Memelihara Dan Mengembangkan Bahasa Sunda Di Lingkungan Pemerintah Kota
Bandung
Selasa, 12 Juli 2011
Sumber * Dinas Komunikasi dan Informatika,* dibaca: *329* kali

Perkembangan bahasa sunda kini berada dalam kondisi yang sangat
mengkhawatirkan. Boleh juga dibilang hirup teu neut, paeh teu hos (mati
enggan dan hidup pun tak mau). Betapa tidak, bahasa ini sudah banyak
ditinggalkan, bagi sebagian orang bahasa sunda sudah tidak akrab lagi karena
tergantikan bahasa lainnya, khususnya bahasa Indonesia. Kondisi ini pun
sebenarnya tidak terlalu salah, namun kekeliruan penempatannya telah
menggusur peran bahasa sunda sebagai bahasa ibu.



Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada pada saat
menjadi pembicara, kongres basa sunda IX di Bogor, selasa (12/07). Hadir
mendampingi Wali Kota Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Oji Mahroji, Kepala
Dinas Komunikasi dan Informatika Bulgan Alamin.



Lebih lanjut menurut Dada, mengingat kondisi yang cukup memprihatinkan
tersebut, maka pembinaan bahasa sunda harus dilakukan secara revolusioner
dalam arti serentak, massal dan berkelanjutan. "Upaya ini tentu saja bukan
untuk menumbuhkan semangat kedaerahan dalam makna yang sempit, tetapi justru
untuk menjadikannya sebagai bagian dari identitas bangsa dalam kerangka
NKRI," ujar Dada.



Itu pula sebabnya, menurut Dada, pengembangan bahasa sunda dan seni budaya
daerah telah menjadi bagian dari tujuh agenda prioritas pembangunan Kota
Bandung. Secara lebih khusus, pemeliharaan, pembinaan, dan pengembangan
bahasa daerah merupakan realisasi dari amanah UU No. 24 tahun 2009, dan
Perda Provinsi Jawa Barat No. 5 tahun 2003 tentang pemeliharaan bahasa,
sastra dan aksara daerah.



Terhadap tuntutan tersebut Pemkot Bandung telah menetapkan muatan lokal
bahasa sunda di sekolah-sekolah, anjuran menggunakan bahasa sunda bagi
aparat pemerintah setiap hari rabu, penyediaan lahan seluas 6 hektar di
kawasan Ujungberung sebagai pusat pengembangan seni budya daerah, dan
terakhir memfasilitasi deklarasi kandaga sunda.



"Berbagai upaya ini pada hakekatnya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan
kemampuan masyarakat dalam menggunakan bahasa daerah," jelasnya.



Dada juga berharap program-program pengembangan bahasa sunda ke depan lebih
membumi, diawali dengan pemasangan papan-papan pengumuman, petunjuk arah,
papan reklame, dan fasilitas komunikasi publik lainnya dengan bahasa sunda.



"Selain meningkatkan keakraban masyarakat dengan bahasa sunda, upaya ini
juga untuk menjamin kelestarian dan pewarisan nilai-nilai budya daerah bagi
generasi selanjutnya," ujarnya.



Namun Dada juga mengungkapkan upaya ini tidak semudah membalikan telapak
tangan, karena terkait dengan perubahan sikap dan perilaku orang sunda
sendiri yang biasanya membutuhkan waktu dan proses yang relatif panjang.
"Kata kuncinya adalah komitmen disertai kemampuan menjaga konsistensi dan
keberlanjutan program tersebut," pungkasnya. (www.bandung.go.id)


http://www.bandung.go.id/?fa=berita.detail&id=1678

Kirim email ke