Mas Oentoeng, Masalah PNS itu sampai hari ini masih tetap jadi masalah. Ceritanya masih sama dan berulang dgn pengalaman ayahanda alami.
Kuncinya ada di struktur birokrasi di Indonesia dan sistem remunerasi yg amburadul. Dua Departemen yg "bertanggungjawab" dalam hal ini, yaitu Aparatur Negara dan Keuangan. Kalau di kedua Departemen itu dibenahi .... mustinya ada perubahan. Tapi perubahan tidak mungkin seketika. Mungkin butuh waktu 20 tahun .... asal perubahan itu dilakukan konsisten. salam, -ai- 2009/2/28 Muhammad Geovani <[email protected]>: > Mas Untung, saya sependapat dgn anda, terutama di bagian yg sy yellow > highlighted :) > > andaikata bangsa kita (in bracket pengusaha, pemerintah, BUMN's, etc) mau > lebih menghargai jerih payah insinyur2 Indonesia, sy yakin kok banyak rekan2 > di LN negeri lebih memilih pulang ke tanah air untuk "padamu negeri kami > berbakti", dan gak ada lagi tuh cerita2 seperti exodus besar2an insinyur di > PAL ke M'sia or insinyur2 IPTN ke Airbus or Boeing & berita lain sejenis. > > Kalo alasannya keterbatasan budget, lha mosok mampu bayar expat india, msia, > spore yg kerja di indonesia 5-10 kali lipat dan bule2 eropa, aussie & USA > 20-25 kali lipat gaji insinyur indonesia? dg output yg sama or even in some > cases less than insinyur kita? > > Belum lg aturan BP MIGAS tentang pembatasan salary bagi insinyur kita di oil > & gas (sy lupa detail regulasinya, mudah2an peraturan sperti ini udah > dicabut karena jelas2 mencerminkan sifat INLANDER yg tersisa dari sebagian > bangsa kita ) > > Teringat nasihat ayah saya belasan thn lampau. Bahwa bagaimana menjalani > hidup itu adalah pilihan bagi setiap insan, yang tentunya harus selalu > dipertimbangkan dengan segala konsekuensinya. Mau menjadi super kaya, > lumayan kaya, agak kaya, sederhana, pas-pasan atau miskin adalah dari takdir > ALLAH yg tercermin dari usaha kita. Kewajiban manusia adalah > berusaha/ikhtiar semaksimal mungkin utk mencari rezki yg halal & toyyiban > (baik) demi melancarnya fungsinya sebagai "khalifatu fil ardi" (pemimpin di > muka bumi) dan beribadah kepada NYA, masalah hasil? pasrahkanlah kepada Sang > Khalik > > Nah sayangnya analisa saya dari pengalaman ayah selama 35 thn sbg pegawai > negeri, sulit sekali menjadi kaya tanpa "menyentuh" area yg haram or minimal > subhat (meragukan antara "halal" dan "haram"), entah berapa byk chek > perjalanan dinas kosong atau marked-up projects yg ditolak ditandangani > oleh ayah, belum lagi sudah biasanya aksi sikat-sikut sana-sini baik scr > halus maupun kasar utk sekedar dapetin posisi kepala pengadaan barang, > Pimpro dll. Akibatnya tentu bisa ditebak dari mulai pengucilan, fitnah > sampai pada penundaan kenaikan pangkat/golongan sudah biasa dialami oleh > Ayah. > > Beda cerita kalo anda punya otak brillian & relasi luas sehingga bisa jadi > enterpreneur sukses seperti mas Hengki dkk, atau jika anda kerja di > perusahaan2 besar dg jenjang karir, fasilitas dan tunjangan yg lengkap, > Insya ALLAH dalam 10-20 thn pun anda sudah bisa mencapai apa yg > didefinisikan sebagai "kaya" oleh orang2 indonesia pada umumnya tanpa > sedikitpun menyentuh area "haram" seperti cerita di atas. > > Lulus dari ITB awal thn 70-an sebagai geologist muda (konon waktu itu baru > ada max. 10 ahli geologi dari indonesia, mungkin cerita ini bisa > dikonfirmasi dg Ibu Emmy Suparka ex. Dekan FTM ITB yg juga adik kelas ayah > saya) alih2 menerima tawaran kerja dari perusahaan besar macam MobilOil, > Caltex, StatOIL, Exxon, or even PERTAMINA dsbnya (Dulu GRANT or beasiswa > sampe disodor2kan dg harapan mahasiswa ybs mau bergabung setelah lulus bukan > spt sekarang malah byk mahasiswa yg begging2 beasiswa sampe harus sikut2an > dg kawan sendiri) beliau lebih memilih "padamu negeri" ,menjadi pegawai > negeri di salah satu lembaga litbang milik pemerintah sepanjang 35 thn > karirnya sampai pension. > > Selama 35 thn itulah keluarga kami hidup dalam kesederhanaan despite of > kehidupan mewah rekan2 beliau baik dari tingkatan Pimpro sampai pada > Dirjen. Pun begitu tak berarti fitnah lepas dari kami, mulai dari issue > kepemilikan rumah mewah di permata hijau maupun tanah puluhan hektar. Semua > itu ditanggapi dg sabar & tawakkal oleh ayah sambil sesekali memberi > pengertian bahwa biarpun kami harus menjalani kehidupan yg sederhana insya > ALLAH tidaklah sebutir nasipun dinafkahi oleh Ayah dari rizki yg haram. > Alhamdullillah hingga saat ini kami sekeluarga diberkahi badan yg sehat dan > karir yang bagus. Di usianya yg menjelang 66 thn ayah kami masih aktif > menyalurkan hobi bercocok tanam , berkolam ikan atau bermain dg cucu2nya > sambil sesekali bersepeda atau jalan kaki ke kampung sebelah utk mencari > pakan ikan. > > Salam > Geo > > > > > --- On Sat, 2/28/09, oentoeng dalil <[email protected]> wrote: > >> From: oentoeng dalil <[email protected]> >> Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" Orang Barat-Terobosan >> Membangun Peradaban >> To: [email protected] >> Cc: "Oentoeng Santosa Dalil" <[email protected]> >> Date: Saturday, February 28, 2009, 4:14 AM >> Waalaikum salam WR WB >> >> Saya setuju Pak, saya dianggap teman2 tidak menginjak ke >> Bumi. >> Karena saya katakan Visi kita harus jauh kedepan yaitu >> SURGA Yang Luasnya Seluas Langit dan Bumi. Mempunyai >> Teknologi Tinggi Apa yang di HATI kita inginkan Tercapai >> Tak ada perang, sakit hati, selau DAMAI, MAJU TERUS. Surga >> aja terus berkembang apalagi Dunia yang belum apa2. >> >> Dengan Visi kita SURGA, kita tidak perlu korupsi, tak perlu >> memusuhi Malaysia, Amerika, kita bisa maju bersama. >> >> Insya ALLAH saya sedang menulis buku yang ditunggu teman2, >> cuma yaitu saya sibuk terus, mudah2an saya di IRAN sekarang >> bisa sambil nulis, walaupun saya banyak kerjaan. >> >> Kami kerja sama dengan IRAN memebuat TActical CARGO, kami >> diminta sebagai Consultannya dan membantu Mereka dan >> dibayar. Habis Bangsa Indonesia kurang perhatian kepada >> Industri Sendiri ya kita bantu orang lain. >> >> >> Salam >> Oentoeng SD/ SI-77 >> >> --- On Fri, 2/27/09, Satria Iman Pribadi >> <[email protected]> wrote: >> >> From: Satria Iman Pribadi <[email protected]> >> Subject: [indonesia] Re: Rahasia "Kekreatifan" >> Orang Barat >> To: [email protected] >> Date: Friday, February 27, 2009, 6:50 PM >> >> Assalamu'alaikum w.w. >> >> Ingin kontribusi sedikit >> Mungkin yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah dalam >> segi apa Barat lebih >> maju?. Kalau tidak jelas, sulit jika kita ingin mengejar. >> >> Jawabnya tentunya : "Dalam segi kemakmuran dan dalam >> segi ilmu >> pengetahuan". Hal ini berdampak pada banyak lapangan >> kehidupan, seperti >> juga persenjataan, karena senjata adalah hasil inovasi ilmu >> pengetahuan dan >> kemampuan membuat atau membelinya. >> >> Dalam hal ibadah agama, mungkin orang Indonesia lebih >> beragama. Dalam hal >> ketenangan hidup, muingkin orang Indonesia bisa merasa >> lebih tenang, meskipun >> hidup sederhana. >> >> Nah persoalannya, orang Indonesia umumnya tidak menjadikan >> kemakmuran dengan >> standard tinggi dan tingkat kemajuan yang tinggi sebagai >> soal prinsip dalam >> hidup. Banyak yang masih berprinsip "Ojo >> neko-neko", "mangan ora >> mangan yang penting ngumpul". >> >> Bagi petani, jika masih cukup untuk makan, itu sudah cukup. >> Punya lahan 1 ha >> itu sudah banyak. Transmigrasi juga dijatah hanya 2 ha. >> >> Bagaimana di luar barat?. Standard untuk pertanian yang >> dibolehkan minimal >> ratusan acre. Pertanian baru dianggap petani jika memakai >> beberapa mesin >> pertanian. Petani yang sukses adalah yang punya lahan >> ribuan ha. Di Indonesia, >> punya lahan sepuluh ha sudah dianggap sangat kaya dan luar >> biasa. >> >> Jadi yang jadi persoalan utama adalah standard hidup yang >> jadi patokan rakyat >> Indonesia sangat rendah. Gaji 3-5 juta dianggap sudah >> lumayan. Gaji 40 juta >> sudah dianggap layak jadi CEO perusahaan lumayan besar. >> Padahal di Barat, gaji >> rendah adalah 2000 dollar, atau setara 20 juta. Gaji >> sedeang adalah 5000-7000 >> dollar. gaji pimpinan atau CEO pasti di atas 20.000 dollar. >> Sekali lagi standard >> yang kita anggap layak adalah sangat rendah. >> >> Karena pendapatan standard tinggi ini berdampak pada pajak >> dan penghasilan >> negara yang tinggi. GNP Indonesia hanya 1000 dollar, GNP >> Amerika dan >> negara-negara eropa rata-rata 30.000-40.000 dollar. Jelas >> anggaran negara mereka >> 30-sampai 40 kali lebih besar. Jadi mereka bisa membuat dan >> mengambangkan dengan >> kemampuan 30-40 kali Indonesia. >> >> Soal attitude, soal kejujuran, dan soal moral lainnya, >> bukan hal yang sangat >> rendah kita. Tapi soal standard kita yang rendah lha yang >> membuat kita tidak >> bisa mengejar mereka. Termasuk juga soal standard moral >> yang juga mungkin >> rendah. >> >> Demikian sementara >> Wassalam >> Satria >> >> >> >> --- On Sat, 2/28/09, Susanto Panggah >> <[email protected]> wrote: >> >> > From: Susanto Panggah <[email protected]> >> > Subject: [indonesia] Re: Rahasia >> "Kekreatifan" Orang Barat >> > To: [email protected] >> > Date: Saturday, February 28, 2009, 8:38 AM >> > Kalau inferiority complex, sy kira terkait dengan >> > ketidakmengertian >> > kita akan jatidiri kita sendiri, yang secara akumulasi >> ya >> > menjadi jati diri >> > bangsa. >> > >> > Kalimat bijak yang terkait dengan KEPERCAYAAN DIRI >> dibawah >> > ini mungkin baik >> > untuk kita renungkan: >> > >> > "Banyak orang yang mengucapkan kebijaksanaan >> > 'manusia harus percaya kepada >> > diri pribadi', tetapi sebenarnya banyak yang tidak >> > mengerti, mana yang >> > disebut diri pribadi, dan bagaimana caranya agar >> manusia >> > tetap percaya >> > dengan sebulat hati kepada diri sendiri. Kebanyakan >> yang >> > diketahui >> > adalah *dirinya >> > yang tidak kekal*, dikira itulah yang menjadi Pemimpin >> dan >> > Penuntunnya >> > Sejati" >> > >> > *Dirinya yang tidak kekal* inilah yang menjadi semacam >> > berhala yaitu idaman >> > yang bersifat fana seperti benda2, jimat2, kemudian >> yang >> > bersifat halus >> > kekayaan, kemasyhuran, kewibawaan, kecantikan dll yang >> > dapat menjadi rusak, >> > hilang atau mati. Termasuk sebenarnya *gugon tuhon, >> > *seperti percaya hari >> > baik, hari buruk, sebangsa ramalan perbintangan dll. >> Lha >> > secara de facto, >> > di bawah sadar sebagian masyarakat kita masih percaya >> pada >> > hal2 semacam >> > itu, contoh yang paling gres ya kasus Ponari itu, >> dalam >> > waktu singkat dalam >> > jumlah ribuan manusia berkumpul, ngalap berkah >> kesaktian >> > batu Ponari.Dikira >> > itu tidak punya akibat terhadap kejiwaan. >> > >> > Sy kira itulah akar permasalahan sehingga seseorang >> atau >> > bangsa menderita >> > inferior complex, bukan karena belanda, inggris, >> jepang >> > dll. Kalau itu mah >> > sudah dari sononya. >> > >> > Demikian, mudah2an berkenan >> > >> > >> > Salam >> > >> > PS >> > >> > >> > On 2/28/09, Basuki Suhardiman <[email protected]> >> > wrote: >> > > >> > > >> > > >> > > Betul mas , >> > > termasuk jujur kalau kita memang inferior >> ...sering >> > iri , dengki >> > > justru kata-kata jujur ini sengaja di >> 'erase' >> > dengan sedemikian rupa >> > > dan kata-kata 'iri' , inlander , dengki >> justru >> > dikuatkan ... >> > > >> > > sehingga kita mengalami 'genetic defect' >> > puluhan abad ... >> > > >> > > >> > > >> > > "free to speak my mind anywhere " >> > > >> > > On Sat, 28 Feb 2009, Susanto Panggah wrote: >> > > >> > > Betul sekali Bung, tidak ada hubungannya antara >> ras >> > dan kreatifitas yang >> > >> membentuk peradaban, tetapi lebih banyak >> berkaitan >> > dengan attitude atau >> > >> karakter suatu bangsa. Karakter inilah yang >> > diwariskan secara turun >> > >> temurun dari suatu ras atau bangsa, yang >> kemudian >> > membedakan bangsa >> > >> tersebut >> > >> mampu membangun peradaban yang adiluhung, >> atau >> > sebaliknya. Salah satu >> > >> unsur >> > >> karakter yang mampu membentuk peradaban >> adiluhung >> > adalah sifat jujur >> > >> disamping sifat tekun serta sifat2 baik >> lainnya. >> > Untuk membangun karakter >> > >> yang baik itu tidak dapat dilakukan dalam >> waktu >> > semalam, tetapi memerlukan >> > >> upaya yang keras disertai keyakinan yang >> teguh, >> > dan jangka panjang dari >> > >> generasi ke generasi. >> > >> >> > >> Kalimat bijak yang berkaitan JUJUR dibawah >> ini >> > mungkin dapat menjadi >> > >> renungan kita bersama: >> > >> >> > >> "Arti pokok jujur, menepati janji atau >> > menepati kesanggupan, baik yang >> > >> telah >> > >> terlahir dalam kata-kata maupun yang masih >> dalam >> > hati (niat), itu sama >> > >> saja. >> > >> Jadi seseorang yang tidak menepati niatnya, >> > berarti mendustai batinnya >> > >> sendiri". >> > >> >> > >> Bagaimana seseorang akan menjadi profesional >> dan >> > dipercaya dalam deal apa >> > >> saja kalau tidak pernah mau menepati janji >> ..... >> > >> >> > >> "Belajarlah bersikap jujur, sebab >> kejujuran >> > mendatangkan keadilan, >> > >> sedangkan >> > >> keadilan menuntun ke kemuliaan abadi. Jujur >> > memberikan keberanian serta >> > >> ketenteraman hati, juga mennyucikan hati, >> lagipula >> > membuat tulusnya budi >> > >> pekeri (tabiat). Seseorang mustahil dapat >> memeluk >> > agama dengan sempurna, >> > >> apabila lidahnya juga tidak suci. Teguhlah >> dalam >> > kebenaran, sekalipun >> > >> kejujuranmu dapat merugikanmu, serta jangan >> pula >> > berdusta, walau dustamu >> > >> dapat menguntungkanmu" >> > >> >> > >> Jadi cukup berat juga syarat kejujuran itu, >> maka >> > ditekankan dalam kalimat >> > >> itu BELAJARLAH ..... >> > >> >> > >> "Hanya barang siapa berkata jujur, serta >> > bertindak sesuai dengan >> > >> kenyataan, >> > >> artinya berbuat benar, orang itu sungguh >> dapat >> > sempurna. Orang bodoh yang >> > >> jujur adalah lebih baik daripada orang pandai >> yang >> > lancung" >> > >> >> > >> Nah Loe, ternyata tidak ada hubungannya >> dengan IQ, >> > ternyata orang pintar >> > >> yang lancung malah merusak peradaban, tentu >> saja >> > orang pintar yang jujur >> > >> jauh lebih baik dari pada orang bodoh >> apalagi >> > orang bodoh yang lancung he >> > >> he >> > >> >> > >> Demikian mudah2an berkenan >> > >> >> > >> Salam >> > >> >> > >> >> > >> PS TK77 >> > >> >> > >> >> > >> >> > >> >> > >> >> > >> >> > >> On 2/27/09, yorga effendi >> > <[email protected]> wrote: >> > >> >> > >>> >> > >>> abang irsal, >> > >>> >> > >>> masalah hari ini bangsa indonesia sedang >> > terpuruk, saya yakin bukan >> > >>> gara-gara secara genetik ras bangsa >> indonesia >> > (melayu) lebih buruk dari >> > >>> bangsa lain (sebut saja ras yahudi). Tapi >> > lebih ke masalah attitude yang >> > >>> tidak memungkinkan peradaban berkembang. >> > >>> >> > >>> saya pernah mendapat slide presentasi >> yang >> > mengatakan bahwa tidak ada >> > >>> hubungan antara ras dengan tingkat IQ. >> tidak >> > ada hubungan antara jenis >> > >>> kelamin dengan IQ, dst. Namun kenapa ada >> > negara2 tertentu yang maju >> > >>> sedangkan negara2 lain terbelakang. >> Jawabnya >> > ternyata ada di attitude. >> > >>> >> > >>> sikap2 seperti menghargai waktu, bekerja >> > keras, gemar menabung, senang >> > >>> belajar, dan terutama jujur ada pada >> mayoritas >> > penduduk di negara2 maju. >> > >>> sedangkan di negara2 terbelakang sikap2 >> itu >> > bukannya tidak ada, tapi >> > >>> masih >> > >>> jadi minoritas. Itu saja! (sayangnya >> belum >> > saya temukan filenya kalau ada >> > >>> yang punya please share) >> > >>> >> > >>> Jika secara mental sudah yakin kalah, >> maka >> > tidak akan pernah bisa menang. >> > >>> Persis seperti Bani Israil yang menolak >> > memasuki tanah yang dijanjikan >> > >>> karena "mental budak" yang >> terbangun >> > selama di mesir. Padahal mereka >> > >>> dijamin >> > >>> PASTI menang oleh Tuhan (bayangkan Tuhan >> > langsung yang menjamin, tapi si >> > >>> yahudi itu tetap ga yakin). Butuh 40 >> tahun >> > (alias menunggu pergantian >> > >>> satu >> > >>> generasi) agar "mental budak" >> itu >> > hilang. (silakan merujuk ke surat >> > >>> Al-baqarah untuk kejalasan) >> > >>> >> > >>> Nah sekarang pertanyaannya, apakah >> setelah 65 >> > tahun merdeka dari belanda, >> > >>> "mental budak", "mental >> > inlander", "mental bangsa terjajah" >> atau >> > apapun >> > >>> itu, >> > >>> masih ada di dalam diri kita??? >> > >>> >> > >>> You know the answer :-) >> > >>> >> > >>> best regards, >> > >>> Yorga >> > >>> >> > >>> >> > >>> ------------------------------ >> > >>> *From:* irsal imran >> > <[email protected]> >> > >>> *To:* [email protected] >> > >>> *Sent:* Thursday, February 26, 2009 >> 3:13:12 AM >> > >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia >> > "Kekreatifan" Orang Barat >> > >>> >> > >>> Iya deh..baiknya kalau cerita Indo >> harusnya >> > kayak yang saya quote dari >> > >>> messagenya Cak Andri..:) >> > >>> >> > >>> >> > >> ........................................................., >> > tidak mungkin >> > >>> bangsa >> > >>> kita sekarang berada di posisi terhormat >> > dunia, dari sisi moral, >> > >>> etika, teknologi dan pencapaian luhur >> > kemanusiaan, dan menjadi contoh >> > >>> dunia sebagai bangsa dengan angka >> kemiskinan >> > terendah, berteknologi >> > >>> tinggi, bebas korupsi, menjunjung tinggi >> > kesetaraan ras, suku, agama, >> > >>> dan jender, dan menjadi tonggak nyata >> bagi >> > peradaban yang penuh >> > >>> perdamaian. >> > >>> >> > >>> ..kemudian tercium bau makanan. Dengan >> lembut >> > pramugari membangunkan >> > >>> saya. "Bapak mau makan >> apa…??" >> > >>> >> > >>> salam, >> > >>> >> > >>> >> > >>> -Irsal >> > >>> >> > >>> ------------------------------ >> > >>> *From:* Guntur Supriyadi >> > <[email protected]> >> > >>> *To:* [email protected] >> > >>> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 >> 11:38:38 >> > AM >> > >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia >> > "Kekreatifan" Orang Barat >> > >>> >> > >>> Apa untungnya menghina-hina bangsa >> sendiri? >> > Bukan menambah semangat, >> > >>> malah >> > >>> melemahkan mental... >> > >>> Mungkin maksudnya bagus, supaya mencontoh >> hal2 >> > baik mereka. Tapi kalo >> > >>> kebablasan, bisa mengarah menjadi >> menghina >> > bangsa sendiri. >> > >>> Amit-amit jangan sampai kita jadi seperti >> > Hanafi yang di novel "salah >> > >>> asuhan". >> > >>> >> > >>> ----- Original Message ----- >> > >>> >> > >>> *From:* irsal imran >> > <[email protected]> >> > >>> *To:* [email protected] >> > >>> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 >> 10:14 PM >> > >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia >> > "Kekreatifan" Orang Barat >> > >>> >> > >>> >> > >>> Saya juga pernah kagum kepada orang2 >> > Indonesia yang bergelut di bidang >> > >>> bisnis. Waktu saya masih kerja di >> investment >> > banking di Jakarta, mereka >> > >>> memang sangat2 kreatif dalam hal >> bagaimana >> > melakukan manipulasi (mereka >> > >>> bilang Financial Engineering (rekayasa >> > finance)) perusahaan bisa >> > >>> kelihatan >> > >>> bagus (tanpa harus mengandalkan jasa >> auditor) >> > atau membuat perusahaan >> > >>> yang >> > >>> harus punya modal disetor sekian tanpa >> harus >> > punya modal...atau lainnya. >> > >>> Kalau dibanding dengan Wall Street, >> orang2 >> > Wall Street yang kalau di Wall >> > >>> Street Journal dibilang The Smartest >> people in >> > the world, aja nggak ada >> > >>> apa-apanya. Manipulasi di Wall Street >> > hanyalah manipulasi "straight to >> > >>> the >> > >>> point" yang ditutupin sehingga tidak >> > kelihatannya (dan juga harus kerja >> > >>> sama >> > >>> dengan auditir..dll). Manipulasi di >> > Indo..kita harus memutar otak dulu >> > >>> hanya untuk mengerti bahwa terjadi >> manipulasi. >> > Memang pernah dulu ada >> > >>> anak >> > >>> muda kerja di Wall Street yang melakukan >> > schema transaksi yang mirip >> > >>> dengan >> > >>> yang dilakukan oleh para financial >> profesional >> > di Indo sehingga bisa >> > >>> ngeruk >> > >>> uang puluhan juta..dan ketika ditangkap, >> > orang2 Wall Street geleng2 >> > >>> kepala >> > >>> dan kagum, bilang bahwa si anak muda ini >> > sangat jenius...:). >> > >>> >> > >>> >> > >>> salam, >> > >>> >> > >>> >> > >>> -Irsal >> > >>> >> > >>> >> > >>> ------------------------------ >> > >>> *From:* Guntur Supriyadi >> > <[email protected]> >> > >>> *To:* [email protected] >> > >>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 >> 10:06:41 PM >> > >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia >> > "Kekreatifan" Orang Barat >> > >>> >> > >>> "Lihat aja Microsoft pernah membeli >> situs >> > dari negara dunia ketiga.." >> > >>> >> > >>> nah itu dia... kalo kreatifitas itu >> dibiarkan >> > tetep di negara dunia >> > >>> ketiga >> > >>> jauh hasilnya dibanding kalo dibawa ke >> negara >> > maju... Artinya orang-orang >> > >>> di >> > >>> negara dunia ketiga gak kalah kreatif... >> Cuma >> > kalah lokasi saja... >> > >>> >> > >>> menganggap ras lain superior kan = >> menganggap >> > ras sendiri inferior... >> > >>> gimana toh? >> > >>> >> > >>> Memang sekarang ini abadnya orang bule... >> > Orang bule berjaya... Bukan >> > >>> karena ras mereka lebih unggul... Memang >> ini >> > abad mereka... >> > >>> Jaman dulu juga Peradaban Mesir berjaya, >> > Peradaban Cina berjaya, Jepang, >> > >>> Ottoman... >> > >>> Roda zaman selalu berputar... >> > >>> >> > >>> Ada yang bilang, sekarang pendulum sedang >> > mengayun ke Asia... >> > >>> >> > >>> ----- Original Message ----- >> > >>> >> > >>> *From:* irsal imran >> > <[email protected]> >> > >>> *To:* [email protected] >> > >>> *Sent:* Wednesday, February 25, 2009 8:39 >> AM >> > >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia >> > "Kekreatifan" Orang Barat >> > >>> >> > >>> >> > >>> Bukan inferior mas...ini dari pengamatan >> > berdasarkan pengalaman hidup >> > >>> dan >> > >>> kerja bertahun2 baik di Indo maupun di >> > amerika. Saya pernah dikasih tahu >> > >>> juga ama teman di Indo bahwa acara TV >> Indo >> > creatif2. Tapi ketika saya >> > >>> lihat >> > >>> ternyata acara yang dibilang kreatif >> adalah >> > nyontek dari acara tv di >> > >>> amrik...:). >> > >>> Sebetulnya kalau masalah web site justru >> udah >> > jadi komodity dunia. Lihat >> > >>> aja Microsoft pernah membeli situs dari >> negara >> > dunia ketiga..saya lupa >> > >>> namanya..kalau memang dibilang kreatif >> dan >> > (yang paling penting) bernilai >> > >>> jual. >> > >>> >> > >>> >> > >>> >> > >>> salam, >> > >>> >> > >>> >> > >>> -Irsal >> > >>> >> > >>> >> > >>> ------------------------------ >> > >>> *From:* Guntur Supriyadi >> > <[email protected]> >> > >>> *To:* [email protected] >> > >>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 >> 8:40:46 PM >> > >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia >> > "Kekreatifan" Orang Barat >> > >>> >> > >>> Orang Indonesia juga banyak yang >> kreatif... >> > >>> Sekali lagi, lingkungan saja yang >> > membedakan... >> > >>> >> > >>> Contohnya, yang bikin detik.com... >> Seandainya >> > dia bikin detik.com di >> > >>> amrik >> > >>> sana... saya yakin kelasnya bisa sebesar >> yahoo >> > atau google karena >> > >>> pasarnya >> > >>> sedunia. Kalo bikin di Indonesia pasarnya >> > sebatas di Indonesia saja... >> > >>> Orang >> > >>> amrik bikin sesuatu yang baru, langsung >> dengan >> > mudah tersebar ke penjuru >> > >>> dunia. Orang Indonesia kreatif, nggak ada >> yang >> > tau... >> > >>> >> > >>> Jangan berfikir inferior ah... Semua ras >> itu >> > sama... Yang membedakan itu >> > >>> lingkungan, fasilitas, dan terutama dana. >> > >>> >> > >>> ----- Original Message ----- >> > >>> *From:* irsal imran >> > <[email protected]> >> > >>> *To:* [email protected] >> > >>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 10:59 >> PM >> > >>> *Subject:* [indonesia] Re: Rahasia >> > "Kekreatifan" Orang Barat >> > >>> >> > >>> >> > >>> Kalau yang ini saya setuju. Walaupun >> > dianggap orang Western tidak >> > >>> pintar >> > >>> karena nilainya kebanyakan C daripada A, >> akan >> > tetapi soal kreatifitas >> > >>> (yang >> > >>> mungkin bisa dihubungkan denga IQ) mereka >> > memang jagonya. Walaupun >> > >>> mereka >> > >>> misalnya punya kepintaran/pengetahuan >> yang >> > terbatas akan tetapi ide2 >> > >>> yang >> > >>> mereka hasilkan lebih baik dari orang2 >> Asia >> > yang punya kepintaran lebih >> > >>> tinggi. Kemampuan berpikir multi dimensi >> (out >> > of the box) inilah yang >> > >>> membawa negara2 barat melampaui prestasi >> > negara2 lainnya dimana kalau >> > >>> soal >> > >>> kepintaran agar ide2 mereka terlaksana, >> cukup >> > dengan menghire orang2 Asia >> > >>> Timur yang nilai straight A, dan sebagian >> > besar hasil jualan idenya masuk >> > >>> ke >> > >>> kantong sendiri....:). >> > >>> >> > >>> >> > >>> salam, >> > >>> >> > >>> -Irsal >> > >>> >> > >>> >> > >>> ------------------------------ >> > >>> *From:* Mohammad Andri Budiman >> > <[email protected]> >> > >>> *To:* [email protected] >> > >>> *Sent:* Tuesday, February 24, 2009 >> 9:36:51 AM >> > >>> *Subject:* [indonesia] Rahasia >> > "Kekreatifan" Orang Barat >> > >>> >> > >>> Yang terkenal suka dapat straight A, >> bukannya >> > orang asia timur? >> > >>>> >> > >>> >> > >>> Ada lho yang nulis buku berjudul begini: >> > >>> >> > >>> "Why Asians Are Less Creative than >> > Westerners" >> > >>> >> > >>> Author: Ng Aik Kwang >> > >>> >> > >>> Bachelor of Arts, National University of >> > Singapore >> > >>> Bachelor of Social Science, National >> > University of Singapore >> > >>> Doctor of Philosophy, University of >> > Queensland, Australia >> > >>> Postgraduate Diploma of Teaching in >> Higher >> > Education, Nanyang >> > >>> Technological University, Singapore >> > >>> >> > >>> Rahasianya panjang dan terperinci serta >> kok >> > rasanya cukup >> > >>> "demotivating" untuk dibeberkan >> di >> > sini. Ya ya ya, tentu ada bias-bias >> > >>> dalam statistik seperti "White >> > Raven", "Black Sawn", dan tak lupa >> > >>> those three kinds of lies: Lies, Damned >> Lies, >> > Statistics.. >> > >>> >> > >>> Salam, >> > >>> Andri >> > >>> >> > >>> -- >> > >>> Berlombalah dalam karya, bersinergi, >> terapkan >> > kaidah ilmu/teknologi serta >> > >>> kasih sayang dan manfaat untuk seisi >> alam, >> > demi kebahagiaan dunia dan >> > >>> akhirat. >> > >>> >> > >>> Info pengelolaan milis Indonesia next >> better : >> > >>> >> > >> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >> > >>> >> > >>> >> > >>> >> > >>> >> > >>> >> > >>> >> > >>> >> > >>> >> > >>> >> > >>> >> >> >> >> >> -- >> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah >> ilmu/teknologi serta >> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan >> dunia dan akhirat. >> >> Info pengelolaan milis Indonesia next better : >> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
