Mohon maaf sebelumnya atas pikiran kotor saya... Saya tertarik dengan ulasan bahwa "Ukuran standart pakian muslimah adalah apa yang populer di zaman dan tempatnya".
Seandainya suatu saat nanti westernization telah merebak ke semua tempat dan semua wanita (termasuk muslimah) mengenakan pakaian yang "populer" like in movie... atau pupuler = pupune di-ler !!! Weleh..weleh..weleh... --- "M. Subhan Zamzami" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Salam, > Saya berkeyakinan lain, hukum berjilbab adalah tidak > wajib. Adapun ayat yang disinggung mengenai > kewajiban jilbab termasuk dalam kategori ayat > mutasyabihat bukan muhkamat, para ulama masih > mempermasalahkannya. Ukuran standart pakian muslimah > adalah apa yang populer di zaman dan tempatnya. > Kalau dikatakan bahwa hukum jilbab adalah al-ma'lum > min ad-din bi ad-dharurah adalah tidak benar. > > M. Subhan Zamzami > > Kupretist <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Berjilbab dalam ajaran umat Islam > adalah hal yang > wajib bagi setiap muslimah (Muslim Wanita), > perintah > mengenakan jilbab jelas tertulis ayatnya dalam > Alquran > surah Al-Ahzab:59 dan surah An-nur:31. Walau tak > banyak wanita muslim di jaman sekarang yang > mengenakan > jilbab akan tetapi dengan berbagai alasan apapun > mereka menolak perintah jilbab, perintah jilbab > tadi > akan tetap berada dalam Alquran hingga akhir hayat, > karena secara tegas Allah sendiri yang berjanji > menjaga kitab suci yang telah diturunkannya sampai > akhirat nanti. > > Sebenarnya jilbab tidak akan menjadi masalah yang > pelik jika setiap umat beragama mau menjalankan > agama > mereka masing-masing serta menghargai ajaran agama > satu sama lain, sehingga tidak ada lagi yang > berpandangan miring tentang jilbab, namun ironisnya > di > era globalisasi sekarang ini diskriminasi terhadap > jilbab ternyata semakin menjadi. Kelompok yang > mengatasnamakan diri mereka kaum emansipatoris > kewanitaan malah menganggap pakaian jilbab tidak > mewakili kaum wanita muslim untuk mengapresiasikan > kebebasan hak asasi mereka dalam berpakaian, > padahal > diantara para muslimah di Indonesia, banyak sekali > yang berusaha untuk menjalan ajaran agama dengan > benar > dan beristiqomah dalam mengenakan jilbab, tapi > mengapa > mereka kaum feminisme dan emansipatoris wanita ini > seolah merendahkan dan menghalangi mereka dengan > jilbab mereka, seakan mereka tak tahu modernitas > serta > cara berpakaian yang benar, padahal mereka juga > wanita > Indonesia yang hanya ingin berusaha menjalankan > ajaran > agama dengan sebenar-benarnya, dan tidak sedikit > dari > mereka muslimah berjilbab ini adalah tokoh > masyarakat, > cendekiawan serta ilmuwan negeri ini. Dimanakah > doktrin emansipasi wanita memposisikan muslimah > yang > rela mengenakan jilbab atas kesadaran agama yang > mereka yakini? > > Sebagai ilustrasi dan ini memang benar terjadi, > saya > mempunyai dua orang kawan wanita yang memakai > jilbab, > yang pertama adalah lulusan akademi perawat, > sedangkan > yang kedua adalah lulusan farmasi. Masalah yang > sedang > mereka hadapi adalah sama, yaitu ketika melamar > kerja > di perusahaan yang memang sejalan dengan bidang > mereka, ternyata taruhannya untuk diterima adalah > dengan melepaskan jilbab. Hal itu tentu saja > membuat > kaget saya. Padahal negara ini adalah negara > beragama, > dan seluruh lapisan masyarakatnya bebas menjalankan > agama mereka dengan khusyu dan keimanan yang tinggi > tanpa ada intervensi dari agama lain. Kedua teman > saya > yang berjilbab ini adalah orang beragama, mereka > berdua berusaha menjalankan ajaran agama serta > perintah Allah dalam Alquran, lantas mengapa pihak > perusahaan itu menyuruh mereka lepas jilbab? > Padahal > jilbab adalah bagian dari ajaran Islam. Dengan > alasan > agar berpenampilan official, bagian personalia > perusahaan-perusahaan tersebut menolak mereka, > apakah > muslimah berjilbab seolah kuno, tidak tahu hal > perkantoran, pekerjaan, teknologi dan lain-lain? > > Mengapa Indonesia yang katanya menghargai perbedaan > pendapat dan agama ini ternyata amat jauh kondisi > kebebasan beragamanya dari beberapa negara Arab > yang > pernah saya kunjungi. Contoh Dubai, Kuwait, Saudi, > dan > Mesir. Empat negara itu memang mayoritas > penduduknya > beragama Islam, malah ada sebagian dari negara itu > yang memakai Islam sebagai asas dan sistem > pemerintah > ketimbang Demokrasi Republik seperti Indonesia, > namun > didalamnya juga ada rakyat yang beragama yahudi, > kristen, dan kristen koptik, tapi ternyata > kebebasan > penduduknya menjalankan ajaran agama mereka lebih > bebas ketimbang di Indonesia. Di negara-negara itu > wanita berjilbab, bahkan sampai yang bercadar > sekalipun sangat biasa sekali masuk rumah makan > waralaba semacam kentucky, texas, dll. Terlebih di > mall atau pertokoan, rumah sakit, apartemen, bank, > dan > segala macam tempat umum tanpa ada tudingan miring, > atau nada merendahkan, menghina, dan menjelekkan > sebagaimana yang kerap diterima di Indonesia. Malah > wanita-wanita berjilbab itu melakukan pekerjaan > sebagai pembawa berita TV, Guru, Perawat, Dokter, > Apoteker, Saintis, dsb tanpa harus ada sikap > sentimentil, apatis dan skeptis dari lingkungan > mereka. Sebenarnya negara kita sudah benar-benar > terlaksana UUD 45 tentang kebebasan beragama atau > belum? > > Kembali ke dua kawan wanita saya yang berjilbab > itu, > ketika mereka mengadukan permasalahan ini ke > lembaga > LSM yang bergerak dalam bidang emansipasi wanita, > lalu > apa tanggapan mereka? Mereka malah menyarankan hal > yang sama, agar dua kawan saya melepaskan jilbab > mereka supaya diterima kerja. Aneh bukan, keadilan > dan > hak asasi bagi wanita yang seringkali mereka > perjuangkan ternyata di lain sisi malah mengekang > para > muslimah yang notabene bahwa mereka juga wanita > yang > patut diperjuangkan haknya dalam hal mendapatkan > pekerjaan di negeri ini. Jikalau sikap institusi, > perusahaan, lingkungan dan lembaga pemerintah kerap > menghalangi muslimah-muslimah itu memakai jilab, > apakah wanita muslim di Indonesia kini tak > diperbolehkan memakai jilbab lagi? > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ________________________________________________________ Sekarang dengan penyimpanan 1GB http://id.mail.yahoo.com/
