeng dan akan menerus ke fracture2 > yang > menerus sampai ke permukaan. > 8. Sekarang rig sudah keluar, yang bisa dilakukan hanya meneliti ?, > sementara lumpur panas liquefied clay terus mengalir dan dialirkan ke > ....????? > > Semoga diteliti seobjekif mungkin, apalagi menyangkut cost recovery, > kasihan > rakyat, korban gempa saja belum dapat ini itu. > > Salam > HF 1393 > > > ----- Original Message ----- > From: "Budi Brahmantyo" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Tuesday, June 13, 2006 1:59 PM > Subject: RE: [iagi-net-l] Informasinya benar (Banjar Panji Mud-Extrusion) > > >> Hm...setahu saya likuefaksi umumnya hanya terjadi pada pasir yang jenuh >> air, tidak pada lumpur, dan biasanya hanya terjadi saat digoncang gempa. >> Setelah goncangan hilang, ia akan kembali menjadi pasir yang pasif. >> Lumpur panas yang terus mengalir karena likuefaksi? Terlalu mencari >> alasan... >> >> BB >> >> >>> Informasinya belum tentu benar ? Tak ada yang serakah. Media massa >>> memang sumber informasi, tetapi belum tentu akurat. >>> >>> Kemarin sore, pukul 16.00, datang telepon dan sms dari Metro TV untuk >>> mewawancarai saya di acara mereka pukul 18.00 tentang semburan lumpur >>> di >>> sumur Banjar Panji-1 Lapindo Brantas. Tetapi, terpaksa saya tolak >>> karena >>> pada saat yang sama tim BPMIGAS dan Lapindo mesti ke Komisi VII DPR >>> untuk urusan yang sama. >>> >>> Apa yang tengah terjadi dengan semburan lumpur di Banjar Panji-1 ? >>> Tidak >>> ada yang bisa memastikan, sehingga penanganannya pun tak semudah blow >>> out seperti yang pernah terjadi di beberapa sumur (Randublatung, >>> Pasirjadi, Anggur, dll.). Mari kita lihat faktanya dulu. >>> >>> Kita punya fakta-fakta : lumpur yang tersembur adalah lumpur subsurface >>> (bukan lumpur pengeboran), analisis nannofosil di lumpur menunjukkan >>> umur sekitar Pliosen - sama dengan kandungan fosil di kedalaman >>> 2000-6000 ft di sumur tersebut, ppm cloride sekitar 10.000, lumpur >>> mengandung material volkanik, di awal2 semburan lumpur mengeluarkan gas >>> H2S, temperatur lumpur sekitar 40-50 deg C. Saat kejadian gempa Yogya >>> 27 >>> Mei 2006, dua stasiun BMG di Surabaya mencatat goncangan di Surabaya >>> II-III MMI dengan momen magnitude 3-3.9 Mw (skala Richter lebih kecil >>> sedikit); di stasiun Karangkates tercatat III-IV MMI dengan magnitude >>> 4-4.9 Mw. Data seismik regional di wilayah ini menunjukkan beberapa >>> gejala diapir. Ada lima titik semburan lumpur dan semuanya di luar >>> titik >>> sumur, permulaan semburan terjadi sejak Senin 29 Mei 2006-Kamis 1 Juni >>> 2006. >>> >>> Sesar regional di wilayah ini adalah strike-slip berarah BD-TL yang >>> memotong sampai ujung barat Madura dan ke selatan sampai ke Pegunungan >>> selatan. Flower structuring bisa diinterpretasikan terjadi juga di >>> wilayah Banjar Panji. Mengapa BPMIGAS dua tahun lalu menyetujui >>> pemboran >>> sumur ini ? Karena : sumur ini merupakan sumur pertama yang akan dibor >>> Lapindo Brantas untuk mengetes deep prospect di Kujung I atau Prupuh >>> reef, petroleum system-nya memenuhi syarat, analogue discoveries sudah >>> sangat banyak (Banyu Urip, Mudi, Sukowati, BD, dll.), kalau sumur ini >>> sukses rentetan implikasi kesuksesannya akan panjang. Drilling hazard ? >>> Ada tentu, overpressure dari diapir dan kita sudah tau sebab ini >>> wilayah >>> rapid sedimentation di sekuen Pliosen. >>> >>> Sumur dibor, ada beberapa hambatan overpressure, tetapi bisa diatasi. >>> Set casing, hasil LOT di shoe casing terakhir dan perjalanan profil MW >>> versud depth menunjukkan tak perlu set casing baru di sekuen bawahnya >>> sampai menembus target utama Prupuh (Set casing begitu masuk target >>> karbonat sudah sangat biasa dilakukan di Salawati Basin, no problem). >>> Target utama Prupuh ditembus (mungkin sudah tembus, walaupun turun >>> cukup >>> signifikan dibandingkan prognosis) dan loss (biasa terjadi kan di >>> porous >>> reef yang baru terbuka). Sumur distop mengatasi loss dan beberapa >>> pekerjaan pipe sticking. Lalu keluarlah semburan lumpur, gas, air >>> pertama beberapa ratus meter dari kepala sumur, saat itu sudah dua hari >>> lewat gempa Yogya. Dan semburan2 pun berentet terjadi sampai lima >>> lokasi >>> membentuk deretan yang lebih kurang BBD-TTL. Tentu saja rig segera >>> dievakuasi dan BOP ditinggalkan di kepala sumur. Setelah itu, adalah >>> cerita mengatasi banjir lumpur panas. >>> >>> Dari mana sumber lumpur itu ? Ini penafsiran saya berdasarkan hard data >>> analisis lumpur, data geologi sumur, geologi regional, data seismik, >>> dan >>> analog dengan kejadian yang mirip2 di Porong (purba), Maumere, South >>> Caspia, dan Peloponnesus Basin di Yunani. >>> >>> Yang tengah terjadi di Banjar Panji adalah ekstrusi liquefied clay yang >>> berasal dari Upper Kalibeng clay di kedalalaman 4000-6000 ft yang >>> terlikuifikasi akibat clay tersebut mengalami sediment failures, >>> kehilangan shear strength-nya, kehilangan bearing capacity-nya. >>> Semburan >>> terjadi karena liquefied clay ini punya tekanan hidrostatik dan pore >>> pressure, lapisan liquefied clay ini terpotong-potong sesar2 kecil >>> (fissures) yang sampai ke permukaan. Sesar2 ini adalah vents, sekali >>> menemukan vents maka akan terjadi release pressure agar terjadi >>> equilibrium. Suatu liquefaction akan mengalami tiga macam failures : >>> lateral spreads, flow failures, loss of bearing strength. Ini semua >>> telah terjadi di Banjar Panji. >>> >>> Pertanyaannya : mengapa sampai tiba2 terjadi liquefaction ? Semua kasus >>> liquefaction yang pernah dilaporkan terjadi dan pernah ditulis di >>> paper2 >>> atau textbook adalah karena adanya sudden cyclic shocks/sudden cyclic >>> loads. Gempa adalah penyebab utama. Penyebab lain bisa storm waves, >>> rock slides, influx ground water yang tiba2. >>> >>> Sebelum liquefaction, tanah atau litologi akan kompak dan punya daya >>> dukung oleh pembebanan, secara mikroskopis, kompaksinya akan dihasilkan >>> oleh grains to grains batuan yang saling bersentuhan, ia akan rigid, >>> punya tekanan hidrostatik sebesar kedalaman lapisan ini terdapat, pore >>> pressurenya akan terjaga di bawah hidrostatic pressure. Tetapi, bila >>> ada >>> sudden clyclic loads yang cukup besar, interstitial pore water akan >>> bertambah tekanannya minimal menyamai hidrostatik pressure-nya, dan >>> mulailah tekanan air dari pori mengganggu grain to grain touch lalu >>> merusakkannya. Kompaksi langsung hilang, bearing capacity hilang, shear >>> strength hilang, sediment failures, ia akan segera jadi dense slurry - >>> bubur pekat- yang berkelakuan seperti fluida. >>> >>> Mengapa gempa bisa menyebabkan liquefaction ? Karena P dan S wave-nya >>> akan mendistorsi struktur granular pori, sehingga ruang pori akan >>> runtuh. Kolaps pori ini akan menghilangkan grain to grain contact >>> (bayangkan bangunan rumah yang runtuh, di skala butiran batuan pun >>> itulah yang terjadi). Kalau pori runtuh, terjadilah fluidisasi. Di >>> samping itu, P wave diketahui meningkatkan pore water pressure pada >>> setiap passage of shock waves. >>> >>> Dalam kasus Banjar Panji, saya percaya gempa Yogya mereaktivasi sesar2 >>> di atas Prupuh di sekuen Mio-Pliosen sampai Plistosen (Semilir/Lower >>> Kalibeng ? Upper Kalibeng, dan Pucangan). Gelombang gempa ini telah >>> menjadi sudden cyclic loads memicu liquefaction di Upper Kalibeng >>> kedalaman 4000-6000 ft karena sekuen inilah yang paling labil dan siap >>> kehilangan bearing capacitynya. Lalu, liquefied clay ini menyembur ke >>> permukaan via venting faults membawa H2S dari Prupuh carbonates yang >>> baru terbuka karena terhubung oleh sesar juga. Apakah ada efek drilling >>> operation dalam kasus semburan lumpur ini ? Harus ditanyakan dulu, >>> apakah tumbukan bit atau overpull torque bisa menggenerasikan P dan S >>> wave seperti yang digenerasikan earthquake yang akan membuat sediment >>> failures ? >>> >>> Kesimpulan saya berbeda dengan Media Indonesia, kondisi geologi dan >>> gempa lah yang lebih dominan mendorong ekstrusi lumpur di Banjar Panji. >>> Tak ada lumpur disemburkan dari titik sumur, semua lumpur keluar dari >>> sesar2 di sekelilingnya. Tentu, kegiatan drilling juga punya andil - >>> tapi bukan faktor dominan. >>> >>> Di Yogyakarta, dilaporkan juga di rekahan2 baru yang merentang di >>> jalan-jalan raya dan wilayah perumahan penduduk, terjadi ekstrusi >>> lumpur. Liquefaction adalah gejala biasa suatu gempa. >>> >>> Kesimpulan saya tentu bisa berbeda dengan yang lain. Silakan dicermati. >>> Hanya, bencana tetap bencana, saya juga sedih, kok >>> berturut-turut,...dan >>> saya melihat, tak akan mudah mengatasinya... >>> >>> Salam, >>> awang >>> >>> -----Original Message----- >>> From: Syaiful Jazan [mailto:[EMAIL PROTECTED] >>> -----Original Message----- >>> From: OK Taufik [mailto:[EMAIL PROTECTED] >>> Sent: Tuesday, June 13, 2006 8:25 AM >>> To: [email protected] >>> Subject: Re: [iagi-net-l] 'Semburan' Lumpur dan gas didekat jaln tol >>> SBY >>> >>> Diambil dari http://www.media-indonesia.com/ >>> >>> Bagian Komentar Editorial >>> >>> TRUE STORY-1 >>> >>> Mudah2an dengan tulisan ini bisa menjelaskan sejarah kejadiannya: >>> Master plan untuk sumur ini adalah pada kedalaman 8500 Ft akan di set >>> cassing dan di-cement, sehingga apabila terjadi semburan gas, kondisi >>> sumur sudah aman karena arah semburan tdk akan ke formasi (menyamping) >>> tapi bisa diarahkan ke atas dan semburan gas tsb mudah untuk di "kill" >>> (kill well). Tetapi, pihak Lapindo tetap ngotot untuk terus ngebor >>> sampai formasi limestone (gas) ditemukan tanpa memikirkan saftey-nya >>> jika terjadi semburan. Dalam hitung2an bisnis artinya:masih ingin >>> ketemu >>> formasi gas yg lebih besar. Sampai kedalaman 9000Ft, pihak Lapindo >>> diingatkan lagi untuk set casing karena semua orang di lokasi sudah >>> ketar-ketir apabila terjadi semburan, blm ada proteksinya,lagi2, >>> Lapindo >>> menolaknya.Akhirnya di +/- 9200, terjadi loss total(indikasi telah >>> masuk >>> formasi gas) dan mulai terjadi kepanikan. Saat itupun sebenarnya >>> keadaan >>> masih bisa dikendalikan, harusnya langsung dipompakan cement untuk plug >>> sumur, lagi2 Lapindo masih berpikir untuk menyelamatkan sumur yg sudah >>> di bor dengan biaya $$$million. Jujur saja, untuk menghentikan semburan >>> lumpur harus dilakukan pengeboran miring ke arah formasi gas tsb,utk >>> proses ini akan butuh biaya $$$million dan baru bisa dilakukan setelah >>> peralatan penunjang ada (rig, cement unit, dll), mungkin 3-4 bulan >>> lagi,tergantung kecepatan Lapindo utk menyiapkan dana, teknisi, >>> kontrak, >>> dll untuk mulai pengeboran miring.Untuk mengaitkan gempa sbg >>> penyebabnya >>> adalah mungkin, tapi itu hanya 1% kemungkinannya.Mudah2an tulisan ini >>> bisa memberikan gambaran secara lebih jujur ke media tanpa harus ada yg >>> ditutup-tutupi. >>> > > > __________________________________________________ > Apakah Anda Yahoo!? > Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap > spam > http://id.mail.yahoo.com > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > -- > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/362 - Release Date: 6/12/2006 > > > -- > No virus found in this outgoing message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/362 - Release Date: 6/12/2006 > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

