memberikan kenangan menyedihkan bagi saya. Terasa benar
bagaimana umat Islam telah menjadi "buih di lautan",
_________
melempar "setan" dari dekat. Tanpa peduli, bahwa dalam
proses tersebut, mereka sendiri juga sudah menjelma
menjadi setan berbentuk manusia.
_________
umat Islam di depan Ka'bah - saling sikut, pukul, dorong
mendorong, penuh amarah dan egoisme, agar bisa berthawaf
_________
"berhajji" adalah sebuah kata tidak lengkap.
"pergi hajji" juga dua kata yang tidak sempurna.
Salah satu arti 'hajj' adalah berkunjung/ziarah. Jadi
berhajji boleh/bisa kemana saja.
AlQuran menyatakan ibadah itu dengan kalimat HIJJUL BAIT
(HIJJ AL-BAIT).
Kalimat ini sungguh jelas dan lengkap, ada pekerjaannya
dan ada tujuannya.
Hijjul-bait adalah sebuah ziarah/kunjungan ke sebuah
Rumah, Baitulloh, Rumah Alloh.
Sadarkah orang-orang itu sedang dimana mereka itu ?
Katanya, yang bisa pergi ke Mekah adalah mereka yang
terpanggil.
Tapi kalau kelakuan mereka seperti itu , mereka itu
terpanggil oleh siapa ?
Apa yang menyebabkan mereka menjadi brutal seperti itu ?
Saya teringat cerita seorang teman saya (katakan Konco)
yang sudah 2 tahunan ia pulang
dari Mekah. Lalu ia ketemu dengan temannya yang baru
pulang dari Mekah. Konco mendapat
cerita yang luar biasa dari temannya, sebuah pengalaman
spiritual yang mendalam.
Teman Konco cerita bahwa ketika ia sedang thowaf ia
melihat jutaan manusia bergerak
bersamaan. Dan ia beristighfar kepada Alloh karena ia
melihat mereka yang thowaf kebanyakan
manusia berkepala binatang. Badannya manusia tapi
kepalanya binatang. Hanya beberapa saja
yang nampak manusia seutuhnya. Teman Konco beristighfar
berkali-kali barangkali pandangannya
itu salah.
Saya catat nama Teman Konco itu dan alamat Konco yang di
Madiun.
Alhamdulillah sekarang catatan itu hilang entah dimana.
Saya mencarinya, belum ketemu.
Saya berniyat ingin ketemu dengan Teman Konco itu, karena
waktu itu Konco bersedia
mempertemukan saya dengan temannya itu.
Saya ingin mendengar pengalaman spiritual Teman Konco yang
luar biasa itu.
Dan saya ingin tahu mengapa ia diperlihatkan hal seperti
itu di Mekah.
Ada apa gerangan ?
Betapa bangganya orang yang sudah ke tanah suci.
Saya mendengarkan mereka bercerita antar mereka yang sudah
ke tanah suci, betapa bahagia
dan asyik mereka. Mereka adalah orang-orang yang
terpanggil dan mampu.
Wassalamu'alaikum
R.Budiman
On Fri, 13 Jan 2006 14:47:46 +0700
"Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On 1/13/2006 at 7:29 AM A_Dharmawan wrote:
Sedikitnya 345 Jemaah Tewas Akibat Desak-desakan Haji di
Saudi
"Dengan segera setelah siang hari, ada kepadatan yang
sangat berlebihan di
antara para jemaah yang menyebabkan banyak jemaah jatuh
dan meninggal,"
kata Manei. Banyak jemaah bersikeras untuk mengikuti
contoh Nabi Muhammad SAW
yang melempar batu setelah shalat siang hari dari pada
melakukan ritual
tersebut sepanjang hari itu sebagaimana sejumlah ulama
rekomendasikan.
Inilah salah satu akibatnya jika kita tidak berusaha
untuk berpikir kritis dalam beribadah kepada Allah swt.
Sudah jelas rekomendasi bukan berarti wajib, tapi kenapa
harus tetap ngotot jika kita justru jadi akan menganiaya
saudara kita sendiri, atau malah membinasakan diri kita
sendiri ?
Pengalaman saya berhaji di tahun 1995 cukup banyak
memberikan kenangan menyedihkan bagi saya. Terasa benar
bagaimana umat Islam telah menjadi "buih di lautan",
banyak jumlahnya, namun tidak berarti. Atau, justru
menjadi sumber masalah.
Seperti ketika melempar jumrah. Saya berusaha untuk
melempar di saat yang lebih sepi. Itupun masih cukup
ramai dan sulit untuk berjalan menembus sampai ke jumrah.
Yang mengerikan adalah jika tiba-tiba kita mendengar
teriakan, dan terlambat menepi.
Maka, kita bisa tergilas oleh rombongan orang-orang
besar, yang saling berpegangan ke bahu orang di depannya,
membentuk deretan panjang seperti kereta api; berjalan
cepat menerobos kerumunan orang menuju ke jumrah. Tanpa
peduli apakah ada saudaranya yang tertabrak atau
terinjak. Yang penting, bisa memuaskan nafsunya untuk
melempar "setan" dari dekat. Tanpa peduli, bahwa dalam
proses tersebut, mereka sendiri juga sudah menjelma
menjadi setan berbentuk manusia.
Ketika thawaf, saya memilih berthawaf di pinggir, agar
tidak menyakiti saudara-saudara saya yang lain. Kadang
saya berthawaf di atas, dan melihat bagaimana kelakuan
umat Islam di depan Ka'bah - saling sikut, pukul, dorong
mendorong, penuh amarah dan egoisme, agar bisa berthawaf
sedekat mungkin dengan Ka'bah.
Apalagi di Hajar Aswad, pantas saja batu itu jadi
sedemikian hitam legamnya - begitu banyak dosa yang
dilakukan oleh sebagian besar orang agar bisa menciumnya.
Saya berdoa, mudah-mudahan Allah swt berkenan memberikan
saya kesempatan berhaji kembali, ketika umat Islam telah
kembali bersaudara, dan saling berkasih sayang di antara
mereka.
Salam,
Harry
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
========================================================================================
Speedy Gift 4 You. Pasang Speedy gratis Flexi Trendy dan berhadiah undian :
3 Notebook, 7 Handycam, 9 Digital Camera, dan 25 Modem ADSL. Maaf hanya untuk Januari 2006.
Info : 147 (Khusus Jawa Timur)
========================================================================================
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam