abang irsal,
masalah hari ini bangsa indonesia sedang terpuruk, saya yakin bukan
gara-gara secara genetik ras bangsa indonesia (melayu) lebih buruk dari
bangsa lain (sebut saja ras yahudi). Tapi lebih ke masalah attitude yang
tidak memungkinkan peradaban berkembang.
saya pernah mendapat slide presentasi yang mengatakan bahwa tidak ada
hubungan antara ras dengan tingkat IQ. tidak ada hubungan antara jenis
kelamin dengan IQ, dst. Namun kenapa ada negara2 tertentu yang maju
sedangkan negara2 lain terbelakang. Jawabnya ternyata ada di attitude.
sikap2 seperti menghargai waktu, bekerja keras, gemar menabung, senang
belajar, dan terutama jujur ada pada mayoritas penduduk di negara2 maju.
sedangkan di negara2 terbelakang sikap2 itu bukannya tidak ada, tapi masih
jadi minoritas. Itu saja! (sayangnya belum saya temukan filenya kalau ada
yang punya please share)
Jika secara mental sudah yakin kalah, maka tidak akan pernah bisa menang.
Persis seperti Bani Israil yang menolak memasuki tanah yang dijanjikan
karena "mental budak" yang terbangun selama di mesir. Padahal mereka dijamin
PASTI menang oleh Tuhan (bayangkan Tuhan langsung yang menjamin, tapi si
yahudi itu tetap ga yakin). Butuh 40 tahun (alias menunggu pergantian satu
generasi) agar "mental budak" itu hilang. (silakan merujuk ke surat
Al-baqarah untuk kejalasan)
Nah sekarang pertanyaannya, apakah setelah 65 tahun merdeka dari belanda,
"mental budak", "mental inlander", "mental bangsa terjajah" atau apapun itu,
masih ada di dalam diri kita???
You know the answer :-)
best regards,
Yorga
------------------------------
*From:* irsal imran <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Thursday, February 26, 2009 3:13:12 AM
*Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
Iya deh..baiknya kalau cerita Indo harusnya kayak yang saya quote dari
messagenya Cak Andri..:)
........................................................., tidak mungkin
bangsa
kita sekarang berada di posisi terhormat dunia, dari sisi moral,
etika, teknologi dan pencapaian luhur kemanusiaan, dan menjadi contoh
dunia sebagai bangsa dengan angka kemiskinan terendah, berteknologi
tinggi, bebas korupsi, menjunjung tinggi kesetaraan ras, suku, agama,
dan jender, dan menjadi tonggak nyata bagi peradaban yang penuh
perdamaian.
..kemudian tercium bau makanan. Dengan lembut pramugari membangunkan
saya. "Bapak mau makan apa???"
salam,
-Irsal
------------------------------
*From:* Guntur Supriyadi <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Wednesday, February 25, 2009 11:38:38 AM
*Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
Apa untungnya menghina-hina bangsa sendiri? Bukan menambah semangat, malah
melemahkan mental...
Mungkin maksudnya bagus, supaya mencontoh hal2 baik mereka. Tapi kalo
kebablasan, bisa mengarah menjadi menghina bangsa sendiri.
Amit-amit jangan sampai kita jadi seperti Hanafi yang di novel "salah
asuhan".
----- Original Message -----
*From:* irsal imran <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Wednesday, February 25, 2009 10:14 PM
*Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
Saya juga pernah kagum kepada orang2 Indonesia yang bergelut di bidang
bisnis. Waktu saya masih kerja di investment banking di Jakarta, mereka
memang sangat2 kreatif dalam hal bagaimana melakukan manipulasi (mereka
bilang Financial Engineering (rekayasa finance)) perusahaan bisa kelihatan
bagus (tanpa harus mengandalkan jasa auditor) atau membuat perusahaan yang
harus punya modal disetor sekian tanpa harus punya modal...atau lainnya.
Kalau dibanding dengan Wall Street, orang2 Wall Street yang kalau di Wall
Street Journal dibilang The Smartest people in the world, aja nggak ada
apa-apanya. Manipulasi di Wall Street hanyalah manipulasi "straight to the
point" yang ditutupin sehingga tidak kelihatannya (dan juga harus kerja sama
dengan auditir..dll). Manipulasi di Indo..kita harus memutar otak dulu
hanya untuk mengerti bahwa terjadi manipulasi. Memang pernah dulu ada anak
muda kerja di Wall Street yang melakukan schema transaksi yang mirip dengan
yang dilakukan oleh para financial profesional di Indo sehingga bisa ngeruk
uang puluhan juta..dan ketika ditangkap, orang2 Wall Street geleng2 kepala
dan kagum, bilang bahwa si anak muda ini sangat jenius...:).
salam,
-Irsal
------------------------------
*From:* Guntur Supriyadi <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Tuesday, February 24, 2009 10:06:41 PM
*Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
"Lihat aja Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga.."
nah itu dia... kalo kreatifitas itu dibiarkan tetep di negara dunia ketiga
jauh hasilnya dibanding kalo dibawa ke negara maju... Artinya orang-orang di
negara dunia ketiga gak kalah kreatif... Cuma kalah lokasi saja...
menganggap ras lain superior kan = menganggap ras sendiri inferior...
gimana toh?
Memang sekarang ini abadnya orang bule... Orang bule berjaya... Bukan
karena ras mereka lebih unggul... Memang ini abad mereka...
Jaman dulu juga Peradaban Mesir berjaya, Peradaban Cina berjaya, Jepang,
Ottoman...
Roda zaman selalu berputar...
Ada yang bilang, sekarang pendulum sedang mengayun ke Asia...
----- Original Message -----
*From:* irsal imran <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Wednesday, February 25, 2009 8:39 AM
*Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
Bukan inferior mas...ini dari pengamatan berdasarkan pengalaman hidup dan
kerja bertahun2 baik di Indo maupun di amerika. Saya pernah dikasih tahu
juga ama teman di Indo bahwa acara TV Indo creatif2. Tapi ketika saya lihat
ternyata acara yang dibilang kreatif adalah nyontek dari acara tv di
amrik...:).
Sebetulnya kalau masalah web site justru udah jadi komodity dunia. Lihat
aja Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga..saya lupa
namanya..kalau memang dibilang kreatif dan (yang paling penting) bernilai
jual.
salam,
-Irsal
------------------------------
*From:* Guntur Supriyadi <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Tuesday, February 24, 2009 8:40:46 PM
*Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
Orang Indonesia juga banyak yang kreatif...
Sekali lagi, lingkungan saja yang membedakan...
Contohnya, yang bikin detik.com... Seandainya dia bikin detik.com di amrik
sana... saya yakin kelasnya bisa sebesar yahoo atau google karena pasarnya
sedunia. Kalo bikin di Indonesia pasarnya sebatas di Indonesia saja... Orang
amrik bikin sesuatu yang baru, langsung dengan mudah tersebar ke penjuru
dunia. Orang Indonesia kreatif, nggak ada yang tau...
Jangan berfikir inferior ah... Semua ras itu sama... Yang membedakan itu
lingkungan, fasilitas, dan terutama dana.
----- Original Message -----
*From:* irsal imran <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Tuesday, February 24, 2009 10:59 PM
*Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
Kalau yang ini saya setuju. Walaupun dianggap orang Western tidak pintar
karena nilainya kebanyakan C daripada A, akan tetapi soal kreatifitas (yang
mungkin bisa dihubungkan denga IQ) mereka memang jagonya. Walaupun mereka
misalnya punya kepintaran/pengetahuan yang terbatas akan tetapi ide2 yang
mereka hasilkan lebih baik dari orang2 Asia yang punya kepintaran lebih
tinggi. Kemampuan berpikir multi dimensi (out of the box) inilah yang
membawa negara2 barat melampaui prestasi negara2 lainnya dimana kalau soal
kepintaran agar ide2 mereka terlaksana, cukup dengan menghire orang2 Asia
Timur yang nilai straight A, dan sebagian besar hasil jualan idenya masuk ke
kantong sendiri....:).
salam,
-Irsal
------------------------------
*From:* Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Tuesday, February 24, 2009 9:36:51 AM
*Subject:* [indonesia] Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
Yang terkenal suka dapat straight A, bukannya orang asia timur?
Ada lho yang nulis buku berjudul begini:
"Why Asians Are Less Creative than Westerners"
Author: Ng Aik Kwang
Bachelor of Arts, National University of Singapore
Bachelor of Social Science, National University of Singapore
Doctor of Philosophy, University of Queensland, Australia
Postgraduate Diploma of Teaching in Higher Education, Nanyang
Technological University, Singapore
Rahasianya panjang dan terperinci serta kok rasanya cukup
"demotivating" untuk dibeberkan di sini. Ya ya ya, tentu ada bias-bias
dalam statistik seperti "White Raven", "Black Sawn", dan tak lupa
those three kinds of lies: Lies, Damned Lies, Statistics..
Salam,
Andri
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt