untuk berpikir kritis dalam beribadah kepada Allah swt.
=Ini adalah sebuah kalimat yang bisa menjadi obat
kejumudan (ke-ortodok-an).
Ini adalah solusi memecahkan stagnasi.
Ini akan mencerahkan dan menggairahkan kehidupan diniyah
kita yang semakin
kering dengan nilai-nilai dan kemuliaan.
Ini akan mendobrak dominasi pengajaran diniyah yang
searah/dogmatis yang
membuat kita menjadi tidak pintar.
Ini akan membuat kita sehat dalam pengabdian kepada Alloh.
Dalam tradisi ulama syiah (ulama syiah adalah ulama yang
memprioritaskan ajaran-
ajaran yang bersumber dari para Imam keturunan Ahlul Bait)
dikenal dua
pengelompokan diniyah yaitu ushuluddin (pokok-pokok diin)
dan furuddin (cabang-
cabang diin). Sementara, selama ini saya mengenal urusan
diniyah itu berpola
rukun iman dan rukun islam. Saya tidak tahu apakah rukun
iman dan rukun islam
itu sebagai ushuludin atau furudin, atau rukun iman dan
rukun islam salah satu
adalah ushuludin dan lainnya adalah furudin.
Berhaji ke tanah suci ada di urutan kelima dalam rukun
islam.
"berpikir kritis dalam beribadah kepada Allah swt" berarti
bukan hanya mengkritisi
dalam urusan tahapan-tahapan prosesi di tanah suci saja.
Tetapi mengkritisi berbagai
aspek yang berkenaan dengan ibadah. Rukun islam adalah
salah satu aspek ibadah.
Jika tragedi di Mina yang baru terjadi ini (termasuk
kejadian serupa yang lalu) menjadi
trigger perlunya bersikap kritis, maka berbagai kenyataan
pahit dalam
kehidupan diniyah di negeri ini juga harus menimbulkan
sikap kritis dalam memahami
aspek-aspek ibadah.
Kita buktikan bahwa kita tidak seperti yang dibilang Gus
Dur di Indosiar bahwa kita
ini bangsa penakut. Saya tidak tahu maksudnya takut kepada
apa dan siapa.
Indosiar mensensor kelanjutan kalimat Gus Dur.
Wassalamu'alaikum
R.Budiman
On Fri, 13 Jan 2006 14:47:46 +0700
"Harry Sufehmi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On 1/13/2006 at 7:29 AM A_Dharmawan wrote:
Sedikitnya 345 Jemaah Tewas Akibat Desak-desakan Haji di
Saudi
"Dengan segera setelah siang hari, ada kepadatan yang
sangat berlebihan di
antara para jemaah yang menyebabkan banyak jemaah jatuh
dan meninggal,"
kata Manei. Banyak jemaah bersikeras untuk mengikuti
contoh Nabi Muhammad SAW
yang melempar batu setelah shalat siang hari dari pada
melakukan ritual
tersebut sepanjang hari itu sebagaimana sejumlah ulama
rekomendasikan.
Inilah salah satu akibatnya jika kita tidak berusaha
untuk berpikir kritis dalam beribadah kepada Allah swt.
Sudah jelas rekomendasi bukan berarti wajib, tapi kenapa
harus tetap ngotot jika kita justru jadi akan menganiaya
saudara kita sendiri, atau malah membinasakan diri kita
sendiri ?
Pengalaman saya berhaji di tahun 1995 cukup banyak
memberikan kenangan menyedihkan bagi saya. Terasa benar
bagaimana umat Islam telah menjadi "buih di lautan",
banyak jumlahnya, namun tidak berarti. Atau, justru
menjadi sumber masalah.
Seperti ketika melempar jumrah. Saya berusaha untuk
melempar di saat yang lebih sepi. Itupun masih cukup
ramai dan sulit untuk berjalan menembus sampai ke jumrah.
Yang mengerikan adalah jika tiba-tiba kita mendengar
teriakan, dan terlambat menepi.
Maka, kita bisa tergilas oleh rombongan orang-orang
besar, yang saling berpegangan ke bahu orang di depannya,
membentuk deretan panjang seperti kereta api; berjalan
cepat menerobos kerumunan orang menuju ke jumrah. Tanpa
peduli apakah ada saudaranya yang tertabrak atau
terinjak. Yang penting, bisa memuaskan nafsunya untuk
melempar "setan" dari dekat. Tanpa peduli, bahwa dalam
proses tersebut, mereka sendiri juga sudah menjelma
menjadi setan berbentuk manusia.
Ketika thawaf, saya memilih berthawaf di pinggir, agar
tidak menyakiti saudara-saudara saya yang lain. Kadang
saya berthawaf di atas, dan melihat bagaimana kelakuan
umat Islam di depan Ka'bah - saling sikut, pukul, dorong
mendorong, penuh amarah dan egoisme, agar bisa berthawaf
sedekat mungkin dengan Ka'bah.
Apalagi di Hajar Aswad, pantas saja batu itu jadi
sedemikian hitam legamnya - begitu banyak dosa yang
dilakukan oleh sebagian besar orang agar bisa menciumnya.
Saya berdoa, mudah-mudahan Allah swt berkenan memberikan
saya kesempatan berhaji kembali, ketika umat Islam telah
kembali bersaudara, dan saling berkasih sayang di antara
mereka.
Salam,
Harry
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
========================================================================================
Speedy Gift 4 You. Pasang Speedy gratis Flexi Trendy dan berhadiah undian :
3 Notebook, 7 Handycam, 9 Digital Camera, dan 25 Modem ADSL. Maaf hanya untuk Januari 2006.
Info : 147 (Khusus Jawa Timur)
========================================================================================
_______________________________________________
is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam