Ya, oklah...tapi sepertinya kita (yang NU ini) gak mau cara grogot-menggrogoti 
gitu dan di sini masalahnya yang ingin saya sampaikan dari awal. Sebab itu gak 
pernah ada 'adil'nya dalam menilai masalah2 begituan di sini.

Terima kasih...

Peace kacang pis,
Fath



--- Pada Khm, 13/11/08, Arif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> Daripada: Arif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
> Subjek: Re: [kmnu2000] [Fwd: Opini (KH Hasyim Asy'ari & Bung Hatta)]]
> Kepada: [email protected]
> Tarikh: Khamis, 13 November, 2008, 11:07 PM
> Pada hari Rabu, tanggal 12/11/2008 pukul 22:50 +0800,
> Fathonah K. Daud
> menulis: 
> > Kang Arif,
> > 
> > Istilah 'gerogoti' sengaja saya paakai disini.
> Sampeyan kan orang Jawa
> > asli masak gak faham sih...'Gerogot' adalah
> bahasa Indonesia yang saya
> > kira diambil dari bahasa Jawa (maafkan kalau salah).
> Maksudnya adalah
> > mengambil (atau merampas) sedikit demi sedikit. Karena
> cara
> > mengambilnya tidak transparan, maka biasanya sering
> tidak dirasai oleh
> > pihak lain (si empunya) dan ini tentu merugikan.
> 
> Saya faham, Mbak.
> Tapi itu kan haknya yg digerogoti (baca: diajak) sih Mbak.
> Kalau dia mau
> diajak ikut jama'ah mereka, itu hak mereka. Gantian
> lain kali kita
> "menggerogoti" (mendakwahi) mereka dg cara yg
> baik. 
> Memang didunia ini selalu saja ada praktek
> gerogot-menggerogoti. Saya
> pandang ini sesuatu yg lumrah.
> Melihat massa NU yg besar sekali, saya yakin sehebat apa
> mereka
> menggerogoti dan sampe kapanpun, massa NU ndak akan habis.
> 
> Kalau sekedar gerogot-menggerogoti dalam hal kwantitas spt
> ini saya kira
> tdk perlu menjadi kekhawatiran dan kegundahan. 
> Baru kalau orang2 NU sendiri "menggerogoti"
> nilai2 dan prinsip2 ke-NU-an
> ini baru sangat mengecewakan.
> 
> 
> > Nah, yang digerogoti 'mereka' ini adalah
> massanya NU. Gerakan begini
> > ini sudah terjadi di mana2 sampai warga NU yang di
> luar negeri juga
> > banyak yang digerogoti 'mereka'. Mula2 yang
> dekati ya...mungkin
> > seperti saya dulu (mulai dari pakaian dan amalan2 yang
> lain), tapi
> > alhamdulillah saya survive berkat bantuan ketua dan
> pengurus KSW atau
> > KMNU waktu itu...
> > 
> > Sedangkan masalah pemahaman agama, NU adalah yang
> paling moderat
> > sepanjang pengetahuan saya. NU selalu bisa mentolerani
> faham ajaran
> > lain termasuk bertolak ansur dengan pemeluk agama
> lain. Hal ini karena
> > dalam testimoni sejarah NU lahir dan penganut garis
> tengah
> > (Asy'ari-Maturudi) dalam polarisasi teologis
> antara Mu'tazilah Vs
> > dogmatis Ahmad bin Hanbal, atau Khawarij Vs Syi'ah
> (masalah Imamah
> > Ali), atau Mu'tazilah Vs AlDhahiri (dalam
> polarisasi fiqh) dll.
> > Masalah perbedaan faham itu hal biasa dalam sejarah
> pemikiran Islam.
> > Apalagi masalah2 furu'iyyah begitu bukan menjadi
> persoalan besar dalam
> > beribadah menurut faham NU. Jadi, kalau orang gak
> qunut itu bukan
> > berarti solatnya gak sah, hanya kurang afdlol dll.
> Kalau ada orang
> > membid'ahkan maulid Nabi ya...itu gak
> papa..terserah aja dan gak
> > berarti murtad. Intinya, menjadi NU gak mudah
> mengkafirkan atau
> > memurtadkan orang yang gak sehaluan dengan NU...gicu
> lho...
> > 
> > Terima kasih
> 
> He'eh, akur, Mbak.
> 
> 
> Salam
> AH
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang
> Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo
> dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena
> suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim
> email ke: 
> [EMAIL PROTECTED] 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 

      Yahoo! Toolbar kini dikuasa dengan Search Assist.Muat turunnya sekarang.
http://malaysia.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke