Gigih wrote :
Padahal, apa sih sekarang bidang-bidang yang tak dimasuki oleh wanita,
jika itu tuntutan persamaan perlakuan dan derajad kepada kewanitaan.
Selain itu, bukankah banyak perlakuan yang justru melindungi wanita
untuk hal-hal yang tak pantas untuk dilakukan oleh wanita.
Pekerja-pekerja shift malam, misalnya, lebih mengutamakan pria untuk
melakukannya. Demikian juga berbagai pekerjaan berbahaya lain.

Maaf pak Gigih, kalau boleh saya kemukakan pendapat sedikit. Kalau mau
dibilang feminis terserah, tapi saya percaya bahwa dalam hal pekerjaan kaum
wanita punya kemampuan yang sama dengan kaum pria, namun bukan berarti sama
dalam semua bidang. Ada bidang tertentu yang akan lebih baik jika dipegang
oleh pria dan ada bidang-bidang yang lebih cocok untuk wanita.

Saya juga tidak setuju dengan adanya departemen khusus untuk wanita karena
kaum wanita bukan golongan khusus yang harus diberdayakan seperti sejenis
bidang usaha atau golongan lemah yang harus ditangani secara khusus, saya
tidak suka kaum wanita di"istimewakan" dengan seperti itu. 

Gigih wrote :
Menuntut agar wanita harus diperhatikan (bahkan Megawati disindir tak
pernah punya program khas untuk wanita), saya pikir justru merupakan
bentuk lain dari pelecehan terhadap wanita. Pemberian perhatian khusus
membuat wanita jadi seperti balita, atau jompo yang tak mampu mengurus
dirinya sendiri. Atau merupakan mahluk lain?

Perhatian yang diminta kaum wanita bukan bertujuan memperbanyak karyawan
wanita, Bung Gigih. Menurut saya yang diinginkan oleh kaum wanita antara
lain :
1. Persamaan kesempatan.
Kita harus akui masih banyak praktek dilingkungan kerja dimana kesempatan
untuk maju lebih diutamakan untuk kaum pria, lihat saja Ilustrasi berikut :
KO = Kata Orang
      1. Meja kerja laki-laki berantakan
          KO : Dia memang pekerja keras
          Meja kerja perempuan berantakan
          KO : Cewek apa'an tuh ? ngrapiin meja aja nggak becus...
      2. Laki-laki bekerja menikah
          KO : Dia pasti akan bekerja lebih baik karena hidupnya
                  bakalan lebih teratur
          Perempuan bekerja menikah
          KO : Deeuuuuuu...paling entar habis hamil juga keluar dia...
      3. Laki-laki ngobrol saat jam kerja
          KO : Kalau udah ngomongin bisnis, lupa lunch.
          Perempuan ngobrol saat jam kerja
          KO : Dasar tukang ngrumpi !!!
      4. Laki-laki nggak ada di meja kerja
          KO : Sedang tugas luar
          Perempuan nggak ada di meja kerja
          KO : Jangan2 ngluyur ke mall
      5. Laki-laki keluar dapet pekerjaan baru
          KO : Emang pintar cari prospek dia...
          Perempuan keluar dapet pekerjaan baru
          KO : Emang perempuan nggak bisa dipercaya
      6. Foto keluarga di meja laki-laki
          KO : Hem...bapak teladan and setia
          Foto keluarga di meja perempuan
          KO : Ah dia sich emang mentingin keluarga daripada kerjaan...
      7. Laki-laki nongkrong di depan komputer
          KO : Memang kalo ide sedang datang suka lupa waktu
         Perempuan nongkrong di depan komputer
         KO : Wah ... kayak laki2 aja.
      8. Laki-laki selingkuh
          KO : Memang kodratnya....
          Perempuan selingkuh
         KO : Idiiiihhhh amit-amit
      9. Laki-laki bujang usia tiga lima
          KO : Matang
          Perempuan bujang usia tiga lima
          KO : Perawan Tua
      10. Laki-laki banyak teman lawan jenis
           KO : Pasti humoris, enak diajak ngomong, pantes diajak jalan
           Perempuan banyak teman lawan jenis
           KO : Piala bergilir
      11. Laki-laki dapat promosi jabatan
           KO : Emang kalo' prestasi bagus rejeki nggak kemana
           Perempuan dapat promosi jabatan
           KO : Ssstt..Boss ada mau
2. Perlindungan kesehatan.
Banyak kasus-kasus remaja putri yang hamil diluar nikah, masih banyak
wanita-wanita yang harus melahirkan dengan fasilitas yang kurang hygienis,
dan lain sebagainya. Kaum wanita terpaksa hidup dengan beban kemampuan
sekaligus kelemahan yang tidak menjadi masalah bagi kaum pria. Hal seperti
ini yang perlu dimengerti oleh kaum pria bahwa wanita minta diperhatikan
bukan karena manja tetapi karena kaum wanita memang perlu perlindungan dari
hal-hal yang bisa membahayakan jiwanya. Kita masih perlu fasilitas kesehatan
yang lebih memadai, kita masih perlu suatu fasilitas darurat untuk membantu
kaum wanita dalam kondisi demikian.

3. Perlindungan hukum.
Kita tidak dapat menutup mata bahwa masih banyak kasus-kasus
pelecehan(baca:pemerkosaan, penyiksaan) dimana pelaku justru kebanyakan
orang yang dekat dengan korban. Kebanyakan korban tidak tahu kemana dia akan
mengadu, tidak berani atau bahkan dilarang untuk bicara.
Kalaupun dia bicara, untuk mendapatkan bantuan, perlindungan dan keadilan
tipis sekali harapannya.

Hal-hal diatas hanya garis besarnya saja. Kalau anda ingin tahu lebih lanjut
apa yang diinginkan kaum wanita, anda bisa bertanya langsung kepada para
aktifis-aktifis gerakan pembela wanita.

Wenny

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke