Siapakah dengan semua itu yang tak tergiur menjadi "Wakil rakyat"
jabatan terhormat dengan kerjaan gampang ,tinggal cuap cuap meski
banyak dari mereka,kapabilitas teknisnya diragukan tapi juga kelakon
mengadakan fit and proper test, yang diuji lebih pinter dari
pengujinya he he he he he he , karena itu , makanya KIAI2 ku yang ku
hormati janganlah antum masuk kedunia itu, binalah pesantrenmu- dan
jangan kau binasakan--
mulya sungguh Mulya, "urusan kursi biar digarap yang  siap menerima
caci maki ummat, antum wahai Kyai22 ku antum orang terhormat taklah
pantas dicaci maki ,antum adalah terpuji segala gerak dan langkah antum
, jangan ikut2an "edan kursi" kayak gitu itu lo "mereka mereka yang
edan kusrsi " duit duit duit melulu tanpa harus merasa risi "pemilih
ku" rakyatku gimana? antum wahai kyai , jika istiqomah di memangku
pesdantren kayak Nabi Adam As di Surga , segala yang dingininya
terwujud , tapi jika antum terjun dunia [politik , kayak Nabi Adam
ketika " diterjunkan " ke dunia, repot serba susah, kalau nggak kerja
ya nggak makan . meski tendang sana tendang sinim jadio , " back to
pesantren jangan senggol 2lumpur jubah antum putih eman eman , tahu
kenapa semua itu terjadi? karena ketika akan jadi " mereka bayar
mahal, maka setelah ter " pilih " mereka akan segera cari "pulihan "
ha ha ha ha gonjang ganjing gonjang ganjing, kaji ilang kopluke kayai
melorot serbane , DPR mundak gaji ne ha ha ha gonjang ganjing bumi
gonjang ganjing , akhir tahun kapal kelep awal tahun tormabur ilang
gonjang ganjing huahahah hahah  ,wis do lali dawuhipun gusti , INNA
ILAINA IYABAHUM TSUMMA INNA ALAINA HISABAHUM 

Kirim email ke