Ketentraman di Jabar sememehna, kungsi diekspose teu nya? Sigana aya agenda anu memang hayang ngikiruh Jabar/Tatar Sunda. Ieu teh geus diwanti-wanti ku talatah-talatah simbolis jeung perilaku PS. Mangka hade sing ariatna.
Salam, manar 2011/1/13 Gunawan Yusuf <[email protected]> > > > leuwih resep ngubaran panyakit (bari can puguh cageur) tibatan nyegah eta > panyakit > > 2011/1/12 mh <[email protected]> > > >> >> Na enya urang Jawa Barat henteu toleran? >> >> ====== >> Masyarakat Jabar Paling Tidak Toleran >> KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT >> <http://www1.kompas.com/printnews/xml/2010/12/21/13100958/Masyarakat.Jabar.Paling.Tidak.Toleran#> >> Penyerbuan Ahmadiyah di Bogor Samsiah (65) bedoa di depan masjid yang >> rusak setelah dibakar massa di Ciampea Udik RW 5, Kecamatan Ciampea, >> Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/10/2010). Massa menyerang desa yang >> dihuni sekitar 500 jemaah Ahmadiyah, menghancukan belasan rumah dan membakar >> dua rumah serta satu masjid. >> Selasa, 21 Desember 2010 | 13:10 WIB >> >> *JAKARTA, KOMPAS.com *— Moderate Muslim Society melaporkan, Jawa Barat >> menempati urutan tertinggi sebagai wilayah tertinggi dalam aksi intoleransi. >> >> "Dari 81 kasus intoleransi, lebih dari separuhnya, yakni 49 kasus atau 61 >> persen, terjadi di wilayah ini," kata Zuhairi Misrawi, Ketua Moderate Muslim >> Society (MMS) dalam Laporan Toleransi dan Intoleransi tahun 2010 di Aula >> Paramadina Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (21/12/2010). >> >> Dari data MMS, aksi intoleransi tahun 2010 meningkat 4 kali lipat dari >> tahun 2009 yang berjumlah 11 kasus menjadi 49 kasus. Kasus intoleransi yang >> terjadi di Jawa Barat sebagian besar terjadi di Bekasi, Bogor, Garut, dan >> Kuningan. >> >> "Di Bekasi, semua korban kasus intoleransi adalah kalangan Kristiani, >> berupa penghalangan kegiatan ibadah, penyegelan rumah ibadah, dan >> penyerangan terhadap jemaat HKBP. Sementara di Bogor, dari 10 kasus, 7 kasus >> juga menimpa kalangan Kristiani terkait masalah gereja. Di Garut dan >> Kuningan semua korban adalah kelompok Ahmadiyah," kata Zuhairi. >> >> Aksi intoleransi yang meningkat eskalasinya, kata Zuhairi, disebabkan >> adanya pembiaran dari pemerintah daerah terhadap tindakan intoleransi di >> Jawa Barat. "Diakui juga bahwa ada peningkatan kelompok yang mengutamakan >> kekerasan di Jawa Barat. Kelompok ini mesti diajak berdialog untuk memahami >> kemajemukan," ujarnya. >> >> Selain itu, menurut Zuhairi, masyarakat di Jawa Barat dinilai memiliki >> kesadaran bernegara yang rendah. Ia mengatakan, kunci dari masalah ini >> adalah pemerintah harus berlaku tegas terhadap para pelaku kekerasan. >> >> "Ketika ketidaktegasan pemerintah terus berjalan, akan ada kecurigaan di >> tengah masyarakat bahwa kelompok ekstrem ini sengaja dipelihara oleh >> pemerintah," ujarnya. >> >> *Natalia Ririh* >> >> *Dapatkan artikel ini di URL:* >> >> http://www.kompas.com/read/xml/2010/12/21/13100958/Masyarakat.Jabar.Paling.Tidak.Toleran >> >> >> >> > >
