ngawitan ti tatar sunda jadi jawa barat.
 ~ experientia docet sapientiam ~ 




________________________________
From: Roza R. Mintaredja <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, September 28, 2010 10:55:43
Subject: Re: Ngabonsai Maneh? Re: [kisunda] Milih CIAMIS atawa GALUH?

  
sarua jeung jawa barat jadi prop pasundan??? hn*0catea


2010/7/19 <[email protected]>

  
>Ahli sajarah nu jujur kedah ngong yeuh, teu sadar ganti ngaran ngaleutikkeun 
>diri sunda sorangan. Lamun jaman londo heus asup ruwal rawel pan jadi 
>ngabonsai 
>sorangan Pajajaran direpresentasi Sumedang, Galuh direpresentasi Ciamis.
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

>From: mh <[email protected]> 
>Sender: [email protected] 
>Date: Sun, 18 Jul 2010 15:21:44 -0700
>To: Ki Sunda<[email protected]>
>ReplyTo: [email protected] 
>Subject: [kisunda] Milih CIAMIS atawa GALUH?
>
>  
>Keur usum garanti ngaran, baralik deui ka ngaran jaman bulukan, Ujung Pandang 
>jadi Makasar,
>Irian jadi Papua, ayeuna Ciamis cenah rek balik deui ka Galuh.
>============
>
>Wacana Kabupaten Galuh Kembali Bergulir
>Minggu, 18/07/2010 - 21:46 
> 
>NURHANDOKO/"PRLM"
>Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menerima penjelasan koleksi benda pusaka 
>sejarah Galuh yang disimpan di Museum Galuh Pakuan. Museum yang baru 
>diresmikan 
>Minggu (18/7)di Jl KH A Dahlan No 40 Ciamis seberang Komplek Makam Jambansari.*
>CIAMIS, (PRLM).- Wacana untuk mengembalikan nama Kabupaten Ciamis menjadi 
>Kabupaten Galuh bergulir ke permukaan. Setidaknya pemikiran tersebut kembali 
>muncul bersamaan dengan peresmian Museum Galuh Pakuan di Jl KH A Dahlan No 40 
>Ciamis, Minggu (18/7).
>Museum Galuh Pakuan, berisi koleksi benda pusaka peninggalan kerajaan Galuh. 
>Sebelumnya ratusan benda tersebut disimpan di kompleks Makam Jambansari , 
>tidak 
>jauh dari Museum. Hanya saja ketika terjadi gempa 2 September 2009, ruangan 
>penyimpan benda pusaka rusak berat.
>“Dahulu perubahan nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis merupakan 
>proses 
>politik. Sehingga dengan proses politik pula, akan dapat mengembalikan sesuai 
>nama asli yaitu Kabupaten Galuh,” tutur Ketua Paguyuban Rundayan Galuh Pakuan, 
>Raden Gani Kusumahdinata.
>Tampak hadir dalam peresmian tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, 
>Pangeran Raja Adipati Arif Nata Diningrat dari Keraton Kasepuhan Cirebon, 
>Pangeran Henri dari Keraton Sumedang Larang. Kemudian mantan Gubernur Aceh 
>Darussalam Abdullah Puteh, mantan Wagub Jabar H Karna Suwanda, sejarawan Prof 
>.Hj. Nina Lubis, Prof Hiemendra, Prof. Dr. Rasyid, Ketua Paguyuban Pasundan 
>Syafei dan lainnya.
>Karena sudah memasuki ranah politik, lanjut dia, maka persoalan perubahan nama 
>menjadi kewenangan DPRD Ciamis. “Saatnya sekarang DPRD Ciamis mengambil 
>langkah 
>perubahan nama tersebut,” katanya.
>Dia mengungkapkan bahwa perubahan nama tersebut merupakan wacana yang sudah 
>muncul lama. Bagi masyarakat tatar Galuh, lanjut Gani, nama Galuh sudah 
>mewujud 
>menjadi jatidiri.
>“Selama ini wacana tersebut hanya sebatas pendapat, tidak ada tindak lanjut 
>dari 
>keinginan tersebut. Bagi kami, menyandang nama Galuh merupakan kebanggaan 
>tersendiri. Saat ini merupakan waktu yang pas untuk menindaklanjuti wacana 
>tersebut,” tambahnya.
>Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menyatakan, menyambut 
>positif adanya pengembalian nama Kabupaten Ciamis menjadi Kabupaten Galuh. 
>Dengan menyandang nama tersebut, diharapkan mampu menggelorakan semangat warga 
>tatar Galuh untuk berjuang ke arah masa depan yang lebih baik. (A-101/das)***
>web: http://www.pikiran-rakyat.com/node/118019
>
>
>



Kirim email ke