Kalau kemana-mana emangnya kenapa to Mbak? Saya kan cuma nyampein unek2. Ndak ada yg nanggepin jg ndak papa. Paling nunggu2 aja man kok ndak ada komentar2.
Peace (Mbak) Kacang Pis (ini bhs Malay ya Mbak.... Ini ditanggepin boleh..tidak jg boleh...he he...) Eh belum selesai lo.. Kok ada NU digerogoti.. saya ndak setuju ini. Klo yg dimaksud adalah orang2 yg membid'ahkan tahlil, memusyrikkan ziarah ke makam2, dan lain2... itu bukan menggerogoti. Itu kan karena beda paham, beda dasar pemikiran. Saya kira ndak masalah. Biarin aja mereka nganggap bid'ah sampai jueh. Kalau sekedar itu mah NU ndak akan lemah, justru akan semakin kuat dg adanya orang2 yg membid'ah2kan. Biarpun jumlah mereka kian hari kian banyak. Warga NU kian hari juga kian berlipat. Sampai kiamat pikiran2 itu akan terus ada. Bagi saya sih yg menggerogoti NU itu bukan siapa2, tapi orang NU sendiri yg memandulkan fungsi2 strategis NU, yang memperalat NU utk tujuan2 politik, yg mulai menghalalkan money politik!!!! Salam AH Pada hari Selasa, tanggal 11/11/2008 pukul 10:55 +0800, Fathonah K. Daud menulis: > Kang Arif, > > Kok jadi kemana2 sih...Mengkritisi Nahdliyin itu hak anda. yang > penting tetap realistis dan saya tidak perlu merespons semuanya. > > Ya, setuju bahwa pakaian tidak bisa dijadikan ukuran hitam putih > pribadi seseorang. Dan, sejatinya saya bukan anti-gamis atau jubah > atau whateverlah namanya. Gamis juga kadang2 masih menjadi pilihan > saya kok, terutama ketika waktu hamil tua. Saya juga tidak > mempersoalkan pakaian tertentu, asalkan pakaian itu sopan. titik. >
