Sdr. TDL, saya sisipkan jawaban saya di antara email Anda. ----- Original Message ----- From: "TDL" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Milis Kelenteng" <[EMAIL PROTECTED]>; "D. Agung Wiloso" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, November 28, 2002 10:25 PM Subject: Re: [Kelenteng] tri dharma
... (disetip) > Apakah dalam Budha Theravada dan Tantrayana juga mengenal adanya alam Dewa > yang lebih rendah dari alam Budha ?, Ketiga aliran besar agama Buddha, yakni Theravada, Mahayana dan Tantrayana mengenal banyak alam. Ada 31 alam kehidupan menurut aliran Theravada. Kalau menurut Mahayana dan Tantrayana ada 33 alam kehidupan. Kalau kita gambarkan alam kehidupan secara lapisan-lapisan vertikal, alam kehidupan terendah adalah neraka avici. Penghuni neraka avici adalah makhluk yg melakukan karma sangat buruk, a.l. membunuh org tuanya sendiri. Di atasnya ada alam binatang, alam setan, alam raksasa dsb. Di tengah-tengah ada alam manusia (tdk tepat di tengah sekali). Di atasnya lagi ada alam dewa. Alam dewa juga terdiri dari beberapa tingkatan. Di atasnya lagi alam brahma. Sampai tertinggi adalah alam Nirvana (menurut Theravada) dan alam Parivirvana serta Mahaparinirvana (menurut Mahayana). > kemudian kalau ada tolong saya diberitahu beberapa Dewanya, Saya tdk bisa menjawab pertanyaan ini. Dlm Buddhisme lebih ditekankan pada para Buddha dan Bodhisattva, sementara peran dewa tdk signifikan, jadi jarang disebut/dipuja. > karena kalau ada berarti ajaran Budha Mahayana dan Theravada serta Tantrayana dalam hal ini adalah sama. Dlm hal konsep alam kehidupan, secara garis besar sama walaupun pasti ada perbedaan. Kalau mengenai kesamaan/perbedaan lainnya, lebih baik dibahas dlm thread yg lainnya saja. >Dan tentunya yang dimaksud dengan Dewa dalam Budha mungkin saja berbeda dengan Dewa yang > dimaksud dalam Tao. Kalimat di atas cukup sensitif untuk dikomentari. Menurut saya memang konsepnya berbeda. Kalau dewanya sendiri sulit dijawab apakah beda atau tdk. >Kalau menurut agama Tao, Dewa dan Budha adalah sama, setelah Mereka > mendapatkan Tao (Kesempurnaan), Mereka menjadi Dewa dan Budha, bahkan > sebenarnya ajaran Tao yang telah dikenal masyarakat Tiongkok sejak sekitar > 4500 tahun yang lalu mereka hanya mengenal adanya Dewa, yang disebut sebagai > Sen dan Sien. Mungkin maksudnya sama adalah sejajar kedudukannya. Tapi setahu saya, dlm ajaran Tao tdk pernah disebutkan yg telah mendapatkan Tao akan menjadi Buddha. (Mohon koreksi dari rekan-rekan yg lebih mendalami ajaran Tao.) Kalau menurut saya, konsep Dewa dan Buddha ini menjadikan keunikan tersendiri dlm ajaran TriDharma, namun bukanlah merupakan inti ajaran dari semua komponen TriDharma. > Dalam ajaran Tao, untuk menjadi Dewa, seorang manusia harus mempunyai jasa > yang besar bagi umat manusia, menjalankan kehidupan sesuai dengan Tao > sehingga mencapai Kesempurnaan, dan beberapa hal lainnya. > Kalau dalam ajaran Budha apa ada kriteria tertentu untuk menjadi Dewa ? Menurut Buddhisme, terlahir di alam dewa adalah buah karma baik di kehidupan sebelumnya, mis. banyak berdana kepada fakir miskin dsb. Sepertinya mirip dgn konsepnya Tao yg Anda tuliskan di atas. > Salam, dan maaf bila ada yang tidak berkenan. Sama-sama. Salam damai Agung --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
