Waalaikum salam WR WB
 
Saya setuju Pak, saya dianggap teman2 tidak menginjak ke Bumi.
Karena saya katakan Visi kita harus jauh kedepan yaitu SURGA Yang Luasnya 
Seluas Langit dan Bumi. Mempunyai Teknologi Tinggi Apa yang di HATI kita 
inginkan Tercapai
Tak ada perang, sakit hati, selau DAMAI, MAJU TERUS. Surga aja terus berkembang 
apalagi Dunia yang belum apa2.
 
Dengan Visi kita SURGA, kita tidak perlu korupsi, tak perlu memusuhi Malaysia, 
Amerika, kita bisa maju bersama. 
 
Insya ALLAH saya sedang menulis buku yang ditunggu teman2, cuma yaitu saya 
sibuk terus, mudah2an saya di IRAN sekarang bisa sambil nulis, walaupun saya 
banyak kerjaan.
 
Kami kerja sama dengan IRAN memebuat TActical CARGO, kami diminta sebagai 
Consultannya dan membantu Mereka dan dibayar. Habis Bangsa Indonesia kurang 
perhatian kepada Industri Sendiri ya kita bantu orang lain.
 
 
Salam
Oentoeng SD/ SI-77

--- On Fri, 2/27/09, Satria Iman Pribadi <[email protected]> wrote:

From: Satria Iman Pribadi <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
To: [email protected]
Date: Friday, February 27, 2009, 6:50 PM

Assalamu'alaikum w.w.

Ingin kontribusi sedikit
Mungkin yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah dalam segi apa Barat lebih
maju?. Kalau tidak jelas, sulit jika kita ingin mengejar. 

Jawabnya tentunya : "Dalam segi kemakmuran dan dalam segi ilmu
pengetahuan". Hal ini berdampak pada banyak lapangan kehidupan, seperti
juga persenjataan, karena senjata adalah hasil inovasi ilmu pengetahuan dan
kemampuan membuat atau membelinya.

Dalam hal ibadah agama, mungkin orang Indonesia lebih beragama. Dalam hal
ketenangan hidup, muingkin orang Indonesia bisa merasa lebih tenang, meskipun
hidup sederhana.

Nah persoalannya, orang Indonesia umumnya tidak menjadikan kemakmuran dengan
standard tinggi dan tingkat kemajuan yang tinggi sebagai soal prinsip dalam
hidup. Banyak yang masih berprinsip "Ojo neko-neko", "mangan ora
mangan yang penting ngumpul". 

Bagi petani, jika masih cukup untuk makan, itu sudah cukup. Punya lahan 1 ha
itu sudah banyak. Transmigrasi juga dijatah hanya 2 ha. 

Bagaimana di luar barat?. Standard untuk pertanian yang dibolehkan minimal
ratusan acre. Pertanian baru dianggap petani jika memakai beberapa mesin
pertanian. Petani yang sukses adalah yang punya lahan ribuan ha. Di Indonesia,
punya lahan sepuluh ha sudah dianggap sangat kaya dan luar biasa.

Jadi yang jadi persoalan utama adalah standard hidup yang jadi patokan rakyat
Indonesia sangat rendah. Gaji 3-5 juta dianggap sudah lumayan. Gaji 40 juta
sudah dianggap layak jadi CEO perusahaan lumayan besar. Padahal di Barat, gaji
rendah adalah 2000 dollar, atau setara 20 juta. Gaji sedeang adalah 5000-7000
dollar. gaji pimpinan atau CEO pasti di atas 20.000 dollar. Sekali lagi standard
yang kita anggap layak adalah sangat rendah. 

Karena pendapatan standard tinggi ini berdampak pada pajak dan penghasilan
negara yang tinggi. GNP Indonesia hanya 1000 dollar, GNP Amerika dan
negara-negara eropa rata-rata 30.000-40.000 dollar. Jelas anggaran negara mereka
30-sampai 40 kali lebih besar. Jadi mereka bisa membuat dan mengambangkan dengan
kemampuan 30-40 kali Indonesia. 

