Wah, kang Arif sepertinya sudah punya 'aroma' lain ni....:))

Ya, masalah ceramah Pak Agil Siraj itu ditanggapi dengan entenh ajalah. Maksud 
beliau mungkin sama dengan gini, biar warga NU itu tidak ketularan 'style' 
mereka yang serba ke-Arab2an. Orang NU biar tetap pada ke-NU-annya yang tulen. 
Jadi gicu....:))

Peace kacang pis
Fath
--- Pada Rab, 5/11/08, Arif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> Daripada: Arif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
> Subjek: Re: [kmnu2000] [Fwd: Opini (KH Hasyim Asy'ari & Bung Hatta)]]
> Kepada: [email protected]
> Tarikh: Rabu, 5 November, 2008, 7:30 PM
> Salam semuanya...
> 
> Teman2..
> Hari Jum'at 10 Oktober lalu saya mengikuti ceramahnya
> Pak Agil Siraj di
> Salatiga. Beliau diundang NU Salatiga dalam acara
> silaturahmi dan halal
> bihalal pengurus NU di sana. Saya tinggal di Jepara, tapi
> karena kebetulan
> sedang main ke Salatiga dan ada seorang teman pengurus NU
> ngajak saya
> ngikuti acara tsb.
> 
> Itu adalah kali pertama saya ngikuti ceramah beliau.
> Menarik sekali, beliau
> mampu merunutkan alur pemikiran ahlissunnah sejak masa awal
> sampai saat ini
> yang berkembang di Indonesia. Pada kesimpulannya, NU-lah
> yang paling
> menepati ahlissunah. NU paling moderat, ahli ngemong
> masyarakat awam. Ini
> persis dengan kehendak Imam Asy'ari. Mengapa dia keluar
> dari Mu'tazilah lalu
> berdiri atas prinsip sendiri yang kemudian dikenal dengan
> madzhab
> Asy'ariyah, tiada lain karena menganggap Mu'tazilah
> hanya bisa diikuti oleh
> kalangan intelek yg selalu mengandalkan logika. Lantas
> siapa yang akan
> mendampingi masyarakat awam, jika cara berfikirnya selalu
> mengandalkan
> logika. Itulah makanya kemudian Imam Asy'ari
> mengkompromikan antara dalil
> 'aqliy dan naqliy (berbeda dg Mu'tazilah yang
> mengunggulkan dalil 'aqliy di
> atas naqliy).
> 
> Hanya yang perlu digarisbawahi, Imam Asy'ari tidak
> menganggap Mu'tazilah
> sesat. Dia keluar dari Mu'tazilah karena ingin
> pemikirannya bisa diterima
> orang awam. Dan faktanya, kendati di sana-sini ada sedikit
> kalangan yg
> mencoba memberontak dan keluar dari kungkungan
> Asy'ariyah, Asy'ariyah di
> zaman sekarang menjadi madzhab yang paling dominan di dunia
> Islam, termasuk
> diikuti oleh NU di Indonesia.
> 
> Sampai di sini, alur pembicaraan Pak Agil Siraj cukup
> menunjukkan bahwa
> beliau adalah sosok yang "sangat NU". Ini bagi
> saya ok-ok saja.
> 
> ***
> Hanya yang menjadi sedikit kekecewaan saya, sama dg
> sebagian yg tersirat di
> tulisannya Pak Komaruddin yg dikirim Mas Mukhlisin ini, Pak
> Agil
> mempermasalahkan soal pakaian. Walaupun tidak dengan galak
> dan emosional,
> pembicaraan Pak Agil cukup melahirkan nada
> "kecemburuan" atas semangat
> keislamannya orang-orang yang berpakaian gamis. Sehingga
> dengan jelas Beliau
> ingin menegaskan bahwa NU-lah yang jauh lebih Islam. NU-lah
> yang paling pas
> keislamannya dan paling sesuai dengan kultur Indonesia.
> 
> Saya kira, cukup diungkapkan bahwa NU-lah yang paling pas,
> paling benar, dan
> paling Indonesia. Cukup di sini. Saya senang. Apalagi saya
> paling senang
> pada NU dan pada budaya Indonesia. Namun sayangnya, hal itu
> diirngi dengan
> cemoohan terhadap kelompok lain, terutama pada orang2 yg
> bergamis. Apa
> salahnya mereka dg bergamis? Pakaian tetaplah sekedar
> pakaian. Itu kan
> suka-suka saja. Yang penting hatinya. Soal hati beda dari
> soal pakaian.
> 
> Saya memang paling ndak suka pikiran-pikiran yang
> men-generalisir, yang
> "nggebyah uyah". Siapapun saya kira akan setuju
> bahwa orang jelek itu bisa
> ada di mana-mana, orang baik bisa ada di mana-mana. Tak
> peduli NU atau
> bukan. Jadi apa salahnya orang bergamis?
> 
> Jika mereka merasa paling Islam, apakah itu salah? Bagi
> saya, biarlah setiap
> orang, setiap kelompok merasa paling Islam. Dan harusnya
> begitu. Islam hak
> bagi setiap golongan.
> 
> ***
> Entah karena saat itu sedang berhadapan dg pengurus NU atau
> hal lain,
> ceramah atau pidato spt yg dibawakan Pak Agil itu tetap
> membuat saya sedikit
> kecewa. Mengapa? Karena pidato semacam itu, menurutku hanya
> berpotensi
> menumbuhkan kesenangan dan kebanggaan pada NU, sembari
> membangkitkan rasa
> ndak suka, mencemooh, dan membenci kelompok lain.
> 
> Orang NU senang dan bangga dg ke-NU-annya, bagiku baik-baik
> saja. Wajar.
> Tapi tidak baik, jika karena itu lantas membenci kelompok
> lain dan memberi
> penilaian-penilaian yang tidak adil.
> 
> 
> Salam
> Arif Hidayat
> 
> ----- Original Message -----
> From: Mukhlisin
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, November 04, 2008 9:40 AM
> Subject: [kmnu2000] [Fwd: Opini (KH Hasyim Asy'ari
> & Bung Hatta)]]
> 
> 
> Kiai Hasyim Asy'ari dan Bung Hatta
> 
> Jum'at, 31 Oktober 2008 - 09:46 wib
> 
> SAMBIL menunggu jam penerbangan Yogyakarta- Jakarta, tanpa
> disengaja saya berjumpa teman dan guru saya, KH Dr Agil
> Siraj,
> yang pernah tinggal dan menuntut ilmu di Arab Saudi selama
> 13 tahun.
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang
> Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo
> dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena
> suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim
> email ke: 
> [EMAIL PROTECTED] 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 

      Dapatkan nama E-mel keutamaan anda! 
Kini anda boleh @ymail.com dan @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/my/

Kirim email ke