Assalamualaikum wr. Wb (bagi yg beragama Islam) dan Salam Sejahtera (bg yg non
Muslim)
Pada umumnya (bahkan semua Backpacker) pasti setuju bahwa Kualitas itu penting
daripada kuantitas, tp perlu kita sadari bahwa Kuantitas dan Kualitas adalah
2hal yg tidak bisa dipisahkan namun harus dibedakan. Buktinyan, kita bosan
mendengar istilah ini (tp bener jg kn?) " Kuantitas belum tentu Kualitas, dan
sebaliknya. Namun jika kita lihat lebih dalam lagi bahwa SEHARUSNYA Kuantitas
dibarengi jg dg Kualitas, tp Kualitas lum tentu dibarengi dg Kuantitas.
Karena semakin banyak orang melakukan sesuatu pekerjaan, tentu smakin banyak
dia memperoleh pengetahuan ttg apa yg telah dikerjakannya tsb, atau bisa
disebut smakin baik kualitasnya. Contoh, smakin banyak seseorang melakukan
pejalanan/berpetualangan, SEHARUSNYA smakin banyak pula pengetahuan ttg apa YG
SUDAH dia peroleh dr perjalanannya tsb (yg kita sebut kualitas). Saya rasa itu
sudah menjadi Logika.
Contoh lg..Perusahaan akan memilih orang yg BERPENGALAMAN daripada orang
PINTAR. itu bisa anda liat di bursa lowongan, yg dicari adalah yg berpengalman,
yg lulusan di Universitas terkemuka boleh nglamar, tp ga diprioritaskan. emg
sech org pinter itu bisa dipoles jd org berpengalman, tp org berpengalaman akan
terpoles s dg sendirinya.
Dari 2 contoh tersebut bisa disimpulkan bahwa:
- SEHARUSNYA seseorang yg banyak melakukan perjalanan/petualangan memilki BAYAK
PENGETAHUAN / PENGALAMAN
- Kuantitas semestinya DIBARENGI dg Kualitas
Sebenarnya saya sendiri Bukan Backpaker Sejati spt Anda semua. Backpack aj ga
punya, pokoknya backpacker tools ga punya 1pun. Pengalaman Adventure cm sbatas
Bali, Suroboyo, Jogja, Malaysia, dan kotaQ sendiri - Pasuruan. .hehehhe. tp aq
pergi ke kota2 tsb dg biaya yg sangat terbatas. coz emg aq bukan tipe org mampu
en org yg punya banyak waktu buat berpetualang. Kalopn ada uang, tupun aq
prioritaskan buat nyenengin saodar, hehehehe. Tapi bagaimanapun jg, Naluri
petualangan masih on fire di dalam Jiwa (lebay mode-on).
Dari semua teori saya dan teman2 backpacker adalah benar. Namun itu semua
Kemabali ke Pribadi masing2 atau tergantung Orangnya ( Ungkapan yg SELALU
berada di akhir perkataan dan tidk pernah ter bantahkan, heehehe )
[Non-text portions of this message have been removed]