Persis, yorga...
Jaman Fir'aun dulu (sebelum nabi Musa), dimana orang yahudi menjadi budak orang 
Mesir.
Mungkinkah orang memandang ras yahudi lebih unggul? (Sepertinya sekadar 
terbersit di pikiran mereka pun tidak)
Yang pasti kondisi mereka sangat menyedihkan, miskin, tidak berpendidikan, 
bodoh, mental sudah kecut jika melihat orang Mesir (namanya juga budak). Persis 
seperti cara bapak-bapak kita (walaupun nggak semua) memandang orang londo 
(bule) dan orang jepang.
Ilmu pengetahuan (metematika, kimia, fisika, sipil, tata kota, dll) dikuasai 
oleh bangsa Mesir. Jika di zaman itu juga ada penghargaan semacam nobel prize, 
yakin seyakin yakinnya penghargaan2 tersebut diborong oleh ras nya bangsa Mesir.
Tapi roda zaman terus berputar... Yang diatas bisa jatuh, yang dibawah bisa 
naik...
  ----- Original Message ----- 
  From: yorga effendi 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, February 27, 2009 6:34 AM
  Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


  abang irsal,

  masalah hari ini bangsa indonesia sedang terpuruk, saya yakin bukan gara-gara 
secara genetik ras bangsa indonesia (melayu) lebih buruk dari bangsa lain 
(sebut saja ras yahudi). Tapi lebih ke masalah attitude yang tidak memungkinkan 
peradaban berkembang. 

  saya pernah mendapat slide presentasi yang mengatakan bahwa tidak ada 
hubungan antara ras dengan tingkat IQ. tidak ada hubungan antara jenis kelamin 
dengan IQ,  dst. Namun kenapa ada negara2 tertentu yang maju sedangkan negara2 
lain terbelakang. Jawabnya ternyata ada di attitude.

  sikap2 seperti menghargai waktu, bekerja keras, gemar menabung, senang 
belajar, dan terutama jujur ada pada mayoritas penduduk di negara2 maju. 
sedangkan di negara2 terbelakang sikap2 itu bukannya tidak ada, tapi masih jadi 
minoritas. Itu saja! (sayangnya belum saya temukan filenya kalau ada yang punya 
please share)

  Jika secara mental sudah yakin kalah, maka tidak akan pernah bisa menang. 
Persis seperti Bani Israil yang menolak memasuki tanah yang dijanjikan karena 
"mental budak" yang terbangun selama di mesir. Padahal mereka dijamin PASTI 
menang oleh Tuhan (bayangkan Tuhan langsung yang menjamin, tapi si yahudi itu 
tetap ga yakin). Butuh 40 tahun (alias menunggu pergantian satu generasi) agar 
"mental budak" itu hilang. (silakan merujuk ke surat Al-baqarah untuk kejalasan)

  Nah sekarang pertanyaannya, apakah setelah 65 tahun merdeka dari belanda, 
"mental budak", "mental inlander", "mental bangsa terjajah" atau apapun itu, 
masih ada di dalam diri kita???

  You know the answer :-)

  best regards,
  Yorga



------------------------------------------------------------------------------
  From: irsal imran <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Thursday, February 26, 2009 3:13:12 AM
  Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


  Iya deh..baiknya kalau cerita Indo harusnya kayak yang saya quote dari 
messagenya Cak Andri..:)

  ........................................................., tidak mungkin 
bangsa
  kita sekarang berada di posisi terhormat dunia, dari sisi moral,
  etika, teknologi dan pencapaian luhur kemanusiaan, dan menjadi contoh
  dunia sebagai bangsa dengan angka kemiskinan terendah, berteknologi
  tinggi, bebas korupsi, menjunjung tinggi kesetaraan ras, suku, agama,
  dan jender, dan menjadi tonggak nyata bagi peradaban yang penuh
  perdamaian.

  ..kemudian tercium bau makanan. Dengan lembut pramugari membangunkan
  saya. "Bapak mau makan apa…??"

  salam,


  -Irsal



------------------------------------------------------------------------------
  From: Guntur Supriyadi <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Wednesday, February 25, 2009 11:38:38 AM
  Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


  Apa untungnya menghina-hina bangsa sendiri? Bukan menambah semangat, malah 
melemahkan mental...
  Mungkin maksudnya bagus, supaya mencontoh hal2 baik mereka. Tapi kalo 
kebablasan, bisa mengarah menjadi menghina bangsa sendiri.
  Amit-amit jangan sampai kita jadi seperti Hanafi yang di novel "salah 
asuhan". 

  ----- Original Message ----- 
    From: irsal imran 
    To: [email protected] 
    Sent: Wednesday, February 25, 2009 10:14 PM
    Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


    Saya juga pernah kagum kepada orang2 Indonesia yang bergelut di bidang 
bisnis.  Waktu saya masih kerja di investment banking di Jakarta, mereka memang 
sangat2 kreatif dalam hal bagaimana melakukan manipulasi (mereka bilang 
Financial Engineering (rekayasa finance)) perusahaan bisa kelihatan bagus 
(tanpa harus mengandalkan jasa auditor) atau membuat perusahaan yang harus 
punya modal disetor sekian tanpa harus punya modal...atau lainnya.  Kalau 
dibanding dengan Wall Street, orang2 Wall Street yang kalau di Wall Street 
Journal dibilang The Smartest people in the world, aja nggak ada apa-apanya.  
Manipulasi di Wall Street hanyalah manipulasi "straight to the point" yang 
ditutupin sehingga tidak kelihatannya (dan juga harus kerja sama dengan 
auditir..dll).  Manipulasi di Indo..kita harus memutar otak dulu hanya untuk 
mengerti bahwa terjadi manipulasi.  Memang pernah dulu ada anak muda kerja di 
Wall Street yang melakukan schema transaksi yang mirip dengan yang dilakukan 
oleh para financial profesional di Indo sehingga bisa ngeruk uang puluhan 
juta..dan ketika ditangkap, orang2 Wall Street geleng2 kepala dan kagum, bilang 
bahwa si anak muda ini sangat jenius...:).


    salam,


    -Irsal




----------------------------------------------------------------------------
    From: Guntur Supriyadi <[email protected]>
    To: [email protected]
    Sent: Tuesday, February 24, 2009 10:06:41 PM
    Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


    "Lihat aja Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga.."

    nah itu dia... kalo kreatifitas itu dibiarkan tetep di negara dunia ketiga 
jauh hasilnya dibanding kalo dibawa ke negara maju... Artinya orang-orang di 
negara dunia ketiga gak kalah kreatif... Cuma kalah lokasi saja...

    menganggap ras lain superior kan = menganggap ras sendiri inferior... 
gimana toh?

    Memang sekarang ini abadnya orang bule... Orang bule berjaya... Bukan 
karena ras mereka lebih unggul... Memang ini abad mereka...
    Jaman dulu juga Peradaban Mesir berjaya, Peradaban Cina berjaya, Jepang, 
Ottoman... 
    Roda zaman selalu berputar...

    Ada yang bilang, sekarang pendulum sedang mengayun ke Asia...

    ----- Original Message ----- 
      From: irsal imran 
      To: [email protected] 
      Sent: Wednesday, February 25, 2009 8:39 AM
      Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


      Bukan inferior mas...ini dari pengamatan berdasarkan pengalaman hidup dan 
kerja bertahun2 baik di Indo maupun di amerika.  Saya pernah dikasih tahu juga 
ama teman di Indo bahwa acara TV Indo creatif2.  Tapi ketika saya lihat 
ternyata acara yang dibilang kreatif adalah nyontek dari acara tv di amrik...:).
      Sebetulnya kalau masalah web site justru udah jadi komodity dunia.  Lihat 
aja Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga..saya lupa 
namanya..kalau memang dibilang kreatif dan (yang paling penting) bernilai jual.
        


      salam,


      -Irsal




--------------------------------------------------------------------------
      From: Guntur Supriyadi <[email protected]>
      To: [email protected]
      Sent: Tuesday, February 24, 2009 8:40:46 PM
      Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


      Orang Indonesia juga banyak yang kreatif...
      Sekali lagi, lingkungan saja yang membedakan...

      Contohnya, yang bikin detik.com... Seandainya dia bikin detik.com di 
amrik sana... saya yakin kelasnya bisa sebesar yahoo atau google karena 
pasarnya sedunia. Kalo bikin di Indonesia pasarnya sebatas di Indonesia saja... 
Orang amrik bikin sesuatu yang baru, langsung dengan mudah tersebar ke penjuru 
dunia. Orang Indonesia kreatif, nggak ada yang tau...

      Jangan berfikir inferior ah... Semua ras itu sama... Yang membedakan itu 
lingkungan, fasilitas, dan terutama dana.
        ----- Original Message ----- 
        From: irsal imran 
        To: [email protected] 
        Sent: Tuesday, February 24, 2009 10:59 PM
        Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat


        Kalau yang ini saya setuju.  Walaupun dianggap orang Western tidak 
pintar karena nilainya kebanyakan C daripada A, akan tetapi soal kreatifitas 
(yang mungkin bisa dihubungkan denga IQ) mereka memang jagonya.  Walaupun 
mereka misalnya punya kepintaran/pengetahuan  yang terbatas akan tetapi ide2 
yang mereka hasilkan lebih baik dari orang2 Asia yang punya kepintaran lebih 
tinggi.  Kemampuan berpikir multi dimensi (out of the box) inilah yang membawa 
negara2 barat melampaui prestasi negara2 lainnya dimana kalau soal kepintaran 
agar ide2 mereka terlaksana, cukup dengan menghire orang2 Asia Timur yang nilai 
straight A, dan sebagian besar hasil jualan idenya masuk ke kantong 
sendiri....:).


        salam,

        -Irsal




------------------------------------------------------------------------
        From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
        To: [email protected]
        Sent: Tuesday, February 24, 2009 9:36:51 AM
        Subject: [indonesia] Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat

        > Yang terkenal suka dapat straight A, bukannya orang asia timur?

        Ada lho yang nulis buku berjudul begini:

        "Why Asians Are Less Creative than Westerners"

        Author: Ng Aik Kwang

        Bachelor of Arts, National University of Singapore
        Bachelor of Social Science, National University of Singapore
        Doctor of Philosophy, University of Queensland, Australia
        Postgraduate Diploma of Teaching in Higher Education, Nanyang
        Technological University, Singapore

        Rahasianya panjang dan terperinci serta kok rasanya cukup
        "demotivating" untuk dibeberkan di sini. Ya ya ya, tentu ada bias-bias
        dalam statistik seperti "White Raven", "Black Sawn", dan tak lupa
        those three kinds of lies: Lies, Damned Lies, Statistics..

        Salam,
        Andri

        -- 
        Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi 
serta
        kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan 
akhirat.

        Info pengelolaan milis Indonesia next better :
        http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt










Kirim email ke