Temans; Yang pasti kalo beli oleh2 dibeberapa tempat, harus pilih-pilih yang bener2 khas daerah tersebut.
Membandingkan pasar kerajinan tangan: kathmandu, luang prabang, hanoi, jogja, dan ubud; cukup mengagetkan bahwa banyak desain yang sebelas dua belas. Sebel aja, udah susah nawar, bawa berat-berat, pas sampai disini ternyata banyak yang jual. Yang dari kain, misalnya celana komprang, tas 'bikhu', sarung bantal, bed cover kurang lebih sama modelnya. Tapi di luang prabang, insertnya adalah kain motif hmong, di jogja: batik. Yang saya ingat betul adalah produk kayu berupa ukiran kodok yang dipunggungnya dibuat bergerigi, sehingga kalau tongkat kayu dilewatkan diatasnya akan berbunyi seperti kodok ngorek. Saya pernah melihatnya di jual di luang prabang, hanoi, jogja dan ubud. Tabik; puguh --- In [email protected], "Yudha" <antiyu...@...> wrote: > > Halo, > > Saya juga mau ikutan partisipasi wacana ini. > > Mungkin Saya salah satu dari orang-orang yang tidak terlalu suka membeli oleh > jika travelling. Hal ini mungkin di sebabkan Saya tidak mau repot menambah > barang bawaan dan juga karena orang tua Saya juga tidak terbiasa membeli > oleh2 jika travelling - hal ini membentuk mind set jika oleh2 tidaklah > terlalu penting. > > Bahkan jika Saya travelling ke daerah atau negara lain, barang2 yang Saya > beli seperti baju, sepatu, pakaian lain - Saya gunakan saat Saya travelling > tsb..hehe. > > Tapi Saya setuju bila kita hendak beli oleh2 untuk orang lain, Saya lebih > prefer untuk membeli makanan, karena terasa lebih berguna dibanding barang. > Hey, tp itu hanya pendapat Saya karena pada kenyataannya jika ada kerabat > datang dari luar negeri dan memberi oleh2 gantungan kunci, Saya pun tidak > menolak..hehe. > > Terima kasih. > Yudha. > > > >
