menjadi sumber masalah.
=Ini perlu dikenali masalahnya.
Kalau di Mekah saja sudah menjadi sumber masalah, apalagi
di negerinya sendiri.
Katanya mereka itu mabrur tapi malah menjadi sumber
masalah, bagaimana ini ?
Kalau seseorang statusnya sebagai sumber masalah maka
kemanapun ia pergi
akan menimbulkan masalah. Kalau orang-orang yang menjadi
sumber masalah ini
berkumpul maka mereka menjadi sumber masalah kolektif.
Secara kolektif
mereka menimbulkan masalah dimanapun mereka berada ?!
Nah, bila masalah itu timbul dari mereka yang sudah
berhaji lalu siapa yang harus
menyelesaikan masalah ?
Pantas DAU (Dana Abadi Ummat) menjadi sumber masalah bukan
memecahkan
masalah kesulitan finansial ummat. Ratusan Milyar (saya
curiga trilyunan) uang itu
tidak barokah. Adakah para mantan haji itu protes ? Nyaris
tak terdengar !
Apa yang terjadi bila sumber masalah kolektif ini mengatur
urusan ummat Islam
bangsa Indonesia ?
Anda punya masalah dengan sakit gigi, apakah anda akan
berdoa begitu saja
kepada Alloh agar Alloh menghilangkan sakit gigi anda ?
Marilah dengan sikap kritis yang harus kita bangun, kita
elaborasi sumber-sumber
masalah itu.
Wassalamu'alaikum
R.Budiman
On Fri, 13 Jan 2006 14:47:46 +0700
"Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On 1/13/2006 at 7:29 AM A_Dharmawan wrote:
Sedikitnya 345 Jemaah Tewas Akibat Desak-desakan Haji di
Saudi
"Dengan segera setelah siang hari, ada kepadatan yang
sangat berlebihan di
antara para jemaah yang menyebabkan banyak jemaah jatuh
dan meninggal,"
kata Manei. Banyak jemaah bersikeras untuk mengikuti
contoh Nabi Muhammad SAW
yang melempar batu setelah shalat siang hari dari pada
melakukan ritual
tersebut sepanjang hari itu sebagaimana sejumlah ulama
rekomendasikan.
Inilah salah satu akibatnya jika kita tidak berusaha
untuk berpikir kritis dalam beribadah kepada Allah swt.
Sudah jelas rekomendasi bukan berarti wajib, tapi kenapa
harus tetap ngotot jika kita justru jadi akan menganiaya
saudara kita sendiri, atau malah membinasakan diri kita
sendiri ?
Pengalaman saya berhaji di tahun 1995 cukup banyak
memberikan kenangan menyedihkan bagi saya. Terasa benar
bagaimana umat Islam telah menjadi "buih di lautan",
banyak jumlahnya, namun tidak berarti. Atau, justru
menjadi sumber masalah.
Seperti ketika melempar jumrah. Saya berusaha untuk
melempar di saat yang lebih sepi. Itupun masih cukup
ramai dan sulit untuk berjalan menembus sampai ke jumrah.
Yang mengerikan adalah jika tiba-tiba kita mendengar
teriakan, dan terlambat menepi.
Maka, kita bisa tergilas oleh rombongan orang-orang
besar, yang saling berpegangan ke bahu orang di depannya,
membentuk deretan panjang seperti kereta api; berjalan
cepat menerobos kerumunan orang menuju ke jumrah. Tanpa
peduli apakah ada saudaranya yang tertabrak atau
terinjak. Yang penting, bisa memuaskan nafsunya untuk
melempar "setan" dari dekat. Tanpa peduli, bahwa dalam
proses tersebut, mereka sendiri juga sudah menjelma
menjadi setan berbentuk manusia.
Ketika thawaf, saya memilih berthawaf di pinggir, agar
tidak menyakiti saudara-saudara saya yang lain. Kadang
saya berthawaf di atas, dan melihat bagaimana kelakuan
umat Islam di depan Ka'bah - saling sikut, pukul, dorong
mendorong, penuh amarah dan egoisme, agar bisa berthawaf
sedekat mungkin dengan Ka'bah.
Apalagi di Hajar Aswad, pantas saja batu itu jadi
sedemikian hitam legamnya - begitu banyak dosa yang
dilakukan oleh sebagian besar orang agar bisa menciumnya.
Saya berdoa, mudah-mudahan Allah swt berkenan memberikan
saya kesempatan berhaji kembali, ketika umat Islam telah
kembali bersaudara, dan saling berkasih sayang di antara
mereka.
Salam,
Harry
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
========================================================================================
Speedy Gift 4 You. Pasang Speedy gratis Flexi Trendy dan berhadiah undian :
3 Notebook, 7 Handycam, 9 Digital Camera, dan 25 Modem ADSL. Maaf hanya untuk Januari 2006.
Info : 147 (Khusus Jawa Timur)
========================================================================================
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam