Assalamu alaykum wr wb

Tentara selalu memakai pakaian tentara, maka mudah dikenali. Kalau melihat 
pakaian Wali Songo, dengan tutup kepala dan surban, nah inilah pakaian 
Indonesia? Pakaian islam?

Pengalaman saya di Jamaah Tabligh, mereka semua pakai gamis, maka saya membeli 
banyak gamis. Tetapi ketika saya di Naqshbandi Haqqani, maka saya mengikuti 
pakaian yg dicintai oleh Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani qs dan Mawlana Syaikh 
Nazim qs. Maka kemudian saya memotong semua gamis panjang yg dahulu saya beli, 
sesuai contoh dari Mawlana Syaikh Hisyam qs. Kenapa begitu? karena saya ingin 
mengkloning cara beliau berpakaian.

Para Sahabat selalu mengobservasi apapun tindakan Nabi Muhammad saw, cara 
berpakaian cara tidur, cara makan, mereka mengkloning semuanya. Inilah yg 
disebut Sunah, begitu juga Meditasi Sufi sebenarnya, mengobservasi, mengkloning 
gurunya dengan sunah2 Nabi saw, krn gurunya senantiasa memakai pakaian sunah 
Nabi saw. Maka dalam sufi terjadilah apa yg disebut cinta/mahabah, hudur 
kemudian fana.

Ketika kita cinta Elvis Presley sebagai Idol, maka mereka berpakaian dan model 
rambut gaya Elvis, ketika kita cinta guru maka kitapun berpakaian ala guru 
kita, tak peduli model apapun, apa itu model arab, model turki, model jawa atau 
model indonesia. Karena kita ingin mengkloning diri kita sesuai yg dicintai 
guru kita, sehinga kemudian timbul limpahan cinta, seolah2 kita adalah beliau, 
yg kemudian merubah cara2 kita berpikir dan bertindak.

Alhamdulillah, Allah dengan kebijaksanaannya bisa membedakan mana pakaian gaya 
Wahabi dan Pakaian Gaya Sunah Nabi saw. Coba lihat di Pesantren Tradisional di 
pedesaan, di Pekalongan, di Jombang dll, mereka senantiasa memakai tutup 
kepala, ini sunah Nabi saw. memakai tutup kepala. Ini berasal dari para Imam 4 
Mazhab,  Imam Syafi'i bahkan ketika tidurpun beliau memakai tutup kepala. 

Tetapi coba lihat banyak anak muda NU diperkotaan, tidak memakai tutup kepala 
kopiah, akhirnya seperti gaya PKS he he he..he, padahal tutup kepala bisa 
membedakan mana Wahabi mana Ahlus Sunah wal jamaah, mana NU, mana Wahabi. 
Tetapi kalau semua ngga pakai tutup kepala, kita jadi serupa. Alhasil banyak 
juga sekarang wahabi yg pakai tutup  kepala setelah ikut Jamaah Tabligh, 
artinya ada beberapa kebaikan, dan kemudianpun banyak Jamaah Tabligh yg 
akhirnya ikut ajaran Tasawuf. Alhamdulillah kami membawa banyak teman Tabligh 
menjadi pengikut Naqshbandi Haqqani.
 
Berbeda sekali jenggotan dengan tutup kepala dan surban gaya Syaikh Hisyam qs 
dengan jenggotan tanpa tutup kepala dari jamaah salafi. Berbeda jenggot dan 
surban ala Wali Songo dan jenggot gaya wahabi. Inilah kebijaksanaan Allah, maka 
kita mau ikut yg mana?
Ya saya ikut cara Wali Songo dan guru sya Syaikh Hisyam qs. Apakah pakaian Wali 
Songo gaya Indonesia atau gaya Arab????

salam cinta, arief hamdani





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke