Betul sekali Bung, tidak ada hubungannya antara ras dan kreatifitas yang
membentuk peradaban, tetapi lebih banyak berkaitan dengan attitude atau
karakter suatu bangsa.  Karakter inilah  yang diwariskan secara turun
temurun dari suatu ras atau bangsa, yang kemudian membedakan bangsa tersebut
mampu membangun peradaban yang adiluhung, atau sebaliknya. Salah satu unsur
karakter yang mampu membentuk peradaban adiluhung adalah sifat jujur
disamping sifat tekun serta sifat2 baik lainnya. Untuk membangun karakter
yang baik itu tidak dapat dilakukan dalam waktu semalam, tetapi memerlukan
upaya yang keras  disertai keyakinan yang teguh, dan jangka panjang  dari
generasi ke generasi.

Kalimat bijak yang berkaitan JUJUR dibawah ini mungkin dapat menjadi
renungan kita bersama:

"Arti pokok jujur, menepati janji atau menepati kesanggupan, baik yang telah
terlahir dalam kata-kata maupun yang masih dalam hati (niat), itu sama saja.
Jadi seseorang yang tidak menepati niatnya, berarti mendustai batinnya
sendiri".

Bagaimana seseorang akan menjadi profesional  dan dipercaya dalam deal apa
saja kalau tidak pernah mau menepati janji .....

"Belajarlah bersikap jujur, sebab kejujuran mendatangkan keadilan, sedangkan
keadilan menuntun ke kemuliaan abadi. Jujur memberikan keberanian serta
ketenteraman hati, juga mennyucikan hati, lagipula membuat tulusnya budi
pekeri (tabiat). Seseorang mustahil dapat memeluk agama dengan sempurna,
apabila lidahnya juga tidak suci. Teguhlah dalam kebenaran, sekalipun
kejujuranmu dapat merugikanmu, serta jangan pula berdusta, walau dustamu
dapat menguntungkanmu"

Jadi cukup berat juga syarat kejujuran itu, maka ditekankan dalam kalimat
itu BELAJARLAH .....

"Hanya barang siapa berkata jujur, serta bertindak sesuai dengan kenyataan,
artinya berbuat benar, orang itu sungguh dapat sempurna. Orang bodoh yang
jujur adalah lebih baik daripada orang pandai yang lancung"

Nah Loe, ternyata tidak ada hubungannya dengan IQ, ternyata orang pintar
yang lancung malah merusak peradaban, tentu saja orang pintar yang jujur
jauh lebih baik dari pada orang bodoh  apalagi orang bodoh yang lancung he
he

Demikian mudah2an berkenan

Salam


PS TK77






On 2/27/09, yorga effendi <[email protected]> wrote:
>
>  abang irsal,
>
> masalah hari ini bangsa indonesia sedang terpuruk, saya yakin bukan
> gara-gara secara genetik ras bangsa indonesia (melayu) lebih buruk dari
> bangsa lain (sebut saja ras yahudi). Tapi lebih ke masalah attitude yang
> tidak memungkinkan peradaban berkembang.
>
> saya pernah mendapat slide presentasi yang mengatakan bahwa tidak ada
> hubungan antara ras dengan tingkat IQ. tidak ada hubungan antara jenis
> kelamin dengan IQ,  dst. Namun kenapa ada negara2 tertentu yang maju
> sedangkan negara2 lain terbelakang. Jawabnya ternyata ada di attitude.
>
> sikap2 seperti menghargai waktu, bekerja keras, gemar menabung, senang
> belajar, dan terutama jujur ada pada mayoritas penduduk di negara2 maju.
> sedangkan di negara2 terbelakang sikap2 itu bukannya tidak ada, tapi masih
> jadi minoritas. Itu saja! (sayangnya belum saya temukan filenya kalau ada
> yang punya please share)
>
> Jika secara mental sudah yakin kalah, maka tidak akan pernah bisa menang.
> Persis seperti Bani Israil yang menolak memasuki tanah yang dijanjikan
> karena "mental budak" yang terbangun selama di mesir. Padahal mereka dijamin
> PASTI menang oleh Tuhan (bayangkan Tuhan langsung yang menjamin, tapi si
> yahudi itu tetap ga yakin). Butuh 40 tahun (alias menunggu pergantian satu
> generasi) agar "mental budak" itu hilang. (silakan merujuk ke surat
> Al-baqarah untuk kejalasan)
>
> Nah sekarang pertanyaannya, apakah setelah 65 tahun merdeka dari belanda,
> "mental budak", "mental inlander", "mental bangsa terjajah" atau apapun itu,
> masih ada di dalam diri kita???
>
> You know the answer :-)
>
> best regards,
> Yorga
>
>
>  ------------------------------
> *From:* irsal imran <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Thursday, February 26, 2009 3:13:12 AM
> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>
>  Iya deh..baiknya kalau cerita Indo harusnya kayak yang saya quote dari
> messagenya Cak Andri..:)
>
> ........................................................., tidak mungkin
> bangsa
> kita sekarang berada di posisi terhormat dunia, dari sisi moral,
> etika, teknologi dan pencapaian luhur kemanusiaan, dan menjadi contoh
> dunia sebagai bangsa dengan angka kemiskinan terendah, berteknologi
> tinggi, bebas korupsi, menjunjung tinggi kesetaraan ras, suku, agama,
> dan jender, dan menjadi tonggak nyata bagi peradaban yang penuh
> perdamaian.
>
> ..kemudian tercium bau makanan. Dengan lembut pramugari membangunkan
> saya. "Bapak mau makan apa…??"
>
> salam,
>
>
> -Irsal
>
>  ------------------------------
> *From:* Guntur Supriyadi <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 11:38:38 AM
> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>
> Apa untungnya menghina-hina bangsa sendiri? Bukan menambah semangat, malah
> melemahkan mental...
> Mungkin maksudnya bagus, supaya mencontoh hal2 baik mereka. Tapi kalo
> kebablasan, bisa mengarah menjadi menghina bangsa sendiri.
> Amit-amit jangan sampai kita jadi seperti Hanafi yang di novel "salah
> asuhan".
>
> ----- Original Message -----
>
> *From:* irsal imran <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 10:14 PM
> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>
>
>  Saya juga pernah kagum kepada orang2 Indonesia yang bergelut di bidang
> bisnis.  Waktu saya masih kerja di investment banking di Jakarta, mereka
> memang sangat2 kreatif dalam hal bagaimana melakukan manipulasi (mereka
> bilang Financial Engineering (rekayasa finance)) perusahaan bisa kelihatan
> bagus (tanpa harus mengandalkan jasa auditor) atau membuat perusahaan yang
> harus punya modal disetor sekian tanpa harus punya modal...atau lainnya.
> Kalau dibanding dengan Wall Street, orang2 Wall Street yang kalau di Wall
> Street Journal dibilang The Smartest people in the world, aja nggak ada
> apa-apanya.  Manipulasi di Wall Street hanyalah manipulasi "straight to the
> point" yang ditutupin sehingga tidak kelihatannya (dan juga harus kerja sama
> dengan auditir..dll).  Manipulasi di Indo..kita harus memutar otak dulu
> hanya untuk mengerti bahwa terjadi manipulasi.  Memang pernah dulu ada anak
> muda kerja di Wall Street yang melakukan schema transaksi yang mirip dengan
> yang dilakukan oleh para financial profesional di Indo sehingga bisa ngeruk
> uang puluhan juta..dan ketika ditangkap, orang2 Wall Street geleng2 kepala
> dan kagum, bilang bahwa si anak muda ini sangat jenius...:).
>
>
> salam,
>
>
> -Irsal
>
>
>  ------------------------------
> *From:* Guntur Supriyadi <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 10:06:41 PM
> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>
> "Lihat aja Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga.."
>
> nah itu dia... kalo kreatifitas itu dibiarkan tetep di negara dunia ketiga
> jauh hasilnya dibanding kalo dibawa ke negara maju... Artinya orang-orang di
> negara dunia ketiga gak kalah kreatif... Cuma kalah lokasi saja...
>
> menganggap ras lain superior kan = menganggap ras sendiri inferior...
> gimana toh?
>
> Memang sekarang ini abadnya orang bule... Orang bule berjaya... Bukan
> karena ras mereka lebih unggul... Memang ini abad mereka...
> Jaman dulu juga Peradaban Mesir berjaya, Peradaban Cina berjaya, Jepang,
> Ottoman...
> Roda zaman selalu berputar...
>
> Ada yang bilang, sekarang pendulum sedang mengayun ke Asia...
>
> ----- Original Message -----
>
> *From:* irsal imran <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 8:39 AM
> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>
>
>  Bukan inferior mas...ini dari pengamatan berdasarkan pengalaman hidup dan
> kerja bertahun2 baik di Indo maupun di amerika.  Saya pernah dikasih tahu
> juga ama teman di Indo bahwa acara TV Indo creatif2.  Tapi ketika saya lihat
> ternyata acara yang dibilang kreatif adalah nyontek dari acara tv di
> amrik...:).
> Sebetulnya kalau masalah web site justru udah jadi komodity dunia.  Lihat
> aja Microsoft pernah membeli situs dari negara dunia ketiga..saya lupa
> namanya..kalau memang dibilang kreatif dan (yang paling penting) bernilai
> jual.
>
>
>
> salam,
>
>
> -Irsal
>
>
>  ------------------------------
> *From:* Guntur Supriyadi <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 8:40:46 PM
> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>
> Orang Indonesia juga banyak yang kreatif...
> Sekali lagi, lingkungan saja yang membedakan...
>
> Contohnya, yang bikin detik.com... Seandainya dia bikin detik.com di amrik
> sana... saya yakin kelasnya bisa sebesar yahoo atau google karena pasarnya
> sedunia. Kalo bikin di Indonesia pasarnya sebatas di Indonesia saja... Orang
> amrik bikin sesuatu yang baru, langsung dengan mudah tersebar ke penjuru
> dunia. Orang Indonesia kreatif, nggak ada yang tau...
>
> Jangan berfikir inferior ah... Semua ras itu sama... Yang membedakan itu
> lingkungan, fasilitas, dan terutama dana.
>
> ----- Original Message -----
> *From:* irsal imran <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 10:59 PM
> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>
>
>  Kalau yang ini saya setuju.  Walaupun dianggap orang Western tidak pintar
> karena nilainya kebanyakan C daripada A, akan tetapi soal kreatifitas (yang
> mungkin bisa dihubungkan denga IQ) mereka memang jagonya.  Walaupun mereka
> misalnya punya kepintaran/pengetahuan  yang terbatas akan tetapi ide2 yang
> mereka hasilkan lebih baik dari orang2 Asia yang punya kepintaran lebih
> tinggi.  Kemampuan berpikir multi dimensi (out of the box) inilah yang
> membawa negara2 barat melampaui prestasi negara2 lainnya dimana kalau soal
> kepintaran agar ide2 mereka terlaksana, cukup dengan menghire orang2 Asia
> Timur yang nilai straight A, dan sebagian besar hasil jualan idenya masuk ke
> kantong sendiri....:).
>
>
> salam,
>
> -Irsal
>
>
>  ------------------------------
> *From:* Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 9:36:51 AM
> *Subject:* [indonesia] Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat
>
> > Yang terkenal suka dapat straight A, bukannya orang asia timur?
>
> Ada lho yang nulis buku berjudul begini:
>
> "Why Asians Are Less Creative than Westerners"
>
> Author: Ng Aik Kwang
>
> Bachelor of Arts, National University of Singapore
> Bachelor of Social Science, National University of Singapore
> Doctor of Philosophy, University of Queensland, Australia
> Postgraduate Diploma of Teaching in Higher Education, Nanyang
> Technological University, Singapore
>
> Rahasianya panjang dan terperinci serta kok rasanya cukup
> "demotivating" untuk dibeberkan di sini. Ya ya ya, tentu ada bias-bias
> dalam statistik seperti "White Raven", "Black Sawn", dan tak lupa
> those three kinds of lies: Lies, Damned Lies, Statistics..
>
> Salam,
> Andri
>
> --
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> akhirat.
>
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>
>
>
>
>
>
>
>
>

Kirim email ke