Pak Amin,
Terkadang dalam beberapa forum ikatan alumni atau pun forum
di milis lain yang saya ikuti, ada beberapa komentar atau pendapat
yang kadang saya merasa, kok sepertinya harusnya tidak begitu ya.
Apa jangan-jangan mereka yang komentar ini sudah menjadi penganut
faham-faham liberalisme/sekularisme atau jangan-jangan mereka
bagian dari orang JIL yang memang mereka giat sekali menjadi evangelis
'ajaran' mereka.
Gimana ya, cara membedakan mana pendapat orang yang masih kaffah
dan mana yang sudah 'bergeser' ke aliran liberal/sekuler.
Mana pendapat yang harus kita ikuti, mana yang tidak.
Mana buku yang harus kita baca, mana yang isinya ternyata lebih
banyak menyesatkan karena berasal dari orang-orang liberal/sekuler.
Sepertinya semakin sulit ya..
-- A. Yahya Sjarifuddin.
amin widada wrote:
Mungkin memang sebuah 'hukum alam', ketika sebagian (besar) umat Islam
bergerak ke arah ke-kaffah-an Islam, maka sebagiannya lagi berusaha
bergerak dan menggerakkan ke arah sisi yang berlawanan.
Setahu saya, kasus-kasus liberalisasi (sipilis-isasi) agama mulai
marak seiring dengan tumbuhnya kesadaran umat untuk ngaji, mulai
meminati lembaga keuangan syariah, mulai pakai jilbab, dan islamisasi
poleksosbudhankam-iptek lainnya.
Tinggal kita lihat saja, gerbong mana yang lebih panjang, yang kekiri
atau yang kekanan. Atau ada yang memilih tetap di tengah/netral? Untuk
yang netral, saya ingat 'doktrin' perjuangan Ali bin Abi Thalib ra:
"mereka yang memilih netral dalam perkara-perkara yang asasi,
posisikan mereka di pihak lawan".
Jadi, dalam soal 'Musdah', kalau ada umat Islam yang netral
mensikapinya (tidak setuju tapi juga tidak menolak), maka kita tahu
bagaimana menempatkan kelompok ini ....
Wallahu a'lam,
--amin
Pada tanggal 16/04/08, Achmad Y. Sjarifuddin <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
*Prof UIN Jakarta Halalkan Homoseksual*
Harian //The Jakarta Post//, edisi Jumat (28/3/2008) pada halaman mukanya
menerbitkan sebuah berita berjudul Islam //'recognizes homosexuality'//
(Islam mengakui homoseksualitas) . Mengutip pendapat dari Prof. Dr. Siti
Musdah Mulia, guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu menulis
bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan oleh
Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (//Homosexuals and homosexuality
are natural and created by God, thus permissible within Islam//).
dst.
--
--
Achmad Y. Sjarifuddin.
E-mail: abu [at] lathiifa.com
Website: http://www.lathiifa.com
------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)