Eta pisan nu jadi lantaranana mah



________________________________
From: Akang Tajimalela <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, January 13, 2011 8:32:41 PM
Subject: Bls: [kisunda] Re: Urang Jabar jeung Toleransi

  
Ngeus loba teuing semah, di Jawa Barat mah....ngahesekeun nu Boga Imah....

TM

--- Pada Rab, 12/1/11, mh <[email protected]> menulis:


>Dari: mh <[email protected]>
>Judul: [kisunda] Re: Urang Jabar jeung Toleransi
>Kepada: "Ki Sunda" <[email protected]>
>Tanggal: Rabu, 12 Januari, 2011, 8:40 PM
>
>
>  
>Tindakan Intoleransi Naik 30 Persen
>Selasa, 21 Desember 2010 | 12:48 WIB
>JAKARTA, KOMPAS.com - Selama puluhan bahkan ratusan tahun, bangsa Indonesia 
>mampu hidup berdampingan secara damai. Tidak ada bukti sejarah bahwa perbedaan 
>etnis, budaya, bahasa, dan agama adalah sumber konflik. Ini disebut modal 
>sosial 
>yang memperkuat dan meneguhkan keragaman bangsa yang dikukuhkan dengan 
>falsafah 
>Bhinneka Tunggal Ika.
>Sejak awal kemerdakaan, Indonesia sesungguhnya memiliki pengalaman bagus dalam 
>mempraktikkan toleransi. Dari data yang dihimpun Moderate Muslim Society 
>(MMS), 
>dalam sepuluh tahun pertama Indonesia merdeka, kasus-kasus intoleransi belum 
>pernah terjadi.
>Kasus intoleransi baru terjadi pada sepuluh tahun kedua dengan dua kasus. 
>Fenomena intoleransi menjadi semakin sering terjadi setelah orde baru 
>berkuasaa, 
>dan makin sering setelah orde baru tumbang. Puncaknya pada periode tahun 
>1995-2004, yang mencapai 180 kasus.
>"Laporan MMS tahun 2010 mencatat telah terjadi 81 kasus intoleransi, meningkat 
>30 persen dari laporan tahun 2009 yang mencatat 59 kasus intoleransi," kata 
>Zuhairi Misrawi ketua MMS dalam Laporan Toleransi dan Intoleransi tahun 2010 
>di 
>Aula Paramadina Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (21/12/2010).
>Zuhairi mengatakan, dari 81 kasus intoleransi, jenis kasus yang paling sering 
>terjadi adalah 24 kasus penyerangan dan perusakan, 24 kasus penutupan dan 
>penolakan rumah ibadah, 15 kasus ancaman, tuntutan dan intimidasi, 6 kasus 
>penghalangan kegiatan ibadah, 4 kasus diskriminasi karena keyakinan, 3 kasus 
>pembubaran kegiatan atas nama agama, 3 kasus kriminalisasi paham keagamaan, 
>dan 
>2 kasus pengusiran.
>Dari segi wilayah atau tempat, sepanjang tahun 2010 tindakan intoleransi 
>paling 
>banyak terjadi di wilayah Jawa Barat dengan 49 kasus, Jawa Timur dengan 6 
>kasus, 
>DKI dengan 4 kasus, dan Sulawesi Selatan dengan 4 kasus.
>Pelaku dan korban
>Dari segi pelaku intoleransi, massa yang tidak diketahui dari mana menjadi 
>pihak 
>paling sering melakukan tindakan intoleransi, yakni dengan 33 kali. Negara 
>juga 
>melakukan tindakan intoleransi sebanyak 24 kali dan organisasi masyarakat 
>(ormas) sebanyak 23 kali. 
>
>"Tiga besar pelaku intoleransi di atas tidak mengalami perubahan dari temuan 
>MMS 
>dalam laporan akhir tahun 2009. Pemerintah daerah atau pemerintah kota, 
>polisi, 
>dan satpol pp merupakan tiga aparatur negara yang paling sering melakukan 
>tindakan intoleransi," kata Zuhairi.
>Dari segi korban, MMS mencatat umat Kristiani dan pengikut Ahmadiyah menjadi 
>korban paling sering menjadi sasaran baik dari pemerintah, ormas dan massa. 
>Umat 
>Kristiani mengalami perlakuan intoleransi sebanyak 33 kali, Ahmadiyah sebanyak 
>25 kali, dan kelompok yang dianggap sesat sebanyak 11 kali.
>Zuhairi mengatakan, berdasar kategori intoleransi versi Karuna Center for 
>Peacebuilding, hampir semua jenis dan tingkatan intoleransi kecuali genocide 
>sudah terjadi. "Mulai dari penolakan atas status dan akses yang sama terhadap 
>kelompok lain (restriction), pandangan yang menganggap kelompok lain lebih 
>rendah (de-humanization), pengabaian hak-hak sipil, politik, dan ekonomi 
>(opression), penyerangan (act of agression) hingga pengorganisasian pembunuhan 
>massal (mass violence) sudah terjadi," paparnya.
>"Ancaman intoleransi masih sangat mengkhawatirkan, bukan hanya karena tindakan 
>intoleransi meningkat tajam. Namun, pihak-pihak yang sejatinya menjaga 
>toleransi 
>justru menjadi pelaku intoleransi," ujar Zuhairi.
>Natalia Ririh 
>Dapatkan artikel ini di URL:
>http://www.kompas.com/read/xml/2010/12/21/12480160/Tindakan.Intoleransi.Naik.30.Persen
> 




      

Kirim email ke