Diteruskan ke mailing list...
----- Message transféré ---- De : zanni marjana <[email protected]> À : Puguh <[email protected]> Envoyé le : Jeu 3 juin 2010, 9h 26min 46s Objet : Bls: [indobackpacker] Re: Merefleksi Oleh-oleh, Souvenirs dan Buah Tangan Dear Teman2, Boleh nimbrung? Oleh2 bagi saya kok jadi keharusan ya. Kadang saya jadi sebal juga tidak bisa menolak tapi juga tidak enak memakai jurus tangan kosong, kalau perjalanan menyenangkan mencari oleh2 juga senang kalau pas sudah letih akibat perjalanan yg terhambat titipan oleh2 seperti pisau menusuk dan memberatkan perjalanan, biaya beli oleh2 ternyata gedhe juga. Belum lagi yg minta oleh2 teman kantor, customer, saudara istri, saudara sendiri, tetangga, kalo satu, dua okelah kalau banyak segitu mana tahan? Baru-baru ini dari travelling dan karena waktunya mepet akhirnya coklat yg jadi andalan dan orang yg minta oleh2 komentarnya begitu menyakitkan:'' oleh2 kok cuma coklat" duuh padahal coklat gitu juga sulit ditemukan disini( batin saya kok teganya sih komentar gitu). Kadang saya merahasiakan perjalanan saya, tapi tetap ketahuan juga karena teman kantor mengabarkan kalau lagi travelling. Jadi tetap saja harus siap2 bawa oleh2. Sementara pekerjaan saya sering menyebabkan perjalanan dinas kalau ada yang minta kalao sempat yaa beli kalau nggak yaa harap maklum. Perjalanan dinas itu sudah bikin capek, menjauhkan keluarga, memperbanyak pengeluaran pulsa ditambah oleh2 bikin ribet. Kalau travelling karena cuti sebisanyalah saya bawakan oleh2. Kadang kalau memang waktunya longgar dg senang hati akan saya sisihkan dana buat oleh2. Oleh2 adalah sebagian bentuk perhatian bagaimanapun perhatian kecil ke lingkungan sekitar itu penting, sebagian bentuk pengikat silaturahmi, sayang dan menganggap mereka ada. Orang yang tidak pernah memberi perhatian ke orang lain berarti orang itu tidak sayang dirinya sendiri. Salam Zanni ________________________________ [Non-text portions of this message have been removed]
