>Nah sekarang pertanyaannya, apakah setelah 65 tahun merdeka dari belanda, 
>"mental budak", "mental >inlander", "mental bangsa terjajah" atau apapun itu, 
>masih ada di dalam diri kita???

Bung Yorga,

Wah jangan ngejelekin bangsa sendiri dong...:).
Walapun memang mungkin ada mental budak, tapi saya pikir lebih banyak ke 
masalah materi dan kesejahteraan.  Saya waktu di Bandung dulu kalau jalan 
bareng temen dari Jakarta suka ngerasa..kok kalau saya bilang dari Palembang, 
jawabannya ..oh Palembang...tapi kalau teman saya bilang dari 
Jakarta..wow..anak jakarta dan mereka lebih akrab ke yang dari Jakarta...:).  
So no wonder waktu dulu kayaknya anak2 jakarta di bandung kelihatannya 
sombong..:).

Saya pernah dikirim satu institusi amerika bareng temen orang itam ke Korea 
untuk berhadapan dengan orang Korea yang levelnya cukup tinggi dan kita 
diperlakukan dengan (kalau saya bilang) agak berlebihan.  Teman saya si Itam 
ini yang baru pertama ke luarnegeri senangnya bukan main dan ngoceh terus..wah 
orang Korea ramah..kalau kita ngomong benar2 diperhatiin..dl..dll.  Saya yang 
tahu kondisi cuman senyum dalam hati sambil berkata dalam hati untung si Korea 
ini nggak tahu saya dari Indo, kalau nggak mereka meungkin ngomong sambil 
berkacak pinggang..:).  Begotu juga pengalaman2 saya ke negara2 lain, kalau 
mereka lihat pakai pasport biru bergambar burung elang..perlakuan mereka pasti 
beda.  Tapi saya nggak mengeneralisir..misalnya kalau paspor itu dilihat oleh 
orang Arab..mungkin langsung disekap..:).

salam,


-Irsal




________________________________
From: yorga effendi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, February 26, 2009 7:34:12 PM
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


abang irsal,


Nah sekarang pertanyaannya, apakah setelah 65 tahun merdeka dari belanda, 
"mental budak", "mental inlander", "mental bangsa terjajah" atau apapun itu, 
masih ada di dalam diri kita???

You know the answer :-)

best regards,
Yorga



________________________________
From: irsal imran <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, February 26, 2009 3:13:12 AM
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


Iya deh..baiknya kalau cerita Indo harusnya kayak yang saya quote dari 
messagenya Cak Andri..:)

........................................................., tidak mungkin bangsa
kita sekarang berada di posisi terhormat dunia, dari sisi moral,
etika, teknologi dan pencapaian luhur kemanusiaan, dan menjadi contoh
dunia sebagai bangsa dengan angka kemiskinan terendah, berteknologi
tinggi, bebas korupsi, menjunjung tinggi kesetaraan ras, suku, agama,
dan jender, dan menjadi tonggak nyata bagi peradaban yang penuh
perdamaian.

..kemudian tercium bau makanan. Dengan lembut pramugari membangunkan
saya. "Bapak mau makan apa…??"

salam,


-Irsal



________________________________
From: Guntur Supriyadi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 25, 2009 11:38:38 AM
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


Apa untungnya menghina-hina bangsa sendiri? Bukan menambah semangat, malah 
melemahkan mental...
Mungkin maksudnya bagus, supaya mencontoh hal2 baik mereka. Tapi kalo 
kebablasan, bisa mengarah menjadi menghina bangsa sendiri.
Amit-amit jangan sampai kita jadi seperti Hanafi yang di novel "salah asuhan". 
 
----- Original Message ----- 
From: irsal imran 
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, February 25, 2009 10:14 PM
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat

Saya juga pernah kagum kepada orang2 Indonesia yang bergelut di bidang bisnis.  
Waktu saya masih kerja di investment banking di Jakarta, mereka memang sangat2 
kreatif dalam hal bagaimana melakukan manipulasi (mereka bilang Financial 
Engineering (rekayasa finance)) perusahaan bisa kelihatan bagus (tanpa harus 
mengandalkan jasa auditor) atau membuat perusahaan yang harus punya modal 
disetor sekian tanpa harus punya modal...atau lainnya.  Kalau dibanding dengan 
Wall Street, orang2 Wall Street yang kalau di Wall Street Journal dibilang The 
Smartest people in the world, aja nggak ada apa-apanya.  Manipulasi di Wall 
Street hanyalah manipulasi "straight to the point" yang ditutupin sehingga 
tidak kelihatannya (dan juga harus kerja sama dengan auditir..dll).  Manipulasi 
di Indo..kita harus memutar otak dulu hanya untuk mengerti bahwa terjadi 
manipulasi.  Memang pernah dulu ada anak muda kerja di Wall Street yang 
melakukan schema transaksi yang mirip dengan
 yang dilakukan oleh para financial profesional di Indo sehingga bisa ngeruk 
uang puluhan juta..dan ketika ditangkap, orang2 Wall Street geleng2 kepala dan 
kagum, bilang bahwa si anak muda ini sangat jenius...:).


salam,


-Irsal




________________________________
From: Guntur Supriyadi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, February 24, 2009 10:06:41 PM
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


"Lihat aja Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga.."

nah itu dia... kalo kreatifitas itu dibiarkan tetep di negara dunia ketiga jauh 
hasilnya dibanding kalo dibawa ke negara maju... Artinya orang-orang di negara 
dunia ketiga gak kalah kreatif... Cuma kalah lokasi saja...
 
menganggap ras lain superior kan = menganggap ras sendiri inferior... gimana 
toh?
 
Memang sekarang ini abadnya orang bule... Orang bule berjaya... Bukan karena 
ras mereka lebih unggul... Memang ini abad mereka...
Jaman dulu juga Peradaban Mesir berjaya, Peradaban Cina berjaya, Jepang, 
Ottoman... 
Roda zaman selalu berputar...
 
Ada yang bilang, sekarang pendulum sedang mengayun ke Asia...
 
----- Original Message ----- 
From: irsal imran 
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, February 25, 2009 8:39 AM
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat

Bukan inferior mas...ini dari pengamatan berdasarkan pengalaman hidup dan kerja 
bertahun2 baik di Indo maupun di amerika.  Saya pernah dikasih tahu juga ama 
teman di Indo bahwa acara TV Indo creatif2.  Tapi ketika saya lihat ternyata 
acara yang dibilang kreatif adalah nyontek dari acara tv di amrik...:).
Sebetulnya kalau masalah web site justru udah jadi komodity dunia.  Lihat aja 
Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga..saya lupa 
namanya..kalau memang dibilang kreatif dan (yang paling penting) bernilai jual.
  


salam,


-Irsal




________________________________
From: Guntur Supriyadi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, February 24, 2009 8:40:46 PM
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


Orang Indonesia juga banyak yang kreatif...
Sekali lagi, lingkungan saja yang membedakan...
 
Contohnya, yang bikin detik.com... Seandainya dia bikin detik.com di amrik 
sana... saya yakin kelasnya bisa sebesar yahoo atau google karena pasarnya 
sedunia. Kalo bikin di Indonesia pasarnya sebatas di Indonesia saja... Orang 
amrik bikin sesuatu yang baru, langsung dengan mudah tersebar ke penjuru dunia. 
Orang Indonesia kreatif, nggak ada yang tau...
 
Jangan berfikir inferior ah... Semua ras itu sama... Yang membedakan itu 
lingkungan, fasilitas, dan terutama dana.
----- Original Message ----- 
From: irsal imran 
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, February 24, 2009 10:59 PM
Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat

Kalau yang ini saya setuju.  Walaupun dianggap orang Western tidak pintar 
karena nilainya kebanyakan C daripada A, akan tetapi soal kreatifitas (yang 
mungkin bisa dihubungkan denga IQ) mereka memang jagonya.  Walaupun mereka 
misalnya punya kepintaran/pengetahuan  yang terbatas akan tetapi ide2 yang 
mereka hasilkan lebih baik dari orang2 Asia yang punya kepintaran lebih 
tinggi.  Kemampuan berpikir multi dimensi (out of the box) inilah yang membawa 
negara2 barat melampaui prestasi negara2 lainnya dimana kalau soal kepintaran 
agar ide2 mereka terlaksana, cukup dengan menghire orang2 Asia Timur yang nilai 
straight A, dan sebagian besar hasil jualan idenya masuk ke kantong 
sendiri....:).


salam,

-Irsal




________________________________
From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, February 24, 2009 9:36:51 AM
Subject: [indonesia] Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat

> Yang terkenal suka dapat straight A, bukannya orang asia timur?

Ada lho yang nulis buku berjudul begini:

"Why Asians Are Less Creative than Westerners"

Author: Ng Aik Kwang

Bachelor of Arts, National University of Singapore
Bachelor of Social Science, National University of Singapore
Doctor of Philosophy, University of Queensland, Australia
Postgraduate Diploma of Teaching in Higher Education, Nanyang
Technological University, Singapore

Rahasianya panjang dan terperinci serta kok rasanya cukup
"demotivating" untuk dibeberkan di sini. Ya ya ya, tentu ada bias-bias
dalam statistik seperti "White Raven", "Black Sawn", dan tak lupa
those three kinds of lies: Lies, Damned Lies, Statistics..

Salam,
Andri

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt


      

Kirim email ke