> <.web.id//or.id> > Cuman sayangnya kalau di IDNIC kita daftar walau hanya dengan berbekal > no.ktp entah itu ktp sendiri atau karangan, bisa saja tuh > <IDNIC beda ama domreg lain Lagi>, Orang cuman berbekal akses > Rp 2500 dari > warnet konek ke website IDNIC kemudian register juga bisa > dapet domain.
Apa sudah ada pengecekan KTP online? =) Kalo sudah ada, pasti bisa. Ini kan masalah keterbatasan sistem saja. Yang penting, si pengguna domain sudah memberikan nomor KTP nya. Kalo di belakang hari ketahuan kalo itu KTP palsu? Ya IDNIC berhak mencabut domain tsb. Sederhana kan? Kok mesti repot. > Nah apakah kita sebagai masyarakat tidak punya tanggung jawab dalam > persoalan masalah ketertiban masyarakat?. Wah repot! :> > Untung banyak masyarakat indonesia belum kenal internet. Wah, ini entar ujung2nya mau dibawa kemana? Apakah tidak ada hukum yg mengatur ketertiban masyarakat? Apa masyarakat sendiri yg harus turun tangan menertibkan orang lain? Hukum rimba dong? Contoh di dunia nyata, penggrebekan "warung remang2" oleh masyarakat. Apakah sebenarnya *secara hukum* hal ini bisa dibenarkan? Tentu tidak. Tapi si pelaksana penggrebekan kan bisa dengan tenang bilang "Lho, saya kan juga bertanggung jawab terhadap masalah ketertiban". Lantas, apa gunanya hukum? > Jika seorang provokator dalam sebuah kerusuhan ditangkap > kenapa site yang berisi provokasi tidak ditutup?. Bukankah sama-sama > mempunyai content yg sama. Ya, tapi provokator ditangkap oleh siapa? Polisi kan? Ya sudah, hukumnya sama dong. Provokator di website juga ditangkap oleh polisi. Ingat, IDNIC bukan polisi. - irving _______________________________________________ Idnic mailing list [EMAIL PROTECTED] http://www.idnic.net.id/cgi-bin/mailman/listinfo/idnic

