Saya bisa mengerti kalau di antara kita ada perbedaan pendapat, bahkan
mungkin ketidaksenangan atas perbedaan itu. Tapi kalau itu semua didasarkan
pada perbedaan lahiriah belaka, mirip jaman dahulu kala. Pemikiran sempit
yang tidak berbeda dengan rasialis macam Hitler.

Apa kita bisa menilai seseorang dari fisiknya, tentu tidak! Apa yang ada di
dalamnya, pikiran, hati dan jiwanya, itu yang penting. Mau kulitnya hitam,
putih, coklat, merah, itu semua tidak berarti apa-apa bagi orang yang mau
melihat pribadinya. Toh Allah SWT sendiri menyebutkan bahwa ketakwaan
seseorang yang akan membedakannya dari yang lain di sisiNya, bukan warna
kulit. Kenapa kita masih terpaku dengan stereotip macam demikian?

Bung Siswanto, kalau mau kesal dengan Unamet jangan bawa-bawa perbedaan
warna dong. 

-----Original Message-----
>Kepada orang yang terus bicarakan hal - "orang kulit putih" - saya hanya mau
>bilang katamu itu memang rascist - bagaimana perasaanmu kalau saya bicara
>"orang kulit cokolat" begini dan begitu - pasti anda tidak senang- memang
>ada billion2 orang putih dan billion2 orang cokolat dan sudah jelas sifatnya
>dan pikirannya macam2 dan lain2.
>Setiap manusai punya otak sendiri dan di bawah warna kulit kita semua punya
>jiwa yang sebenarnya sama- di bawah tuhan.
>Salam dari Judith

Kirim email ke