>Cobalah sekali-kali melihat ke bawah...saya yakin anda akan memahami 
>pelecehan yang bagaimana sebenarnya yang dimaksud.

HP:
Saudari Wenita,
dari posting saya yang terdahulu saya sudah kemukakan,
bahwa untuk beberapa tahap persamaan hak antara wanita
(anak perempuan-laki-laki; pekerja perempuan laki-laki;
kesempatan pendidikan dsb) dan laki sudha tidak menjadi
masalah. Karena saudari Eva menggiring diskusi ke fasilitas
spt itu, saya berusaha masuk ke sana.

Sebenarnya ada baiknya kalau saudari Wenita juga memberikan
argumennya apa yang sebaiknya dilakukan agar pelecehan
wanita bisa berkurang. Bukan hanya menulis spt di bawah ini.

Atau lebih specifik lagi, pelecehan spt apa yang saudari
maksud dalam tulisan saudari. Apakah "sex harashment" atau
soal pelecehan lain (kurangnya pengakuan thd hak-hak wanita
misalnya).

Wenita:
>pada dasarnya "pengakuan" dari lingkungan sosial bahwa
>pelecehan itu masih sering terjadi dan kesadaran bersama untuk saling 
>mengawasi agar persamaan hak asasi bukan hanya sebatas slogan.

HP:

Saudari Wenita, saya setuju dengan kalimat Anda diatas, bahwa
hal-hal demikian masih sering terjadi. Saya garis bawahi kata
"masih sering", secara matematis, berarti juga lebih banyak
tidak terjadinya pelecehan.

Saya setuju bahwa sekecil apapun, pelecehan itu perlu dikikis.
Namun demikian, saya tetap berpendapat bahwa sekeras apa pun
usaha kita, namanya pelecehan tetap akan terjadi. Itulah
hidup. After all, tidak ada salahnya memang kita berusaha.

Sebenarnya saya ingin saudari Wenita mengemukakan pelecehan
macam apakah yang saudara maksud agar kami kaum laki-laki
bisa melongok ke bawah. Kami juga ingin berperan dalam
pemberantasan pelecehan. Ini penting, sebab, ibu-ibu kami
semua juga wanita. Orang yang kami cintai pun wanita.
Lebih dari itu semua, pelecehan kepada siapapun tidak bisa
dibenarkan.  Saya melihat persoalan bukan
berdasar gender.

Salam hangat,
Hercule Poirot:
      "...If we know what we are searching for,
          it is no longer mysteri..."




>From: Wenita <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "'[EMAIL PROTECTED]'" 
><[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: RE: [Kuli Tinta] Pelecehan Wanita
>Date: Fri, 21 May 1999 11:00:11 +0800
>
>Wah..wah..
>judulnya Pelecehan Wanita tapi kok isinya lain 'yah... :-) ...
>Saya rasa kita perlu menyamakan persepsi. Menurut saya pelecehan wanita
>bukan hanya mengenai fasilitas buat ibu dan anak, wanita hamil dan asap
>rokok, remaja putri yang hamil karena salah pergaulan, dsb-dsb seperti yang
>dari kemarin beredar di milis ini.
>Kalau boleh saya simpulkan bahwa hal-hal yang diperdebatkan disini
>sebenarnya masalah-masalah yang kelihatan oleh mata orang-orang ditingkat
>menengah keatas saja.
>Cobalah sekali-kali melihat ke bawah...saya yakin anda akan memahami
>pelecehan yang bagaimana sebenarnya yang dimaksud.
>Mbak Eva, kita sebagai sesama wanita mestinya bisa saling mengerti.
>Kalau yang kita lihat wanita-wanita dilingkungan kerja kita 'yah...kita
>tentu bisa berkata bahwa tidak ada pelecehan, emansipasi wanita sudah tidak
>ada yang menghalangi karena sudah banyak wanita yang jadi manajer, sudah 
>ada
>fasilitas-fasilitas kesehatan untuk ibu dan anak yang seharusnya sudah bisa
>mengatasi masalah, dan lain sebagainya. Tapi coba kita melihat kebawah,
>pasti kenyataannya tidak sesederhana itu.
>Sebenarnya saya pikir yang diminta oleh para pejuang kepentingan perempuan
>disini bukanlah sekedar misalnya fasilitas kesehatan dan tempat penitipan
>anak melainkan pada dasarnya "pengakuan" dari lingkungan sosial bahwa
>pelecehan itu masih sering terjadi dan kesadaran bersama untuk saling
>mengawasi agar persamaan hak asasi bukan hanya sebatas slogan.
>
>wenny
>
>----------
>From:  Hercule Poirot
>Sent:  Friday, May 21, 1999 12:16 AM
>To:    [EMAIL PROTECTED]
>Subject:       RE: [Kuli Tinta] Pelecehan Wanita
>
>From: Eva Kurnia D <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Eva:
>Semuanya bisa fleksibel. Untuk perkantoran yang besar dengan jumlah
>pegawai wanita banyak, mungkin bisa dibangun satu. Sebuah ruangan
>kecil yang bersih dan menyenangkan ? Mengapa tidak ? Yang penting ada
>kemauan ke arah sana.
>
>HP:
>Ya nanti kalau saudari Eva jadi boss, biarlah istri saya kerja
>di tempat saudari biar bisa bawa bayinya sambil kerja. Kalau
>saya belum juga beristri, biarlah saya cari istri yang jadi
>pegawai saudari Eva. Istri dan anak saya akan terjamin.
>
>Soal anak-anak yang salah gaul. Itu sudah warisan leluhur.
>Ingat siapa pelaku pembunuhan pertama? Apa mereka tidak
>diperhatikan oleh ayah ibunya (Adam dan Hawa?). Manusia
>itu memang punya kecenderungan berbuat jahat yang sama
>besarnya dengan kecendurungan berbuat baik. Jadi tidak
>perlu cemas. Kalau Republika mengatakan prosentasenya,
>itu kurang tepat. Dari dulu memang sudah banyak anak
>salah gaul. Bentuknya saja yang berubah. Kalau sekarang
>nampak jumlah kejahatan remaja meningkat, itu harus
>disikapi yang terdeteksi jumlahnya naik. Artinya,
>sebenarnya dari dulu juga sudah banyak. Kalau sekarang
>nampak naik, itu karena masyarakat sekarang lebih terbuka.
>Alat komunikasi tersedia shg hal-hal yang dulu tak sempat
>tersiar sekarang nampak.
>
>Menurut saya, tidak perlu kawatir dengan laporan-laporan
>macam Republika itu. Dari dulu memang sudah ada. Bentuknya
>kejahatannya saja yang beda. Soal gadis hamil di luar nikah,
>ini sudah ada sejak jaman sebelum Ken Arok. Jangan gelisah.
>Kalau saya keliru, tentu Tuhan tidak akan pernah menurunkan
>hukum melarang manusia berjina. Jadi, soal kasus perjinahan,
>bukan monopoli manusia abad 20.
>
>Kita dan orang lain, termasuk pemerintah, tak akan pernah
>bisa menghapus hal-hal di atas. What we need to do is just
>do the best we can to minimize crime. Setidaknya kita tak
>melakukan. Syukur bisa mencegah orang lain dari berbuat
>crime.
>
>Nah...coba ayo yang ini kita diskusikan.
>Salam hangat.
>Hercule Poirot:
>       "...If we know what we are searching for,
>           it is no longer mysteri..."
>
>
>
>_______________________________________________________________
>Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>


Hercule Poirot:
      "...If we know what we are searching for,
          it is no longer mysteri..."




_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke