Sdr. Ronny, tak perlu resah atau marah atau merasa seakan-akan saya menuduh anda, disini kita berdiskusi dan mencari sesuatu yang mendekati kebenaran, kalau tidak boleh disebut kebenaran sejati. Yang ingin saya sampaikan, bahwa banyak cerita-cerita yang telah dipengaruhi oleh berbagai macam unsur kepentingan, dan kekuasaan sehingga melenceng dari aslinya, dan ini membuat umat sekarang banyak yang asal ikut tidak tahu apa atau mana yang asli atau benar, oleh sebab itu kalau kita membaca cerita yang ada, kalau tidak sesuai dengan teori-teori kita, seharusnya kita berpikir lagi apakah hal tersebut benar ?. Seperti Dewa Kwan Kong, benarkah Beliau setelah meninggal menjadi arwah penasaran ?, benarkah setelah membunuh sekian banyak orang hanya dibayar dengan tumimbal menjadi hantu telah selesai ? (menurut teori anda). Menurut saya Karma itu selalu adil, dan memang karma itu berdasarkan inputan seperti yang anda sebut, dan apa yang kita perbuat dengan sendirinya akan merupakan karma dimasa mendatang, tentunya seimbang dengan apa yang telah kita perbuat.
Memang membunuh sesama itu tidak benar kalau sembarangan membunuh, tetapi kalau seperti situasi saat Kwan Kong jadi Jendral, apakah tidak dibenarkan, karena kalau tidak membunuh, dia yang dibunuh dan banyak rakyatnya juga terbunuh, beliau membunuh untuk membela negara dan melindungi rakyatnya. Seperti juga bila ada perampok masuk rumah anda, dan dia akan membunuh keluarga anda, kemudian anda membunuh perampok tersebut, apakah hal ini tidak dibenarkan ?, kalau misalnya anda berpendapat membunuh tidak boleh, apakah kemudian anda membiarkan dia membunuh keluarga anda ?. Kalau didalam Tao, memang diajarkan untuk selalu damai, tidak mencari gara-gara, bahkan HARUS DARI DALAM HATINYA MELALUI KESADARAN, bukan melalui doktrin yang ditakut-takuti masuk neraka atau akan lahir menjadi binatang, hantu dsb, juga diajarkan untuk mengalah, cinta kasih, bakti, banyak menggunakan nalar, dllnya masih banyak, tetapi kalau "membunuh" sampai harus dilakukan pada titik yang terakhir, kenapa mesti merasa bersalah. Dewa Kwan Kong memang masih tetap berwibawa meskipun dalam posisi apapun, tetapi perlu diingat ciri-ciri Beliau, yang sebenarnya dikawal oleh Kwan Bing dan Chou Jang yang selalu membawakan pedang dan stempel dari Kwan Kong. Okey semoga kita tidak lupa pada sumbernya. Sekali lagi Sdr. Ronny, saya tidak menuduh anda. Dan yang didalam Tao yang diutamakan adalah KESADARAN. ----- Original Message ----- From: "ronny winarto" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, November 25, 2002 12:50 PM Subject: [Kelenteng] tri dharma . --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
