Menurut saya, Kwan Kong telah mendapat pencerahan sehingga menjadi dewa,
akan tetapi karma tetap karma harus dibayar lunas, oleh karena itu sampai
saat ini Beliau masih sering turun ke dunia untuk menolong umat manusia
untuk membayar karmanya. Itu menurut saya lho, kalau ingin lebih jelas lagi,
langsung aja tanya sama Beliau itu .....

Salam,

----- Original Message -----
From: "TDL" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, November 25, 2002 4:49 PM
Subject: Re: [Kelenteng] tri dharma


> Sdr. Ronny, tak perlu resah atau marah atau merasa seakan-akan saya
menuduh
> anda, disini kita berdiskusi dan mencari sesuatu yang mendekati kebenaran,
> kalau tidak boleh disebut kebenaran sejati.
> Yang ingin saya sampaikan, bahwa banyak cerita-cerita yang telah
dipengaruhi
> oleh berbagai macam unsur kepentingan, dan kekuasaan sehingga melenceng
dari
> aslinya, dan ini membuat umat sekarang banyak yang asal ikut tidak tahu
apa
> atau mana yang asli atau benar, oleh sebab itu kalau kita membaca cerita
> yang ada, kalau tidak sesuai dengan teori-teori kita, seharusnya kita
> berpikir lagi apakah hal tersebut benar ?.
> Seperti Dewa Kwan Kong, benarkah Beliau setelah meninggal menjadi arwah
> penasaran ?, benarkah setelah membunuh sekian banyak orang hanya dibayar
> dengan tumimbal menjadi hantu telah selesai ? (menurut teori anda).
> Menurut saya Karma itu selalu adil, dan memang karma itu berdasarkan
inputan
> seperti yang anda sebut, dan apa yang kita perbuat dengan sendirinya akan
> merupakan karma dimasa mendatang, tentunya seimbang dengan apa yang telah
> kita perbuat.
>
> Memang membunuh sesama itu tidak benar kalau sembarangan membunuh,  tetapi
> kalau seperti situasi saat Kwan Kong jadi Jendral, apakah tidak
dibenarkan,
> karena kalau tidak membunuh, dia yang dibunuh dan banyak rakyatnya juga
> terbunuh, beliau membunuh untuk membela negara dan melindungi rakyatnya.
> Seperti juga bila ada perampok masuk rumah anda, dan dia akan membunuh
> keluarga anda, kemudian anda membunuh perampok tersebut, apakah hal ini
> tidak dibenarkan ?, kalau misalnya anda berpendapat membunuh tidak boleh,
> apakah kemudian anda membiarkan dia membunuh keluarga anda ?.
>
> Kalau didalam Tao, memang diajarkan untuk selalu damai, tidak mencari
> gara-gara, bahkan HARUS DARI DALAM HATINYA MELALUI KESADARAN, bukan
melalui
> doktrin yang ditakut-takuti masuk neraka atau akan lahir menjadi binatang,
> hantu dsb,  juga diajarkan untuk mengalah, cinta kasih, bakti, banyak
> menggunakan nalar, dllnya masih banyak, tetapi kalau "membunuh" sampai
harus
> dilakukan pada titik yang terakhir, kenapa mesti merasa bersalah.
>
> Dewa Kwan Kong memang masih tetap berwibawa meskipun dalam posisi apapun,
> tetapi perlu diingat ciri-ciri Beliau, yang sebenarnya dikawal oleh Kwan
> Bing dan Chou Jang yang selalu membawakan pedang dan stempel dari Kwan
Kong.
> Okey semoga kita tidak lupa pada sumbernya.
> Sekali lagi Sdr. Ronny, saya tidak menuduh anda. Dan yang didalam Tao yang
> diutamakan adalah KESADARAN.
> ----- Original Message -----
> From: "ronny winarto" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, November 25, 2002 12:50 PM
> Subject: [Kelenteng] tri dharma
>
>
> .
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Milis Kelenteng - Quan Shui
> URL: http://lists.quanshui.org
> Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]


---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke