Kalau inferiority complex, sy kira terkait dengan ketidakmengertian
kita akan jatidiri kita sendiri, yang secara akumulasi ya menjadi jati diri
bangsa.

Kalimat bijak yang terkait dengan KEPERCAYAAN DIRI dibawah ini mungkin baik
untuk kita renungkan:

"Banyak orang yang mengucapkan kebijaksanaan 'manusia harus percaya kepada
diri pribadi', tetapi sebenarnya banyak yang tidak mengerti, mana yang
disebut diri pribadi, dan bagaimana caranya agar manusia tetap percaya
dengan sebulat hati kepada diri sendiri. Kebanyakan yang diketahui
adalah *dirinya
yang tidak kekal*, dikira itulah yang menjadi Pemimpin dan Penuntunnya
Sejati"

*Dirinya yang tidak kekal* inilah yang menjadi semacam berhala yaitu idaman
yang bersifat fana seperti benda2, jimat2, kemudian yang bersifat halus
kekayaan, kemasyhuran, kewibawaan, kecantikan dll yang dapat menjadi rusak,
hilang atau mati. Termasuk sebenarnya *gugon tuhon, *seperti percaya hari
baik, hari buruk, sebangsa ramalan perbintangan dll. Lha secara de facto,
di bawah sadar sebagian masyarakat  kita masih percaya pada hal2 semacam
itu, contoh yang paling gres ya kasus Ponari itu, dalam waktu singkat dalam
jumlah ribuan manusia berkumpul, ngalap berkah kesaktian batu Ponari.Dikira
itu tidak punya akibat terhadap kejiwaan.

Sy kira itulah akar permasalahan sehingga seseorang atau bangsa menderita
inferior complex, bukan karena belanda, inggris, jepang dll. Kalau itu mah
sudah dari sononya.

Demikian, mudah2an berkenan


Salam

PS


On 2/28/09, Basuki Suhardiman <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Betul mas ,
> termasuk jujur kalau kita memang inferior ...sering iri  , dengki
> justru kata-kata jujur ini sengaja di 'erase' dengan sedemikian rupa
> dan kata-kata 'iri' , inlander , dengki justru dikuatkan ...
>
> sehingga kita mengalami 'genetic defect' puluhan abad ...
>
>
>
> "free to speak my mind anywhere "
>
> On Sat, 28 Feb 2009, Susanto Panggah wrote:
>
>  Betul sekali Bung, tidak ada hubungannya antara ras dan kreatifitas yang
>> membentuk peradaban, tetapi lebih banyak berkaitan dengan attitude atau
>> karakter suatu bangsa.  Karakter inilah  yang diwariskan secara turun
>> temurun dari suatu ras atau bangsa, yang kemudian membedakan bangsa
>> tersebut
>> mampu membangun peradaban yang adiluhung, atau sebaliknya. Salah satu
>> unsur
>> karakter yang mampu membentuk peradaban adiluhung adalah sifat jujur
>> disamping sifat tekun serta sifat2 baik lainnya. Untuk membangun karakter
>> yang baik itu tidak dapat dilakukan dalam waktu semalam, tetapi memerlukan
>> upaya yang keras  disertai keyakinan yang teguh, dan jangka panjang  dari
>> generasi ke generasi.
>>
>> Kalimat bijak yang berkaitan JUJUR dibawah ini mungkin dapat menjadi
>> renungan kita bersama:
>>
>> "Arti pokok jujur, menepati janji atau menepati kesanggupan, baik yang
>> telah
>> terlahir dalam kata-kata maupun yang masih dalam hati (niat), itu sama
>> saja.
>> Jadi seseorang yang tidak menepati niatnya, berarti mendustai batinnya
>> sendiri".
>>
>> Bagaimana seseorang akan menjadi profesional  dan dipercaya dalam deal apa
>> saja kalau tidak pernah mau menepati janji .....
>>
>> "Belajarlah bersikap jujur, sebab kejujuran mendatangkan keadilan,
>> sedangkan
>> keadilan menuntun ke kemuliaan abadi. Jujur memberikan keberanian serta
>> ketenteraman hati, juga mennyucikan hati, lagipula membuat tulusnya budi
>> pekeri (tabiat). Seseorang mustahil dapat memeluk agama dengan sempurna,
>> apabila lidahnya juga tidak suci. Teguhlah dalam kebenaran, sekalipun
>> kejujuranmu dapat merugikanmu, serta jangan pula berdusta, walau dustamu
>> dapat menguntungkanmu"
>>
>> Jadi cukup berat juga syarat kejujuran itu, maka ditekankan dalam kalimat
>> itu BELAJARLAH .....
>>
>> "Hanya barang siapa berkata jujur, serta bertindak sesuai dengan
>> kenyataan,
>> artinya berbuat benar, orang itu sungguh dapat sempurna. Orang bodoh yang
>> jujur adalah lebih baik daripada orang pandai yang lancung"
>>
>> Nah Loe, ternyata tidak ada hubungannya dengan IQ, ternyata orang pintar
>> yang lancung malah merusak peradaban, tentu saja orang pintar yang jujur
>> jauh lebih baik dari pada orang bodoh  apalagi orang bodoh yang lancung he
>> he
>>
>> Demikian mudah2an berkenan
>>
>> Salam
>>
>>
>> PS TK77
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> On 2/27/09, yorga effendi <[email protected]> wrote:
>>
>>>
>>>  abang irsal,
>>>
>>> masalah hari ini bangsa indonesia sedang terpuruk, saya yakin bukan
>>> gara-gara secara genetik ras bangsa indonesia (melayu) lebih buruk dari
>>> bangsa lain (sebut saja ras yahudi). Tapi lebih ke masalah attitude yang
>>> tidak memungkinkan peradaban berkembang.
>>>
>>> saya pernah mendapat slide presentasi yang mengatakan bahwa tidak ada
>>> hubungan antara ras dengan tingkat IQ. tidak ada hubungan antara jenis
>>> kelamin dengan IQ,  dst. Namun kenapa ada negara2 tertentu yang maju
>>> sedangkan negara2 lain terbelakang. Jawabnya ternyata ada di attitude.
>>>
>>> sikap2 seperti menghargai waktu, bekerja keras, gemar menabung, senang
>>> belajar, dan terutama jujur ada pada mayoritas penduduk di negara2 maju.
>>> sedangkan di negara2 terbelakang sikap2 itu bukannya tidak ada, tapi
>>> masih
>>> jadi minoritas. Itu saja! (sayangnya belum saya temukan filenya kalau ada
>>> yang punya please share)
>>>
>>> Jika secara mental sudah yakin kalah, maka tidak akan pernah bisa menang.
>>> Persis seperti Bani Israil yang menolak memasuki tanah yang dijanjikan
>>> karena "mental budak" yang terbangun selama di mesir. Padahal mereka
>>> dijamin
>>> PASTI menang oleh Tuhan (bayangkan Tuhan langsung yang menjamin, tapi si
>>> yahudi itu tetap ga yakin). Butuh 40 tahun (alias menunggu pergantian
>>> satu
>>> generasi) agar "mental budak" itu hilang. (silakan merujuk ke surat
>>> Al-baqarah untuk kejalasan)
>>>
>>> Nah sekarang pertanyaannya, apakah setelah 65 tahun merdeka dari belanda,
>>> "mental budak", "mental inlander", "mental bangsa terjajah" atau apapun
>>> itu,
>>> masih ada di dalam diri kita???
>>>
>>> You know the answer :-)
>>>
>>> best regards,
>>> Yorga
>>>
>>>
>>>  ------------------------------
>>> *From:* irsal imran <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Thursday, February 26, 2009 3:13:12 AM
>>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>>>
>>>  Iya deh..baiknya kalau cerita Indo harusnya kayak yang saya quote dari
>>> messagenya Cak Andri..:)
>>>
>>> ........................................................., tidak mungkin
>>> bangsa
>>> kita sekarang berada di posisi terhormat dunia, dari sisi moral,
>>> etika, teknologi dan pencapaian luhur kemanusiaan, dan menjadi contoh
>>> dunia sebagai bangsa dengan angka kemiskinan terendah, berteknologi
>>> tinggi, bebas korupsi, menjunjung tinggi kesetaraan ras, suku, agama,
>>> dan jender, dan menjadi tonggak nyata bagi peradaban yang penuh
>>> perdamaian.
>>>
>>> ..kemudian tercium bau makanan. Dengan lembut pramugari membangunkan
>>> saya. "Bapak mau makan apa…??"
>>>
>>> salam,
>>>
>>>
>>> -Irsal
>>>
>>>  ------------------------------
>>> *From:* Guntur Supriyadi <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 11:38:38 AM
>>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>>>
>>> Apa untungnya menghina-hina bangsa sendiri? Bukan menambah semangat,
>>> malah
>>> melemahkan mental...
>>> Mungkin maksudnya bagus, supaya mencontoh hal2 baik mereka. Tapi kalo
>>> kebablasan, bisa mengarah menjadi menghina bangsa sendiri.
>>> Amit-amit jangan sampai kita jadi seperti Hanafi yang di novel "salah
>>> asuhan".
>>>
>>> ----- Original Message -----
>>>
>>> *From:* irsal imran <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 10:14 PM
>>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>>>
>>>
>>>  Saya juga pernah kagum kepada orang2 Indonesia yang bergelut di bidang
>>> bisnis.  Waktu saya masih kerja di investment banking di Jakarta, mereka
>>> memang sangat2 kreatif dalam hal bagaimana melakukan manipulasi (mereka
>>> bilang Financial Engineering (rekayasa finance)) perusahaan bisa
>>> kelihatan
>>> bagus (tanpa harus mengandalkan jasa auditor) atau membuat perusahaan
>>> yang
>>> harus punya modal disetor sekian tanpa harus punya modal...atau lainnya.
>>> Kalau dibanding dengan Wall Street, orang2 Wall Street yang kalau di Wall
>>> Street Journal dibilang The Smartest people in the world, aja nggak ada
>>> apa-apanya.  Manipulasi di Wall Street hanyalah manipulasi "straight to
>>> the
>>> point" yang ditutupin sehingga tidak kelihatannya (dan juga harus kerja
>>> sama
>>> dengan auditir..dll).  Manipulasi di Indo..kita harus memutar otak dulu
>>> hanya untuk mengerti bahwa terjadi manipulasi.  Memang pernah dulu ada
>>> anak
>>> muda kerja di Wall Street yang melakukan schema transaksi yang mirip
>>> dengan
>>> yang dilakukan oleh para financial profesional di Indo sehingga bisa
>>> ngeruk
>>> uang puluhan juta..dan ketika ditangkap, orang2 Wall Street geleng2
>>> kepala
>>> dan kagum, bilang bahwa si anak muda ini sangat jenius...:).
>>>
>>>
>>> salam,
>>>
>>>
>>> -Irsal
>>>
>>>
>>>  ------------------------------
>>> *From:* Guntur Supriyadi <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 10:06:41 PM
>>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>>>
>>> "Lihat aja Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga.."
>>>
>>> nah itu dia... kalo kreatifitas itu dibiarkan tetep di negara dunia
>>> ketiga
>>> jauh hasilnya dibanding kalo dibawa ke negara maju... Artinya orang-orang
>>> di
>>> negara dunia ketiga gak kalah kreatif... Cuma kalah lokasi saja...
>>>
>>> menganggap ras lain superior kan = menganggap ras sendiri inferior...
>>> gimana toh?
>>>
>>> Memang sekarang ini abadnya orang bule... Orang bule berjaya... Bukan
