Ass. Ww
Tidak setuju tentu boleh-boleh saja dan sah-sah saja. Hanya saja kehadiran
Imam Mahdi, Khalifah Ahmadi dan turunnya Nabi Isa
dalam Armageddon adalah benar adanya. Tidak mempercayainya adalah kafir
karena semua ulama tidak ada yang berbeda pendapat soal ini. Jika anda baca
Injil Armageddon ini justru masuk dalam kitab suci, hanya saja setelah Al
Qur'an turun kisah apa yang akan terjadi dalam Armageddon dikeluarkan dari
kitab suci Al Qur'an hanya saja masih diisyaratkan terjadinya melalui ayat
penghukuman kedua Bani Israiil dalam surat Al Isra'. Dan karena hanya
sedikit keterangannya maka menjadi kewajiban bagi kaum muslimin untuk
mencari tambahan keterangannya pada hadits-hadits Nabi. Hal ini juga
terjadi pada sholat yang tidak diterangkan rinciannya dalam Al Qur'an
tetapi justru menjadi tiang dari agama Islam dan keterangannya harus dicari
pada hadits-hadits Nabi. Saya hanya menganjurkan pelajarilah hadits-hadits
Nabi mengenai Armageddon ini. Ketika anda melalaikan sholat maka anda akan
terjungkal ke dalam neraka Saqor. Dan ketika anda melalaikan Armageddon
atau almahamah al kubro atau penghukuman kedua bagi Bani Israiil, maka
akibatnya kurang lebih sama, anda juga akan terjungkal ke dalam neraka
jahanam bahkan dapat kekal selama-lamanya.
Wassalam
Djarot D

alamat email: [EMAIL PROTECTED]


                                                                           
             "amin widada"                                                 
             <[EMAIL PROTECTED]                                             
             .com>                                                      To 
                                       [email protected]                 
             04/16/2008 11:53                                           cc 
             AM                                                            
                                                                   Subject 
                                       Re: [Ar-Royyan-7575] Again, dari    
             Please respond to         UIN: Tutup saja UIN!                
             [EMAIL PROTECTED]                                             
                    om                                                     
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           




Pak Yahya,

Sebelumnya mohon tulisan berikut jangan dianggap menggurui atau
semacamnya ya ...

Salah satu tema yang lagi saya 'sukai' untuk saya sharing ke
teman-teman adalah tentang akhir zaman dan tanda-tandanya. Memang
salah satu tanda akhir zaman adalah adanya chaos/kekacauan. Chaos tsb
bisa berupa fisik semisal bencana alam (ini sering dibahas oleh Pak
Djarot, walaupun saya tidak setuju dengan pendapat beliau soal
kepastian waktu dan profil sang juru penyelamatnya).
Tapi chaos juga bisa bersifat opini/pemikiran/sikap/lifestyle, dsb.
Hal ini berdasarkan hadits sbb:

"Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu 'anhu berkata: Manusia
bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang
kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan
karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya: Wahai
Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan,
kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada
keburukan? Beliau bersabda : 'Ada'. Aku bertanya: Apakah setelah
keburukan itu akan datang kebaikan?. Beliau bersabda: Ya, akan tetapi
didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu?. Beliau
menjawab: Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi
petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka
ingkarilah. Aku bertanya: Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan?.
Beliau bersabda : Ya, da'i - da'i yang mengajak ke pintu Jahannam.
Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya.
Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku.
Beliau bersabda: Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa
dengan bahasa kita. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku
jika aku menemuinya?. Beliau bersabda: Berpegang teguhlah pada Jama'ah
Muslimin dan imamnya. Aku bertanya: Bagaimana jika tidak ada jama'ah
maupun imamnya? Beliau bersabda: Hindarilah semua firqah itu, walaupun
dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau
dalam keadaan seperti itu".
(Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam
Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud
no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406
dan hal. 391-399).

Hadits ini menyisakan pertanyaan sekaligus perbedaan pendapat: lalu
saat ini dimana umat mulai 'kebingungan' terhadap beragamnya opini,
dimanakah "Jama'atul Muslimin" itu? Nah, supaya tidak bertele-tele,
saya persilakan baca buku "Menuju Jama'atul Muslimin", karangan
Hussein bin Muhammad Ali Jabir, Rabbani Press Jakarta.

Wallahu a'lam.
--amin


Pada tanggal 16/04/08, Achmad Y. Sjarifuddin <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Pak Amin,
>
> Terkadang dalam beberapa forum ikatan alumni atau pun forum
> di milis lain yang saya ikuti, ada beberapa komentar atau pendapat
> yang kadang saya merasa, kok sepertinya harusnya tidak begitu ya.
>
> Apa jangan-jangan mereka yang komentar ini sudah menjadi penganut
> faham-faham liberalisme/sekularisme atau jangan-jangan mereka
> bagian dari orang JIL yang memang mereka giat sekali menjadi evangelis
> 'ajaran' mereka.
>
> Gimana ya, cara membedakan mana pendapat orang yang masih kaffah
> dan mana yang sudah 'bergeser' ke aliran liberal/sekuler.
>
> Mana pendapat yang harus kita ikuti, mana yang tidak.
>
> Mana buku yang harus kita baca, mana yang isinya ternyata lebih
> banyak menyesatkan karena berasal dari orang-orang liberal/sekuler.
>
> Sepertinya semakin sulit ya..
>
>   -- A. Yahya Sjarifuddin.

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR.
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di
dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman.
(Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)



------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata: Rasulullah 
Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum. (HR. 
Muttafaq alaih) Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam 
gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang 
disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi) 

Kirim email ke