Alhamdulillah,

Jadi Pak Raden, mari kita bertauhid seutuh-utuhnya dan semurni-murninya. Hal ini
membutuhkan proses. Seseorang yang sedang berproses tidaklah luput dari
kekurangan dan kesalahan. Mudah-mudahan Allah mengampuni kesalahan-kesalahan dan
memberi kekuatan untuk memperbaiki kekurangan.

Kelemahan aktual umat memang sangat berkaitan dengan pemahaman Tauhid yang belum
utuh dan belum murni. Karena manusia secara alami berbeda kapasitasnya, sehingga
bertingkat-tingkat kesempurnaannya dalam memahami Tauhid. Para ulama
menyingsingkan lengan baju bahu membahu bergerak memperbaiki pemahaman Tauhid
umat. Dan umat (kita semua) berproses menuju kesempurnaan masyarakat bertauhid
atau baldah thoyyibah. Dalam prosesnya memang masih ada kekurangan di sana-sini.
Kerja satu dua ulama saja tidak cukup, tugas ini diwariskan dari generasi ke
generasi oleh para pewaris Nabi. Dampak kekurangan tersebut cukup jelas
terlihat, dari timbulnya perpecahan, dan ketidak sinkronan antara i'tikad dengan
praktek.

Di kalangan umat pun terdapat bermacam-macam reaksi dalam merespon kelemahan
ini. Ada yang tidak sabar, mengambil langkah berfirqoh meninggalkan barisan dan
membentuk komunitas, tradisi, metodologi baru. Contoh klasiknya ialah gerakan
khawarij. Dikiranya dengan yang baru ini bisa lebih segar dan cepat
akselerasinya, akan tetapi ternyata bukan solusi yang didapat tapi malah
mewariskan persoalan baru. Ada pula yang dengan setia mengawal perjalanan umat
disiplin atas panggilan tugasnya dengan kesabaran yang luar biasa. Mereka tidak
mudah terpancing menggerakkan perubahan yang bukan pada tempatnya, revolusi yang
mereka gerakkan adalah revolusi yang mengakar, bisa terlihat perlahan bagi yang
tidak sabar akan tetapi dampak yang ditimbulkannya tercatat dalam sejarah karena
luasnya. Mereka tidak cepat-cepat mengkritik dan membuang warisan lama, akan
tetapi menggali dan menyusunnya kembali menjadi bangunan yang sesuai dengan
jamannya.

Sumber Tauhid itu satu. Mudah-mudahan Allah menghimpunkan kita dalam Rahmat dan
KaruniaNya.

Wa'alaikum salam,

= Wizh =





Please respond to Milis is-lam <[email protected]>
Subject:  Re: [is-lam] Tauhid dan Aqidah


On Fri, 13 Jan 2006 11:42:12 +0700
  "IPD Wiska Susetio" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> Alhamdulillah,
>
> Pak Raden,
>
> Silakan saja mengkritik, saya juga akan membela kalau
>dibilang metodologi yang
> dikembangkan para ulama ahlus sunnah baik salafy maupun
>asy'ari dianggap atas
> kepentingan pribadi semata. Mudah-mudahan bukan
>apologetik, tapi bagian dari
> eksplorasi menindak lanjuti umpan balik.
>
> Saya bilang lebih utuh tentang tauhid karena dalam
>pemahaman saya di ujungnya
> tidak ada Tauhid metode anu atau anu. Yang ada hanya
>metodologi-metodologi
> pendekatan tertentu bisa bermacam-macam akan tetapi
>ujung-ujungnya harus Tauhid.

=Seseorang yang bertauhid (=muwahid) haruslah condong
kepada mempertahankan
kondisi dan situasi Ummatan Wahidah, bukan mencari
pembenaran untuk berfirqoh-
firqoh. Kalau faktanya ummat ini berfirqoh-firqoh berarti
sedang ada masalah dalam
bertauhidnya. Alloh memberikan hidayah kepada siapapun
yang condong kepada
kuatnya kesatuan ummat. Hidayah ini diberikan kepada
siapapun yang dinilaiNya
bertauhid sesuai AlQuran dan Sunnah. Salah satu realisasi
dari hidayah-kolektif ini
adalah komitmen ummat kepada hukum-wahyu yang tunggal.
Kalau ummat mengaku
bertauhid tetapi hukum jahiliyah yang dipraktekan berarti
tauhidnya menyimpang.

Jadi, salah satu ujung (hasil) dari Tauhid adalah komitmen
kepada hukum-wahyu.



> BTW, metodologi ahlul bait itu apakah yang dipakai juga
>oleh orang-orang tarekat
> dengan metodologi riwayat dengan rantai sanad yang
>didalamnya terdapat ahlul
> bait ? Seperti Naqsyabandiyah yang mengambil ilmu dari
>Imam Ja'far Ash Shodiq -
> semoga Allah mensucikan ruh beliau yang senantiasa
>menapaki jalan Ahlus Sunnah.
>
> = Wizh =


=Imam Ja'far Ash-Shodiq adalah salah seorang Imam
keturunan Ahlul Bait. Beliau
adalah keturunan yang sampai ke Imam Husein (Ahlul Bait =
Fatimah+Ali bin Abi
Thalib+al-Hasan+al-Husein).

Salah satu buah dari Tauhid yang diajarkan oleh Ahlul Bait
adalah mencintai orang-
orang yang mencintai Alloh, Rosul dan Ahlul Bait dan
memusuhi siapapun yang
menjadi musuh Alloh, Rosul dan Ahlul Bait.

Mengambil ilmu dari seseorang belum tentu mengikuti
langkah orang tsb.

Jika sebuah tarekat mengajarkan Tauhid bermetodologi
rantai sanad, maka dapat
dinilai apakah pengambilan ajaran itu bersumber dari orang
yang bisa dipertanggung-
jawabkan atau tidak. Bila dapat dipertanggungjawabkan
berarti benar. Dan bila tidak
berarti ada pencampuran haq dan bathil.

Jika sumber Tauhid sama maka buahnya juga akan sama.

Wassalamu'alaikum
R.Budiman





> Please respond to Milis is-lam <[email protected]>
>
> To:   Milis is-lam <[email protected]>
> cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)
>
> Subject:  Re: [is-lam] Tauhid dan Aqidah
>
>
>
> On Fri, 13 Jan 2006 08:49:12 +0700
>  "IPD Wiska Susetio" <[EMAIL PROTECTED]>
>wrote:
>>
>>
>>
>> Alhamdulillah.
>>
>> Terima kasih Pak Raden Budiman. Silakan menjalani
>>metodologi yang dilakoni.
>>
>> Menurut saya ini masalah metodologi saja. Dan metodologi
>>ini tidak bisa
>> dipaksakan. Setiap orang berbuat atas dasar syakilahnya.
>
>
> = Maaf bila saya terkesan memaksakan. Tidak demikian.
> Saya hanya mencoba mengembalikan semua urusan kepada
>Fundamentalnya
> (dalam hal ini Wahyu).
>
> Adalah hak & kewajiban kita untuk selalu meruju dan
> mengembalikan urusan
> kepada Fundamentalnya. Cara ini sangat efektif untuk
> menghindari perpecahan
> dan perselisihan.
>
>
>
>> Kalau pengalaman pribadi, yang dirasakan justru
>>pendekatannya terbalik. Yakni
>> kelemahan memahami Tauhid justru karena kurang mendalami
>>dan menyelami
>> penjelasan-penjelasan ulama secara utuh. Misalnya ketika
>>di SMA dulu diajarkan
>> pendekatan teologis metode Asy'ariyah Maturidiyah Sifat
>>20.
>
> = Contoh dalam pendekatan metode Asy'ariyah : terbuka
> sebuah pertanyaan,
> "darimana mengambil angka 20 ?". Dari AlQuran ? Dari
> hadits ? Dari mana ?
>
> Alloh mempunyai 99 asma-ul-husna. Bagaimana hubungan
>angka
> 20 dan 99 ini ?
> Apakah 20 ini bagian dari 99 ? Atau 20 ini diluar
>perkara
> 99 ?
>
>>Akan tetapi ketika
>> mendapat kesempatan mengaji pendekatan teologis metode
>>tersebut dari kitab-kitab
>> yang lebih asli (bukan sekadar dari diktat pelajaran
>>sekolah) dilengkapi dengan
>> kitab-kitab lain barulah didapatkan gambaran  yang lebih
>>utuh tentang Tauhid
>
> = Saya tidak setuju dengan pernyataan "utuh tentang
> Tauhid".
> Lebih baik pernyataannya sbb "utuh tentang Tauhid METODE
> ASY'ARIYAH".
> Agar terbuka peluang bagi yang lainnya untuk melakukan
> pendekatan.
> Supaya di jagat ini ramai dengan berbagai konsep dan
> metodologi.
> Salah satu metodologi yang layak dipertimbangkan adalah
> metodologi Ahlul Bait
> (bukan metodologi Syiah). Sebab, sangat jelas Ahlul Bait
> dibesarkan sejalan dengan
> turunnya Wahyu kepada Nabi Saaw.
>
>
>> sampai menjadi kerangka amal.  Ooo ternyata begini tho
>>Tauhid itu, wah ternyata
>> luas sekali ya sampai ternyata jelas sekali hubungannya
>>dengan metodologi
>> penegakan Islam dalam tataran praktis.
>>
>> Jadi jangan langsung menyalahkan metodologi dan warisan
>>khazanah hasil kerja
>> keras para ulama dalam menjelaskan Tauhid.
>
> =Saya tidak punya hak untuk menyalahkan, tapi saya punya
> hak & kewajiban
> untuk mengkritisi.
>
>
>
>>Yang
>>mempelajarinya saja barangkali
>> yang belum utuh. Kalaupun ada metodologi lain, belum
>>tentu juga bisa efektif
>> sebagai washilah taqorrub bila penyerapannya tetap tidak
>>utuh.
>>
>> Barokallaahu lakum,
>>
>> = Wizh =
>
>
> Wassalamu'alaikum
> R.Budiman
>
>
>
>
>
>
>
>
>> Please respond to Milis is-lam <[email protected]>
>>
>> To:   Milis is-lam <[email protected]>
>> cc:    (bcc: IPD Wiska Susetio/QA/domino_srv)
>>
>> Subject:  Re: [is-lam] Tauhid dan Aqidah
>>
>>
>>
>>
>> Saya cenderung untuk tidak dulu melibatkan makna aqidah
>> dan/atau mitsaq dalam
>> pembahasan Tauhid. Sebab Tauhid yang berasal dari kata
>> ahad, wahid, wahdah
>> belum terkupas tuntas sampai ke akar-akarnya. Kita
>>terlalu
>> terjebak pada asmaul-
>> husna dan "sifat" 20 Alloh serta Uluhiyah/Rububiyah
>>tanpa
>> mengembalikan
>> persoalannya kepada kata pembentuk Tauhid dan suasana
>>ayat
>> yang mengandung
>> kata-kata Tauhid itu sendiri.
>>
>> Saya yakin urusan Tauhid adalah termasuk ayat-ayat
>> Muhkamat (yang jelas
>> makna dan artinya) bukan ayat-ayat Mutasyabihat (yang
>> perlu penafsiran secara
>> rosikh/mendalam-meluas). Sebagaimana disebutkan sebagai
>> ayat-ayat muhkamat,
>> maka urusan Tauhid juga bermakna hukum (bagian dari
>> muhkamat).
>>
>> Kita mendisiplinkan diri terhadap istilah-istilah yang
>> berbeda didalam AlQuran berarti