>>> karena ras mereka lebih unggul... Memang ini abad mereka...
>>> Jaman dulu juga Peradaban Mesir berjaya, Peradaban Cina berjaya, Jepang,
>>> Ottoman...
>>> Roda zaman selalu berputar...
>>>
>>> Ada yang bilang, sekarang pendulum sedang mengayun ke Asia...
>>>
>>> ----- Original Message -----
>>>
>>> *From:* irsal imran <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 8:39 AM
>>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>>>
>>>
>>>  Bukan inferior mas...ini dari pengamatan berdasarkan pengalaman hidup
>>> dan
>>> kerja bertahun2 baik di Indo maupun di amerika.  Saya pernah dikasih tahu
>>> juga ama teman di Indo bahwa acara TV Indo creatif2.  Tapi ketika saya
>>> lihat
>>> ternyata acara yang dibilang kreatif adalah nyontek dari acara tv di
>>> amrik...:).
>>> Sebetulnya kalau masalah web site justru udah jadi komodity dunia.  Lihat
>>> aja Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga..saya lupa
>>> namanya..kalau memang dibilang kreatif dan (yang paling penting) bernilai
>>> jual.
>>>
>>>
>>>
>>> salam,
>>>
>>>
>>> -Irsal
>>>
>>>
>>>  ------------------------------
>>> *From:* Guntur Supriyadi <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 8:40:46 PM
>>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>>>
>>> Orang Indonesia juga banyak yang kreatif...
>>> Sekali lagi, lingkungan saja yang membedakan...
>>>
>>> Contohnya, yang bikin detik.com... Seandainya dia bikin detik.com di
>>> amrik
>>> sana... saya yakin kelasnya bisa sebesar yahoo atau google karena
>>> pasarnya
>>> sedunia. Kalo bikin di Indonesia pasarnya sebatas di Indonesia saja...
>>> Orang
>>> amrik bikin sesuatu yang baru, langsung dengan mudah tersebar ke penjuru
>>> dunia. Orang Indonesia kreatif, nggak ada yang tau...
>>>
>>> Jangan berfikir inferior ah... Semua ras itu sama... Yang membedakan itu
>>> lingkungan, fasilitas, dan terutama dana.
>>>
>>> ----- Original Message -----
>>> *From:* irsal imran <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 10:59 PM
>>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>>>
>>>
>>>  Kalau yang ini saya setuju.  Walaupun dianggap orang Western tidak
>>> pintar
>>> karena nilainya kebanyakan C daripada A, akan tetapi soal kreatifitas
>>> (yang
>>> mungkin bisa dihubungkan denga IQ) mereka memang jagonya.  Walaupun
>>> mereka
>>> misalnya punya kepintaran/pengetahuan  yang terbatas akan tetapi ide2
>>> yang
>>> mereka hasilkan lebih baik dari orang2 Asia yang punya kepintaran lebih
>>> tinggi.  Kemampuan berpikir multi dimensi (out of the box) inilah yang
>>> membawa negara2 barat melampaui prestasi negara2 lainnya dimana kalau
>>> soal
>>> kepintaran agar ide2 mereka terlaksana, cukup dengan menghire orang2 Asia
>>> Timur yang nilai straight A, dan sebagian besar hasil jualan idenya masuk
>>> ke
>>> kantong sendiri....:).
>>>
>>>
>>> salam,
>>>
>>> -Irsal
>>>
>>>
>>>  ------------------------------
>>> *From:* Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 9:36:51 AM
>>> *Subject:* [indonesia] Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>>>
>>> Yang terkenal suka dapat straight A, bukannya orang asia timur?
>>>>
>>>
>>> Ada lho yang nulis buku berjudul begini:
>>>
>>> "Why Asians Are Less Creative than Westerners"
>>>
>>> Author: Ng Aik Kwang
>>>
>>> Bachelor of Arts, National University of Singapore
>>> Bachelor of Social Science, National University of Singapore
>>> Doctor of Philosophy, University of Queensland, Australia
>>> Postgraduate Diploma of Teaching in Higher Education, Nanyang
>>> Technological University, Singapore
>>>
>>> Rahasianya panjang dan terperinci serta kok rasanya cukup
>>> "demotivating" untuk dibeberkan di sini. Ya ya ya, tentu ada bias-bias
>>> dalam statistik seperti "White Raven", "Black Sawn", dan tak lupa
>>> those three kinds of lies: Lies, Damned Lies, Statistics..
>>>
>>> Salam,
>>> Andri
>>>
>>> --
>>> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
>>> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
>>> akhirat.
>>>
>>> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>>> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>

Kirim email ke