Soal attitude, soal kejujuran, dan soal moral lainnya, bukan hal yang sangat
rendah kita. Tapi soal standard kita yang rendah lha yang membuat kita tidak
bisa mengejar mereka. Termasuk juga soal standard moral yang juga mungkin
rendah. 

Demikian sementara
Wassalam
Satria



--- On Sat, 2/28/09, Susanto Panggah <[email protected]> wrote:

> From: Susanto Panggah <[email protected]>
> Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
> To: [email protected]
> Date: Saturday, February 28, 2009, 8:38 AM
> Kalau inferiority complex, sy kira terkait dengan
> ketidakmengertian
> kita akan jatidiri kita sendiri, yang secara akumulasi ya
> menjadi jati diri
> bangsa.
> 
> Kalimat bijak yang terkait dengan KEPERCAYAAN DIRI dibawah
> ini mungkin baik
> untuk kita renungkan:
> 
> "Banyak orang yang mengucapkan kebijaksanaan
> 'manusia harus percaya kepada
> diri pribadi', tetapi sebenarnya banyak yang tidak
> mengerti, mana yang
> disebut diri pribadi, dan bagaimana caranya agar manusia
> tetap percaya
> dengan sebulat hati kepada diri sendiri. Kebanyakan yang
> diketahui
> adalah *dirinya
> yang tidak kekal*, dikira itulah yang menjadi Pemimpin dan
> Penuntunnya
> Sejati"
> 
> *Dirinya yang tidak kekal* inilah yang menjadi semacam
> berhala yaitu idaman
> yang bersifat fana seperti benda2, jimat2, kemudian yang
> bersifat halus
> kekayaan, kemasyhuran, kewibawaan, kecantikan dll yang
> dapat menjadi rusak,
> hilang atau mati. Termasuk sebenarnya *gugon tuhon,
> *seperti percaya hari
> baik, hari buruk, sebangsa ramalan perbintangan dll. Lha
> secara de facto,
> di bawah sadar sebagian masyarakat  kita masih percaya pada
> hal2 semacam
> itu, contoh yang paling gres ya kasus Ponari itu, dalam
> waktu singkat dalam
> jumlah ribuan manusia berkumpul, ngalap berkah kesaktian
> batu Ponari.Dikira
> itu tidak punya akibat terhadap kejiwaan.
> 
> Sy kira itulah akar permasalahan sehingga seseorang atau
> bangsa menderita
> inferior complex, bukan karena belanda, inggris, jepang
> dll. Kalau itu mah
> sudah dari sononya.
> 
> Demikian, mudah2an berkenan
> 
> 
> Salam
> 
> PS
> 
> 
> On 2/28/09, Basuki Suhardiman <[email protected]>
> wrote:
> >
> >
> >
> > Betul mas ,
> > termasuk jujur kalau kita memang inferior ...sering
> iri  , dengki
> > justru kata-kata jujur ini sengaja di 'erase'
> dengan sedemikian rupa
> > dan kata-kata 'iri' , inlander , dengki justru
> dikuatkan ...
> >
> > sehingga kita mengalami 'genetic defect'
> puluhan abad ...
> >
> >
> >
> > "free to speak my mind anywhere "
> >
> > On Sat, 28 Feb 2009, Susanto Panggah wrote:
> >
> >  Betul sekali Bung, tidak ada hubungannya antara ras
> dan kreatifitas yang
> >> membentuk peradaban, tetapi lebih banyak berkaitan
> dengan attitude atau
> >> karakter suatu bangsa.  Karakter inilah  yang
> diwariskan secara turun
> >> temurun dari suatu ras atau bangsa, yang kemudian
> membedakan bangsa
> >> tersebut
> >> mampu membangun peradaban yang adiluhung, atau
> sebaliknya. Salah satu
> >> unsur
> >> karakter yang mampu membentuk peradaban adiluhung
> adalah sifat jujur
> >> disamping sifat tekun serta sifat2 baik lainnya.
> Untuk membangun karakter
> >> yang baik itu tidak dapat dilakukan dalam waktu
> semalam, tetapi memerlukan
> >> upaya yang keras  disertai keyakinan yang teguh,
> dan jangka panjang  dari
> >> generasi ke generasi.
> >>
> >> Kalimat bijak yang berkaitan JUJUR dibawah ini
> mungkin dapat menjadi
> >> renungan kita bersama:
> >>
> >> "Arti pokok jujur, menepati janji atau
> menepati kesanggupan, baik yang
> >> telah
> >> terlahir dalam kata-kata maupun yang masih dalam
> hati (niat), itu sama
> >> saja.
> >> Jadi seseorang yang tidak menepati niatnya,
> berarti mendustai batinnya
> >> sendiri".
> >>
> >> Bagaimana seseorang akan menjadi profesional  dan
> dipercaya dalam deal apa
> >> saja kalau tidak pernah mau menepati janji .....
> >>
> >> "Belajarlah bersikap jujur, sebab kejujuran
> mendatangkan keadilan,
> >> sedangkan
> >> keadilan menuntun ke kemuliaan abadi. Jujur
> memberikan keberanian serta
> >> ketenteraman hati, juga mennyucikan hati, lagipula
> membuat tulusnya budi
> >> pekeri (tabiat). Seseorang mustahil dapat memeluk
> agama dengan sempurna,
> >> apabila lidahnya juga tidak suci. Teguhlah dalam
> kebenaran, sekalipun
> >> kejujuranmu dapat merugikanmu, serta jangan pula
> berdusta, walau dustamu
> >> dapat menguntungkanmu"
> >>
> >> Jadi cukup berat juga syarat kejujuran itu, maka
> ditekankan dalam kalimat
> >> itu BELAJARLAH .....
> >>
> >> "Hanya barang siapa berkata jujur, serta
> bertindak sesuai dengan
> >> kenyataan,
> >> artinya berbuat benar, orang itu sungguh dapat
> sempurna. Orang bodoh yang
> >> jujur adalah lebih baik daripada orang pandai yang
> lancung"
> >>
> >> Nah Loe, ternyata tidak ada hubungannya dengan IQ,
> ternyata orang pintar
> >> yang lancung malah merusak peradaban, tentu saja
> orang pintar yang jujur
> >> jauh lebih baik dari pada orang bodoh  apalagi
> orang bodoh yang lancung he
> >> he
> >>
> >> Demikian mudah2an berkenan
> >>
> >> Salam
> >>
> >>
> >> PS TK77
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> On 2/27/09, yorga effendi
> <[email protected]> wrote:
> >>
> >>>
> >>>  abang irsal,
> >>>
> >>> masalah hari ini bangsa indonesia sedang
> terpuruk, saya yakin bukan
> >>> gara-gara secara genetik ras bangsa indonesia
> (melayu) lebih buruk dari
> >>> bangsa lain (sebut saja ras yahudi). Tapi
> lebih ke masalah attitude yang
> >>> tidak memungkinkan peradaban berkembang.
> >>>
> >>> saya pernah mendapat slide presentasi yang
> mengatakan bahwa tidak ada
> >>> hubungan antara ras dengan tingkat IQ. tidak
> ada hubungan antara jenis
> >>> kelamin dengan IQ,  dst. Namun kenapa ada
> negara2 tertentu yang maju
> >>> sedangkan negara2 lain terbelakang. Jawabnya
> ternyata ada di attitude.
> >>>
> >>> sikap2 seperti menghargai waktu, bekerja
> keras, gemar menabung, senang
> >>> belajar, dan terutama jujur ada pada mayoritas
> penduduk di negara2 maju.
> >>> sedangkan di negara2 terbelakang sikap2 itu
> bukannya tidak ada, tapi
> >>> masih
> >>> jadi minoritas. Itu saja! (sayangnya belum
> saya temukan filenya kalau ada
> >>> yang punya please share)
> >>>
> >>> Jika secara mental sudah yakin kalah, maka
> tidak akan pernah bisa menang.
> >>> Persis seperti Bani Israil yang menolak
> memasuki tanah yang dijanjikan
> >>> karena "mental budak" yang terbangun
> selama di mesir. Padahal mereka
> >>> dijamin
> >>> PASTI menang oleh Tuhan (bayangkan Tuhan
> langsung yang menjamin, tapi si
> >>> yahudi itu tetap ga yakin). Butuh 40 tahun
> (alias menunggu pergantian
> >>> satu
> >>> generasi) agar "mental budak" itu
> hilang. (silakan merujuk ke surat
> >>> Al-baqarah untuk kejalasan)
> >>>
> >>> Nah sekarang pertanyaannya, apakah setelah 65
> tahun merdeka dari belanda,
> >>> "mental budak", "mental
> inlander", "mental bangsa terjajah" atau
> apapun
> >>> itu,
> >>> masih ada di dalam diri kita???
> >>>
> >>> You know the answer :-)
> >>>
> >>> best regards,
> >>> Yorga
> >>>
> >>>
> >>>  ------------------------------
> >>> *From:* irsal imran
> <[email protected]>
> >>> *To:* [email protected]
> >>> *Sent:* Thursday, February 26, 2009 3:13:12 AM
> >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia
> "Kekreatifan" Orang Barat
> >>>
> >>>  Iya deh..baiknya kalau cerita Indo harusnya
> kayak yang saya quote dari
> >>> messagenya Cak Andri..:)
> >>>
> >>>
> .........................................................,
> tidak mungkin
> >>> bangsa
> >>> kita sekarang berada di posisi terhormat
> dunia, dari sisi moral,
> >>> etika, teknologi dan pencapaian luhur
> kemanusiaan, dan menjadi contoh
> >>> dunia sebagai bangsa dengan angka kemiskinan
> terendah, berteknologi
> >>> tinggi, bebas korupsi, menjunjung tinggi
> kesetaraan ras, suku, agama,
> >>> dan jender, dan menjadi tonggak nyata bagi
> peradaban yang penuh
> >>> perdamaian.
> >>>
> >>> ..kemudian tercium bau makanan. Dengan lembut
> pramugari membangunkan
> >>> saya. "Bapak mau makan apa…??"
> >>>
> >>> salam,
> >>>
> >>>
> >>> -Irsal
> >>>
> >>>  ------------------------------
> >>> *From:* Guntur Supriyadi
> <[email protected]>
> >>> *To:* [email protected]
> >>> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 11:38:38
> AM
> >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia
> "Kekreatifan" Orang Barat
> >>>
> >>> Apa untungnya menghina-hina bangsa sendiri?
> Bukan menambah semangat,
> >>> malah
> >>> melemahkan mental...
> >>> Mungkin maksudnya bagus, supaya mencontoh hal2
> baik mereka. Tapi kalo
> >>> kebablasan, bisa mengarah menjadi menghina
> bangsa sendiri.
> >>> Amit-amit jangan sampai kita jadi seperti
> Hanafi yang di novel "salah
> >>> asuhan".
> >>>
> >>> ----- Original Message -----
> >>>
> >>> *From:* irsal imran
> <[email protected]>
> >>> *To:* [email protected]
> >>> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 10:14 PM
> >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia
> "Kekreatifan" Orang Barat
> >>>
> >>>
> >>>  Saya juga pernah kagum kepada orang2
> Indonesia yang bergelut di bidang
> >>> bisnis.  Waktu saya masih kerja di investment
> banking di Jakarta, mereka
> >>> memang sangat2 kreatif dalam hal bagaimana
> melakukan manipulasi (mereka
> >>> bilang Financial Engineering (rekayasa
> finance)) perusahaan bisa
> >>> kelihatan
> >>> bagus (tanpa harus mengandalkan jasa auditor)
> atau membuat perusahaan
> >>> yang
> >>> harus punya modal disetor sekian tanpa harus
> punya modal...atau lainnya.
> >>> Kalau dibanding dengan Wall Street, orang2
> Wall Street yang kalau di Wall
> >>> Street Journal dibilang The Smartest people in
> the world, aja nggak ada
> >>> apa-apanya.  Manipulasi di Wall Street
> hanyalah manipulasi "straight to
> >>> the
> >>> point" yang ditutupin sehingga tidak
> kelihatannya (dan juga harus kerja
> >>> sama
> >>> dengan auditir..dll).  Manipulasi di
> Indo..kita harus memutar otak dulu
> >>> hanya untuk mengerti bahwa terjadi manipulasi.
>  Memang pernah dulu ada
> >>> anak
> >>> muda kerja di Wall Street yang melakukan
> schema transaksi yang mirip
> >>> dengan
> >>> yang dilakukan oleh para financial profesional
> di Indo sehingga bisa
> >>> ngeruk
> >>> uang puluhan juta..dan ketika ditangkap,
> orang2 Wall Street geleng2
> >>> kepala
> >>> dan kagum, bilang bahwa si anak muda ini
> sangat jenius...:).
> >>>
> >>>
> >>> salam,
> >>>
> >>>
> >>> -Irsal
> >>>
> >>>
> >>>  ------------------------------
> >>> *From:* Guntur Supriyadi
> <[email protected]>
> >>> *To:* [email protected]
> >>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 10:06:41 PM
> >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia
> "Kekreatifan" Orang Barat
> >>>
> >>> "Lihat aja Microsoft pernah membeli situs
> dari negara dunia ketiga.."
> >>>
> >>> nah itu dia... kalo kreatifitas itu dibiarkan
> tetep di negara dunia
> >>> ketiga
> >>> jauh hasilnya dibanding kalo dibawa ke negara
> maju... Artinya orang-orang
> >>> di
> >>> negara dunia ketiga gak kalah kreatif... Cuma
> kalah lokasi saja...
> >>>
> >>> menganggap ras lain superior kan = menganggap
> ras sendiri inferior...
> >>> gimana toh?
> >>>
> >>> Memang sekarang ini abadnya orang bule...
> Orang bule berjaya... Bukan
> >>> karena ras mereka lebih unggul... Memang ini
> abad mereka...
> >>> Jaman dulu juga Peradaban Mesir berjaya,
> Peradaban Cina berjaya, Jepang,
> >>> Ottoman...
> >>> Roda zaman selalu berputar...
> >>>
> >>> Ada yang bilang, sekarang pendulum sedang
> mengayun ke Asia...
> >>>
> >>> ----- Original Message -----
> >>>
> >>> *From:* irsal imran
> <[email protected]>
> >>> *To:* [email protected]
> >>> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 8:39 AM
> >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia
> "Kekreatifan" Orang Barat
> >>>
> >>>
> >>>  Bukan inferior mas...ini dari pengamatan
> berdasarkan pengalaman hidup
> >>> dan
> >>> kerja bertahun2 baik di Indo maupun di
> amerika.  Saya pernah dikasih tahu
> >>> juga ama teman di Indo bahwa acara TV Indo
> creatif2.  Tapi ketika saya
> >>> lihat
> >>> ternyata acara yang dibilang kreatif adalah
> nyontek dari acara tv di
> >>> amrik...:).
> >>> Sebetulnya kalau masalah web site justru udah
> jadi komodity dunia.  Lihat
> >>> aja Microsoft pernah membeli situs dari negara
> dunia ketiga..saya lupa
> >>> namanya..kalau memang dibilang kreatif dan
> (yang paling penting) bernilai
> >>> jual.
> >>>
> >>>
> >>>
> >>> salam,
> >>>
> >>>
> >>> -Irsal
> >>>
> >>>
> >>>  ------------------------------
> >>> *From:* Guntur Supriyadi
> <[email protected]>
> >>> *To:* [email protected]
> >>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 8:40:46 PM
> >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia
> "Kekreatifan" Orang Barat
> >>>
> >>> Orang Indonesia juga banyak yang kreatif...
> >>> Sekali lagi, lingkungan saja yang
> membedakan...
> >>>
> >>> Contohnya, yang bikin detik.com... Seandainya
> dia bikin detik.com di
> >>> amrik
> >>> sana... saya yakin kelasnya bisa sebesar yahoo
> atau google karena
> >>> pasarnya
> >>> sedunia. Kalo bikin di Indonesia pasarnya
> sebatas di Indonesia saja...
> >>> Orang
> >>> amrik bikin sesuatu yang baru, langsung dengan
> mudah tersebar ke penjuru
> >>> dunia. Orang Indonesia kreatif, nggak ada yang
> tau...
> >>>
> >>> Jangan berfikir inferior ah... Semua ras itu
> sama... Yang membedakan itu
> >>> lingkungan, fasilitas, dan terutama dana.
> >>>
> >>> ----- Original Message -----
> >>> *From:* irsal imran
> <[email protected]>
> >>> *To:* [email protected]
> >>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 10:59 PM
> >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia
> "Kekreatifan" Orang Barat
> >>>
> >>>
> >>>  Kalau yang ini saya setuju.  Walaupun
> dianggap orang Western tidak
> >>> pintar
> >>> karena nilainya kebanyakan C daripada A, akan
> tetapi soal kreatifitas
> >>> (yang
> >>> mungkin bisa dihubungkan denga IQ) mereka
> memang jagonya.  Walaupun
> >>> mereka
> >>> misalnya punya kepintaran/pengetahuan  yang
> terbatas akan tetapi ide2
> >>> yang
> >>> mereka hasilkan lebih baik dari orang2 Asia
> yang punya kepintaran lebih
> >>> tinggi.  Kemampuan berpikir multi dimensi (out
> of the box) inilah yang
> >>> membawa negara2 barat melampaui prestasi
> negara2 lainnya dimana kalau
> >>> soal
> >>> kepintaran agar ide2 mereka terlaksana, cukup
> dengan menghire orang2 Asia
> >>> Timur yang nilai straight A, dan sebagian
> besar hasil jualan idenya masuk
> >>> ke
> >>> kantong sendiri....:).
> >>>
> >>>
> >>> salam,
> >>>
> >>> -Irsal
> >>>
> >>>
> >>>  ------------------------------
> >>> *From:* Mohammad Andri Budiman
> <[email protected]>
> >>> *To:* [email protected]
> >>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 9:36:51 AM
> >>> *Subject:* [indonesia] Rahasia
> "Kekreatifan" Orang Barat
> >>>
> >>> Yang terkenal suka dapat straight A, bukannya
> orang asia timur?
> >>>>
> >>>
> >>> Ada lho yang nulis buku berjudul begini:
> >>>
> >>> "Why Asians Are Less Creative than
> Westerners"
> >>>
> >>> Author: Ng Aik Kwang
> >>>
> >>> Bachelor of Arts, National University of
> Singapore
> >>> Bachelor of Social Science, National
> University of Singapore
> >>> Doctor of Philosophy, University of
> Queensland, Australia
> >>> Postgraduate Diploma of Teaching in Higher
> Education, Nanyang
> >>> Technological University, Singapore
> >>>
> >>> Rahasianya panjang dan terperinci serta kok
> rasanya cukup
> >>> "demotivating" untuk dibeberkan di
> sini. Ya ya ya, tentu ada bias-bias
> >>> dalam statistik seperti "White
> Raven", "Black Sawn", dan tak lupa
> >>> those three kinds of lies: Lies, Damned Lies,
> Statistics..
> >>>
> >>> Salam,
> >>> Andri
> >>>
> >>> --
> >>> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan
> kaidah ilmu/teknologi serta
> >>> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam,
> demi kebahagiaan dunia dan
> >>> akhirat.
> >>>
> >>> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> >>>
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
> >>>
> >>>
> >>>
> >>>
> >>>
> >>>
> >>>
> >>>
> >>>
> >>>




--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt



      

Kirim email ke