>> kita menghormati dan memuliakan Sang Pembuat Istilah.
>> Mustahil Dia Yang
>> Membuat istilah tak mempunyai maksud dan tujuan.
>>
>> Contoh istilah yang sering kita baca dalam AlQuran :
>> - alladzina amanu => orang-orang yang beriman
>> - mu'min => orang-orang yang beriman
>>Frame berpikir indonesia : kedua kata AlQuran itu
>>dianggap
>> sama yaitu
>> orang-orang yang beriman. Padahal menurut rasa bahasa
>> AlQuran kedua kata itu
>> berbeda cukup signifikan.
>>
>> Ilustrasinya begini :
>> Taufik Hidayat adalah pebulutangkis. Kemanapun ia pergi
>> maka cap pebulutangkis
>> selalu melekat padanya. Dan orang-orang juga akan
>> meng-image-kan
>> Taufik Hidayat adalah pebulutangkis. Padahal bisa saja
>> pada suatu saat
>> ada orang yang melihat Taufik Hidayat sedang bermain
>>bola,
>> tapi tetap saja orang
>> itu akan menyebutnya sebagai pebulutangkis. Suatu saat
>> terlihatlah Taufik Hidayat
>> sedang bertanding melawan Ananda Mikola. Bagaimana
>> pendapat orang melihat
>> kejadian ini ? Orang akan mengatakan bahwa Taufik
>>Hidayat
>> adalah seorang
>> pebulutangkis dan Ananda Mikola adalah orang yang sedang
>> bermain bulutangkis
>> (melawan Taufik Hidayat).
>>
>> Jadi, mu'min adalah selalu beriman dan alladzina amanu
>> adalah yang sedang
>> beriman.
>>
>> Anda akan lebih merasakan nuansa yang berbeda jika anda
>> mencermati suasana
>> ayat-ayat yang menyebutkan alladzina amanu dengan
>> ayat-ayat yang menyebutkan
>> mu'min.
>>
>> Demikian pula Tauhid, aqidah, mitsaq. Akan terasa nuansa
>> yang sangat
>> berbeda pada ayat-ayat yang mengandung ketiga kata itu.
>>
>> Contoh lain rasa bahasa yang berbeda :
>> - shidiq => benar
>> - haq/ al-haq => benar
>> Bila frame berpikir kita menyatukan makna itu dengan
>> 'benar' untuk kedua kata
>> AlQuran yang berbeda maka akan rusak tatanan bahasa
>> AlQuran.
>>
>> Disiplin terhadap istilah AlQuran adalah bagian dari
>> sebuah Revolusi.
>>
>> Orang-orang Islam liberal adalah orang-orang yang
>>berjalan
>> atas dasar
>> keinginannya sendiri. Tak ada keinginan mereka mengikuti
>> Pola Wahyu.
>>
>> Wassalamu'alaikum
>> R.Budiman
>>
>>
>>
>>
>> On Wed, 11 Jan 2006 15:29:45 +0700
>>  "IPD Wiska Susetio" <[EMAIL PROTECTED]>
>>wrote:
>>>
>>>
>>>
>>> Setuju Pak Raden.
>>>
>>> Bahasa itu memang bukanlah hakikat itu sendiri. Bahasa
>>>hanyalah penunjuk
>>> hakikat. Maka untuk menggapai hakikat, makna perlu
>>>diselami menembus batas-batas
>>> harfiahnya, diserap keseluruhan suasananya.
>>>
>>> Kemudian kata-kata itu sendiri tidak pernah cukup
>>>melukiskan keseluruhan suasana
>>> yang dialami. Para ulama pun mendudukkan kata-kata
>>>sebagai isyarat. Setiap
>>> kata-kata perlu penjelasan untuk bisa mentransfer
>>>keseluruhan suasananya.
>>> Makanya para ulama rajin menulis syarah (penjelasan,
>>>penjabaran) dari
>>> kitab-kitab. Apalagi Qur'an.
>>>
>>> Ketika hendak memahami maksud para ulama, maka apa yang
>>>mau dijelaskannya itu
>>> perlu diselami, ditafakkuri. Terkadang suka salah
>>>memahami maksud yang hendak
>>> dijelaskan para ulama, ketika yang dipegang dan dilihat
>>>hanya kata-katanya saja.
>>> Jadinya terjebak dalam kata-kata, permainan bahasa dan
>>>istilah, terjebak di
>>> tataran *kulit*. Nah yang lebih bahaya lagi ketika
>>>ditambah su'udzhon dan buruk
>>> sangka. Muncullah ketakabburan meremehkan penjelasan,
>>>padahal suasananya sendiri
>>> belum diserap secara utuh. Mirip penyakit rekan-rekan
>>>*liberal*.
>>>
>>> Allah lah sebaik-baik pelindung dan pemberi petunjuk.
>>>
>>> = Wizh =
>
>
>
>
> _______________________________________________
> is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

========================================================================================

Speedy Gift 4 You. Pasang Speedy gratis Flexi Trendy dan berhadiah undian :
3 Notebook, 7 Handycam, 9 Digital Camera, dan 25 Modem ADSL. Maaf hanya untuk
Januari 2006.
Info : 147 (Khusus Jawa Timur)
========================================================================================

_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam






_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke