seperti lagu, setulus hatiku semurni cintaku, saya ucapkan selamat atas
keberhasilan anda melihat melesetnya 'tembakan anda'.
> Betul, jajak pendapat harus di adakan, tapi dengan penuh keadilan, lha
> yang terjadi adalah ternyata UNAMET itu tidak adil/FAIR. Problemnya
> disini.
yang saya dengar, staff lokal yang direkrut oleh unamet banyak 'berpihak'
ke kelompok 'tolak otonomi luas'. tapi mas gus [xanana gusmao] dalam
wawancaranya dengan tempo, memberikan penjelasan perihal 'keberpihakan'.
nah menjejerken eh mempersandingken dua argumen ini, saya jadi berpendapat
bahwa, dalam perkara jajak pendapat timor timur ini, issue fairness tidak
semudah membedekan warna hitam dari yang putih. sesuatu yang dianggap
'adil' oleh satu kelompok, menjadi 'tidak adil' di mata kelompok yang
lain. lalu, masih haruskah kita eh mereka dan kita berkutat memerkerakan
'keadilan' unamet?
jangan-jangan perkaranya bukan pada 'keadilan' melainkan tansparansi. tapi
juga lagi-lagi transparansi ini konstruk sosial, tepatnya konstruksi
media.
>
> Apakah UN itu adil? lihat kasus Irak, di obrak abrik, padahal yang punya
> nuklir banyak, Israel bebas selalu dengan dukungan AS.
mas.... adil itu apa sih? eh maksud saya, yang bagaimana?
>
> Apakah press barat selalu adil ?,
wo....lha yang mengatakan press barat adil itu keblinger. press ---tidak
peduli barat, timur, utara, selatan, ngisor, ndhuwur--- selalu 'berpihak'.
> apakah pers Indonesia sekarang jelek ?
yang bilang press indonesia jelek ya...sapa?
press indonesia itu bagus bagus. sangking bagusnya, ni dyah wara lumpia
ciluba rela memamerken kemulusannya. lho kamangka, kemulusan itu
kan...mahal harganya? e...lha kok diobral diperes eh di press. lha kalau
bukan sangking hesbatnya peres, apa ni diyah lumpia ciluba mau
'menggratisken' kemulusannya untuk dinikmati penikmat peres?
>
> Yang punya info masalahnya gombalnya UNAMET silahkan di forward ke milis,
> supaya saya tidak dituduh bias, karena yang tidak percaya hanya akan
> ngomong ahh itu cuma bias, makanya yang punya info berbagai sumber kirim
> dong.
nah.... yang punya info kirim dong. kalau enggak takbedhil [saya tembak]
lho :-):-):-).
> a.l. di bawah dari detik.com
>
> Demo Unamet di Gedung PBB Humanika Dirikan Pemantau Unamet
>
> Reporter: Djoko Tjiptono
>
> detikcom, Jakarta- Lagi-lagi Unamet (United Nations Mission
> in East Timor) diprotes karena dinilai tidak netral dalam proses
> jajak pendapat Timtim. Bahkan Humanika, kelompok yang
> protes itu, akan mendirikan Tenda Independensi Pemantau
> Unamet (TIPU).
>
> Aksi protes itu dilakukan Humanika dengan menggelar
> demonstrasi di depan Gedung Perwakilan PBB, Jl MH Thamrin,
> Jakarta Pusat, Rabu (1/9/1999). Bersama mereka, ada 20
> aktivis Dewan Nusantara Pergerakan Kerukunan Indonesia yang
> juga berdemo. Tapi tuntutannya berbeda. Dewan Nusantara
> mendesak agar Timtim tidak dimerdekakan. "Itu bentuk devide
> et impera negara imperialis," kata Cupli, Sekjen Dewan.
> .....lanjutnya baca sendiri.
nah... ini...bagus ini. eh...tapi humanika dan dewan nusantara pergerakan
kerukunan indonesia itu apa sih? soalnya, di tempat saya itu .... orang
bisa dibayar, disuruh demonstrasi. dan 'nilai' demonstrasi sering
berbanding lurus dengan 'track record' pelaku demonya.