sarua jeung jawa barat jadi prop pasundan??? hn*0catea 2010/7/19 <[email protected]>
> > > Ahli sajarah nu jujur kedah ngong yeuh, teu sadar ganti ngaran > ngaleutikkeun diri sunda sorangan. Lamun jaman londo heus asup ruwal rawel > pan jadi ngabonsai sorangan Pajajaran direpresentasi Sumedang, Galuh > direpresentasi Ciamis. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * mh <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sun, 18 Jul 2010 15:21:44 -0700 > *To: *Ki Sunda<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[kisunda] Milih CIAMIS atawa GALUH? > > > > Keur usum garanti ngaran, baralik deui ka ngaran jaman bulukan, Ujung > Pandang jadi Makasar, > Irian jadi Papua, ayeuna Ciamis cenah rek balik deui ka Galuh. > ============ > Wacana Kabupaten Galuh Kembali Bergulir > Minggu, 18/07/2010 - 21:46 > [image: NURHANDOKO/"PRLM"] > NURHANDOKO/"PRLM" > Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menerima penjelasan koleksi benda > pusaka sejarah Galuh yang disimpan di Museum Galuh Pakuan. Museum yang baru > diresmikan Minggu (18/7)di Jl KH A Dahlan No 40 Ciamis seberang Komplek > Makam Jambansari.* > > CIAMIS, (PRLM).- Wacana untuk mengembalikan nama Kabupaten Ciamis menjadi > Kabupaten Galuh bergulir ke permukaan. Setidaknya pemikiran tersebut kembali > muncul bersamaan dengan peresmian Museum Galuh Pakuan di Jl KH A Dahlan No > 40 Ciamis, Minggu (18/7). > > Museum Galuh Pakuan, berisi koleksi benda pusaka peninggalan kerajaan > Galuh. Sebelumnya ratusan benda tersebut disimpan di kompleks Makam > Jambansari , tidak jauh dari Museum. Hanya saja ketika terjadi gempa 2 > September 2009, ruangan penyimpan benda pusaka rusak berat. > > “Dahulu perubahan nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis merupakan > proses politik. Sehingga dengan proses politik pula, akan dapat > mengembalikan sesuai nama asli yaitu Kabupaten Galuh,” tutur Ketua Paguyuban > Rundayan Galuh Pakuan, Raden Gani Kusumahdinata. > > Tampak hadir dalam peresmian tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, > Pangeran Raja Adipati Arif Nata Diningrat dari Keraton Kasepuhan Cirebon, > Pangeran Henri dari Keraton Sumedang Larang. Kemudian mantan Gubernur Aceh > Darussalam Abdullah Puteh, mantan Wagub Jabar H Karna Suwanda, sejarawan > Prof .Hj. Nina Lubis, Prof Hiemendra, Prof. Dr. Rasyid, Ketua Paguyuban > Pasundan Syafei dan lainnya. > > Karena sudah memasuki ranah politik, lanjut dia, maka persoalan perubahan > nama menjadi kewenangan DPRD Ciamis. “Saatnya sekarang DPRD Ciamis mengambil > langkah perubahan nama tersebut,” katanya. > > Dia mengungkapkan bahwa perubahan nama tersebut merupakan wacana yang sudah > muncul lama. Bagi masyarakat tatar Galuh, lanjut Gani, nama Galuh sudah > mewujud menjadi jatidiri. > > “Selama ini wacana tersebut hanya sebatas pendapat, tidak ada tindak lanjut > dari keinginan tersebut. Bagi kami, menyandang nama Galuh merupakan > kebanggaan tersendiri. Saat ini merupakan waktu yang pas untuk > menindaklanjuti wacana tersebut,” tambahnya. > > Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menyatakan, > menyambut positif adanya pengembalian nama Kabupaten Ciamis menjadi > Kabupaten Galuh. Dengan menyandang nama tersebut, diharapkan mampu > menggelorakan semangat warga tatar Galuh untuk berjuang ke arah masa depan > yang lebih baik. (A-101/das)*** > > web: http://www.pikiran-rakyat.com/node/118019 > > > > >
