Pak Yahya, Sebelumnya mohon tulisan berikut jangan dianggap menggurui atau semacamnya ya ...
Salah satu tema yang lagi saya 'sukai' untuk saya sharing ke teman-teman adalah tentang akhir zaman dan tanda-tandanya. Memang salah satu tanda akhir zaman adalah adanya chaos/kekacauan. Chaos tsb bisa berupa fisik semisal bencana alam (ini sering dibahas oleh Pak Djarot, walaupun saya tidak setuju dengan pendapat beliau soal kepastian waktu dan profil sang juru penyelamatnya). Tapi chaos juga bisa bersifat opini/pemikiran/sikap/lifestyle, dsb. Hal ini berdasarkan hadits sbb: "Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu 'anhu berkata: Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya: Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan? Beliau bersabda : 'Ada'. Aku bertanya: Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan?. Beliau bersabda: Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu?. Beliau menjawab: Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya: Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan?. Beliau bersabda : Ya, da'i - da'i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya?. Beliau bersabda: Berpegang teguhlah pada Jama'ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya: Bagaimana jika tidak ada jama'ah maupun imamnya? Beliau bersabda: Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu". (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399). Hadits ini menyisakan pertanyaan sekaligus perbedaan pendapat: lalu saat ini dimana umat mulai 'kebingungan' terhadap beragamnya opini, dimanakah "Jama'atul Muslimin" itu? Nah, supaya tidak bertele-tele, saya persilakan baca buku "Menuju Jama'atul Muslimin", karangan Hussein bin Muhammad Ali Jabir, Rabbani Press Jakarta. Wallahu a'lam. --amin Pada tanggal 16/04/08, Achmad Y. Sjarifuddin <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Pak Amin, > > Terkadang dalam beberapa forum ikatan alumni atau pun forum > di milis lain yang saya ikuti, ada beberapa komentar atau pendapat > yang kadang saya merasa, kok sepertinya harusnya tidak begitu ya. > > Apa jangan-jangan mereka yang komentar ini sudah menjadi penganut > faham-faham liberalisme/sekularisme atau jangan-jangan mereka > bagian dari orang JIL yang memang mereka giat sekali menjadi evangelis > 'ajaran' mereka. > > Gimana ya, cara membedakan mana pendapat orang yang masih kaffah > dan mana yang sudah 'bergeser' ke aliran liberal/sekuler. > > Mana pendapat yang harus kita ikuti, mana yang tidak. > > Mana buku yang harus kita baca, mana yang isinya ternyata lebih > banyak menyesatkan karena berasal dari orang-orang liberal/sekuler. > > Sepertinya semakin sulit ya.. > > -- A. Yahya Sjarifuddin. ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

