14 Juli 2011  'Basa Sunda' Harus Tuan Rumah di Jawa Barat

 Cipayung|Kotahujan <http://www.kotahujan.com/>.com-Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat bekerja sama dengan Lembaga Basa jeung
Sastra Sunda (LBSS) menggelar Kongres Basa Sunda IX, Senin (11/07) hingga
Rabu (13/07) kemarin. Kongres yang digelar di Hotel Grand Jaya Raya
Cipayung, Bogor, ini dihadiri lebih dari 200 peserta.

"Bertujuan meningkatkan upaya-upaya dari seluruh elemen masyarakat dan dinas
instansi pemerintah terutama yang memiliki tanggung jawab ikut memelihara
dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal, bahasa dan sastra daerah
khususnya, " ujar Idin Baidillah, ketua penyelenggara kongres.

Kongres dengan tema "ngamumule basa sunda, mageuhan jati diri bangsa"
(menjaga dan merawat bahasa Sunda, menguatkan jati diri bangsa),
menitikberatkan pada permasalahan penggunaan bahasa Sunda terkait Perda no.
5 Tahun 2003. Delapan tahun sejak dikeluarkannya Perda tersebut,
pelaksanaannya dirasakan belum juga maksimal.

"Antara lain di dalamnya ada yang menyatakan bahwa bahasa sunda harus
digunakan menjadi bahasa pengantar di sekolah. Sampai sekarang belum
terlaksana secara menyeluruh, " tambah Idin kepada
kotahujan<http://www.kotahujan.com/>
.com.

Peserta kongres kali ini berasal dari kalangan instansi pemerintah,
budayawan, sastrawan, tokoh masyarakat, pengamat bahasa, guru, dosen,
mahasiswa, dan juga media. Peserta dibagi dalam 4 komisi yang membahas tema
berbeda, yakni penggunaan bahasa Sunda dalam bidang ilmu pengetahuan,
pengajaran, media, serta bidang bahasa dan sastra.

Hasil rumusan masing-masing komisi disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat,
Ahmad Heriawan. Pada penutupan kongres, Ahmad Heriawan mengaku sangat
mendukung jika bahasa Sunda dijadikan bahasa pengantar di sekolah-sekolah
yang ada di Jawa Barat.

"Selain menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, kita juga
sebagai masyarakat Jawa Barat harus ngamumule bahasa sunda, dua-duanya
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia biasa bahasa sunda juga
biasa, jadi dua-duanya fasih" tutur Ahmad Heriawan.

Disampaikan pula beberapa rekomendasi kepada LBSS, Pemerintah Jawa barat,
DPRD, Diknas, dan juga Disbudpar terkait pelaksanaan, dukungan, dan
pengawasan penggunaan bahasa sunda sebagai tuan rumah di Jawa Barat.

http://www.kotahujan.com/2011/07/basa-sunda-harus-tuan-rumah-di-jawa.html

Kirim email ke