Ass. Ww
Wah gampang sekali, baca rangkaian peringatan yang saya sampaikan secara
rinci yang kira-kira berjumlah 500 halaman, Nah itu Islam yang kaffah
dengan pemahaman menggunakan dasar ilmu pengetahuan abad 21. Sangat
rasional karena agama memang untuk orang yang berakal , sesuai tipikal
orang abad 21 dan tentu saja bukan untuk orang gila. Ilmu pasti mendominasi
peradaban dunia saat ini karena dengan ilmu pasti yang terdiri dari
matematika, fisika, kimia dan biologi berikut turunannya tercipta berbagai
peralatan yang canggih dalam membantu manusia menjalani hidup ini. Dan
agama untuk orang yang menjalani kehidupan saat ini tentu saja yang
mempunyai kesesuaian dengan ilmu-ilmu tersebut. Kepastian kebenaran dalam
tafsir tunggal terhadap Islamlah yang akan memudahkan penyatuan hati umat
Islam di muka bumi ini.
Wassalam
Djarot D

alamat email: [EMAIL PROTECTED]


                                                                           
             "Achmad Y.                                                    
             Sjarifuddin"                                                  
             <[EMAIL PROTECTED]                                          To 
             >                         [email protected]                 
                                                                        cc 
             04/16/2008 11:00                                              
             AM                                                    Subject 
                                       Re: [Ar-Royyan-7575] Again, dari    
                                       UIN: Tutup saja UIN!                
             Please respond to                                             
             [EMAIL PROTECTED]                                             
                    om                                                     
                                                                           
                                                                           
                                                                           




Pak Amin,

Terkadang dalam beberapa forum ikatan alumni atau pun forum
di milis lain yang saya ikuti, ada beberapa komentar atau pendapat
yang kadang saya merasa, kok sepertinya harusnya tidak begitu ya.

Apa jangan-jangan mereka yang komentar ini sudah menjadi penganut
faham-faham liberalisme/sekularisme atau jangan-jangan mereka
bagian dari orang JIL yang memang mereka giat sekali menjadi evangelis
'ajaran' mereka.

Gimana ya, cara membedakan mana pendapat orang yang masih kaffah
dan mana yang sudah 'bergeser' ke aliran liberal/sekuler.

Mana pendapat yang harus kita ikuti, mana yang tidak.

Mana buku yang harus kita baca, mana yang isinya ternyata lebih
banyak menyesatkan karena berasal dari orang-orang liberal/sekuler.

Sepertinya semakin sulit ya..

    -- A. Yahya Sjarifuddin.


amin widada wrote:
> Mungkin memang sebuah 'hukum alam', ketika sebagian (besar) umat Islam
> bergerak ke arah ke-kaffah-an Islam, maka sebagiannya lagi berusaha
> bergerak dan menggerakkan ke arah sisi yang berlawanan.
>
> Setahu saya, kasus-kasus liberalisasi (sipilis-isasi) agama mulai
> marak seiring dengan tumbuhnya kesadaran umat untuk ngaji, mulai
> meminati lembaga keuangan syariah, mulai pakai jilbab, dan islamisasi
> poleksosbudhankam-iptek lainnya.
>
> Tinggal kita lihat saja, gerbong mana yang lebih panjang, yang kekiri
> atau yang kekanan. Atau ada yang memilih tetap di tengah/netral? Untuk
> yang netral, saya ingat 'doktrin' perjuangan Ali bin Abi Thalib ra:
> "mereka yang memilih netral dalam perkara-perkara yang asasi,
> posisikan mereka di pihak lawan".
> Jadi, dalam soal 'Musdah', kalau ada umat Islam yang netral
> mensikapinya (tidak setuju tapi juga tidak menolak), maka kita tahu
> bagaimana menempatkan kelompok ini ....
>
> Wallahu a'lam,
> --amin
>
>
> Pada tanggal 16/04/08, Achmad Y. Sjarifuddin <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>> *Prof UIN Jakarta Halalkan Homoseksual*
>>
>> Harian //The Jakarta Post//, edisi Jumat (28/3/2008) pada halaman
mukanya
>> menerbitkan sebuah berita berjudul Islam //'recognizes homosexuality'//
>> (Islam mengakui homoseksualitas) . Mengutip pendapat dari Prof. Dr. Siti
>> Musdah Mulia, guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu
menulis
>> bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan oleh
>> Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (//Homosexuals and
homosexuality
>> are natural and created by God, thus permissible within Islam//).
>>
>> dst.


--
--
Achmad Y. Sjarifuddin.
E-mail: abu [at] lathiifa.com
Website: http://www.lathiifa.com

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR.
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di
dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman.
(Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)



------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah 
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. 
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam 
gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang 
disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) 

Kirim email ke