Kang arif,

 

Ngomong2 soal korupsi, kalau sampeyan menganggap bahwa pelaku korupsi yg
paling banyak orang NU ya monggo saja, tapi saya jelas tidak setuju.

Apalagi menyangkut jumlah yg paling banyak dikorupsi maka para pelaku
sebenarnya ya itu para obligor kelas kakap (dulu namanya konglomerat) ya
teman2nya syamsul nursalim cs itu.  Dana yg di unduh dari BLBI sampai
trilyunan tapi kemudian jejak2nya nggak kelihatan, Negara dan rakyat
Indonesia yg suruh nombokin...

 

Yg jelas yg paling banyak hidup dibawah garis kemiskinan adalah orang NU
itu benar adanya.

 

Salam, 

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Arif Hidayat
Sent: Tuesday, November 11, 2008 11:11 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [kmnu2000] [Fwd: Opini (KH Hasyim Asy'ari & Bung Hatta)]]

 

Kang Syaikhul,
Saya tahu ada saudara2 kita yang menganggap kita macam2, dari bid'ah
sampai kafir dan musyrik. Wong sesama NU saja ada yg menuduh kafir,
sesat, dan semacamnya. Saya sendiri pernah dianggap sesat oleh tetangga,
oleh teman. Tapi kalau kita sikapi damai, ya jadinya damai. Paling2
mereka hanya cuap2. Baru kalau sampai urusan fisik, kita tak bisa
tinggal diam. Saya berfikir, jika kita yakin senantiasa pada kebenaran,
sampai dianggap kafir/sesat pun... ya tetap benar. Orang yg menganggap
kita spt itu pasti salah, ya kita salahkan saja. Tp sebatas itu saja.
Justru kita harus kasihan mereka, kita doakan mereka dg yg baik2.
Prinsipnya, semakin seseorang itu salah maka semakin besar dia butuh
pertolongan, setidaknya doa.

Soal korupsi, itu kan tak hanya yg diliput media saja to Kang. Dari
tingkat desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, saya kira lebih banyak
lagi yg belum terungkap. Saya memang ndak punya bukti. Hanya ngomong
saja. Tapi bagi saya tak apa2 mengakui, bahwa para pelaku2 ikorupsi tu
lebih banyak yg NU, karena muslim mayoritas adalah NU.

Salam damai

Arif Hidayat

Pada hari Selasa, tanggal 11/11/2008 pukul 13:43 +0700, Syaikhul Amin -
MTD menulis:

> Kang arif yg baik,
> 
> 
> 
> Saya cuman komen karena terganggu dg ungkapan sampeyan Jika kita bisa
toleran dg umat agama lain, dengan saudara seiman mengapa
> tidak?!. Sampeyan hidup ditengah2 orang NU jadi tidak begitu ada
masalah tapi kalau sampeyan hidup ditengah2 yg mayoritas mereka risihnya
luar biasa, kami sudah cukup toleran untuk tidak memperdebatkan
khilafiyah tapi mereka dengan seenak memfonis dari yg paling kecil bahwa
kami berbuat bidah terus musyrik sampai kafir. Sampai pada tingkatan
kami akan masuk neraka (seolah2 meraka yg punya surga dan neraka)apalagi
nek wis ngenyek gus dur wah habis2an tuh gus dur dienyek ama mereka
> 
> Makanya ketika saya sowan ke kang said di ciganjur ya saya sampaikan
saja apa adanya ttg mereka, saya pikir kang said menyampaikan ttg hal
ini dalam setiap ceramah ke daerah2 bukan maksud untuk mencari musuh
tapi dalam rangka agar kita selalu berhati2 dengan gaya islam mereka.

> 
> 

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke