Sdr. Agung, terima kasih anda telah memberikan penjelasan yang cukup arif, kalau tidak keberatan saya mau tanya lebih mendalam lagi beberapa permasalahan yang memang karena adanya perbedaan antara Tao dan Budha Mahayana, menyebabkan adanya dualisme dalam Kelenteng. Apakah dalam Budha Theravada dan Tantrayana juga mengenal adanya alam Dewa yang lebih rendah dari alam Budha ?, kemudian kalau ada tolong saya diberitahu beberapa Dewanya, karena kalau ada berarti ajaran Budha Mahayana dan Theravada serta Tantrayana dalam hal ini adalah sama. Dan tentunya yang dimaksud dengan Dewa dalam Budha mungkin saja berbeda dengan Dewa yang dimaksud dalam Tao. Kalau menurut agama Tao, Dewa dan Budha adalah sama, setelah Mereka mendapatkan Tao (Kesempurnaan), Mereka menjadi Dewa dan Budha, bahkan sebenarnya ajaran Tao yang telah dikenal masyarakat Tiongkok sejak sekitar 4500 tahun yang lalu mereka hanya mengenal adanya Dewa, yang disebut sebagai Sen dan Sien.
Dalam ajaran Tao, untuk menjadi Dewa, seorang manusia harus mempunyai jasa yang besar bagi umat manusia, menjalankan kehidupan sesuai dengan Tao sehingga mencapai Kesempurnaan, dan beberapa hal lainnya. Kalau dalam ajaran Budha apa ada kriteria tertentu untuk menjadi Dewa ? Salam, dan maaf bila ada yang tidak berkenan. TDL. ----- Original Message ----- From: "D. Agung Wiloso" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, November 27, 2002 5:19 PM Subject: Re: [Kelenteng] tri dharma Sdr TDL dan Sdr. Leon, Kalau boleh saya tambahkan, menurut agama Buddha, menjadi dewa adalah sebagai akibat karma baik yg dibuat di kehidupan sebelumnya. Tapi makhluk di alam dewa masih terikat oleh hukum karma dan dewa tidak sama dengan Buddha. Bila seorang Arahat/Bodhisattva berhasil mencapai Ke-Budha-an, barulah dia terbebas dari ikatan hukum karma. Dia akan terbebas dari lingkaran tumimbal lahir. Selama seseorang masih terikat hukum karma, dia akan selalu bertumimbal lahir. Menurut saya, Dewa Kwan Kong pada mulanya adalah dewa dlm ajaran Tao. Tapi, dlm Budha Mahayana yg berkembang di China, Dewa Kwan Kong ini juga diakui sebagai seorang Bodhisatta, kalau tidak salah disebut Satyabodhi Bodhisatva (CMIIW). Sedangkan dlm ajaran Buddha aliran Theravada dan Tantrayana, sepengetahuan saya tdk dikenal Bodhisatva ini. Hal ini membuktikan adanya saling mempengaruhi antar elemen ketiga ajaran dlm TriDharma. Kalau saya amati, thread tentang Dewa Kwan Kong ini sulit tercapai titik temu kalau dibahas berdasarkan sudut pandang Buddha maupun Tao. Sebagai sesama umat TriDharma, marilah kita saling menghargai keyakinan dan ajaran masing-masing. TriDharma (SAM KAUW) sendiri berangkat dari kenyataan bahwa baik Buddha, Tao maupun Khong Hu Cu tumbuh secara bersama-sama di kalangan masyarakat Tionghoa selama berabad-abad, dan sudah bercampur menjadi keyakinan dan tradisi. Saya yakin kita semua menghargai ketiga ajaran tsb. Dan mungkin saja kalau seseorang itu lebih menekankan pada salah satu ajaran, namun hendaknya kita justru mencari kesamaan yg ada, bukannya mencari perbedaan ...... Salam Agung . --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
