Memang betul Mbak sari,
tapi kalau Presidennya seorang wanita lalu kebetulan pada suatu saat sedang
kedatang tamu penting dari sebuah negara besar, lalu presiden kita yang notabene
seorang wanita yang pada saat itu pula kebetulan sedang mendapatkan (ma'af)
halangan datang bulan alias haid.....nah terpaksa deh presiden jadi berhalangan
dulu yang seharusnya tidak perlu berhalangan ya nggak ? Itu baru salah satu saja,
dan masih banyak lagi yang lainnya bahwa pria ditakdirkan lebih siap untuk menjadi
seorang peminmpin, begitu kira-kira ya Mbak Sari ?.


Sari - wrote:

> Mengapa perempuan Islam tidak berkualitas memimpin???
>
> Begitulah mungkin contoh cara pandang orang yang terlebih dulu memikirkan HAK
> sehingga melupakan KEWAJIBAN.
>
> Laki-laki dan perempuan adalah sederajat, begitu ajaran Islam yang saya
> pahami. Sehingga pada prinsipnya mereka punya hak yang sama untuk hidup,
> berusaha, bekerja, beribadah dan kesempatan masuk surga. Tak ada yang
> dilebihkan Tuhan hanya karena jenis kelaminnya saja.
>
> Namun laki-laki dan perempuan diciptakan punya tubuh yang berbeda yang
> kemudian menyebabkan timbulnya pembagian tugas yang adil diantara keduanya
> demi terciptanya keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan keluarga dan
> masyarakat.
>
> Perempuan ditakdirkan untuk hamil, melahirkan dan menyusui, hal-hal penting
> dengan tanggung jawab yang berat dalam upaya melanjutkan kesinambungan
> generasi yang tidak mungkin dilakukan oleh laki-laki, sehingga hal-hal
> tersebut merupakan KEWAJIBAN perempuan dalam masyarakat manusia (dan sebagian
> besar hewan juga). Laki-laki juga berHAK hamil dan melahirkan. Tapi apa
> bisa???
>
> Mencari nafkah dan menjadi pemimpin sebaliknya adalah KEWAJIBAN laki-laki
> untuk memungkinkan perempuan melakukan kewajibannya terhadap anak dan keluarga
> berlangsung dengan baik.
>
> Perempuan memang punya HAK bekerja untuk menghasilkan uang seperti Khadijah
> R.A, menjadi pemimpin seperti Ratu Bulkis atau menjadi intelektual yang hasil
> kerjanya menjadi rujukan seperti Aisyah R.A., namun KEWAJIBAN utama perempuan
> dalam masyarakat dan keluarga tetaplah hamil, melahirkan dan menyusui.
> Perempuan yang membantu suami mencari nafkah berarti memberi sedekah pada
> keluarga.
>
> Potongan hadist yang sering dikutip bahwa sebuah negeri akan hancur bila
> dipimpin perempuan bukanlah berarti kehancuran tersebut terjadi karena ketidak
> mampuan perempuan tersebut. Namun saya kira lebih banyak disebabkan karena
> laki-laki di negeri itu lebih bodoh, dungu, loyo dan tidak berkualitas
> dibandingkan dengan perempuan yang kemudian terpaksa maju ke depan untuk
> memimpin negerinya sehingga ada bahaya bahwa kewajiban utamanya mempersiapkan
> generasi baru penerus bangsa tak dapat terlaksana dengan baik. Maka hancurlah
> bangsa itu.
>
> Mengapa Inggris belum hancur? Ya karena yang menggantikan Tatcher bukan
> perempuan lagi dan masih cukup banyak ibu-ibunya yang tetap melakukan
> kewajibannya dalam keluarga.
>
> Kalau laki-laki di negeri ini tidak ada satupun lagi yang mampu untuk maju
> sebagai pemimpin negeri, kami para perempuan Indonesia termasuk yang Muslim
> siap saja menggantikan.Kalau memang laki-laki di negeri kita sudah bodoh,
> tolol tak bermoral semuanya, sehingga malah berbahaya kalau diangkat menjadi
> pemimpin maka yakinlah bahwa perempuan Indonesia mampu untuk maju ke depan
> memimpin bangsa.
>
> Tapi selain memikirkan kemungkinan kehancuran bangsa karena ibu-ibu tidak
> sempat lagi mengurus anak dengan baik seperti seharusnya maka pikirkan juga
> apa sih gunanya laki-laki kalau tidak cukup berkualitas untuk bisa melakukan
> kewajibannya itu dengan baik?
>
> Hamil tidak bisa apalagi melahirkan dan menyusui. Kalau cuma untuk urusan
> reproduksi sih peran laki-laki sudah bisa diganti dengan teknologi kloning.
>
> Kalau perempuan harus maju mengerjakan semuanya termasuk menjadi pemimpin sih
> bisa saja karena itu juga HAKnya .....dan laki-laki cuma akan menjadi
> penganggur parasit tak berguna karena gagal melaksanakan KEWAJIBANnya.
>
> Ah ...bahagianya terlahir sebagai perempuan .........
>
> SARI
>
> From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
>
> >Perempuan oleh Islam katanya dilarang sebagai pimpinan pemerintahan.
> >Alasannya katanya, perempuan (Islam) tidak becus menjadi pimpinan. Padahal
> >dalam kenyataan seorang perempuan mampu untuk menjadi pimpinan
> >pemerintahan, apakah itu sebagai presiden, ataukah sebagai Perdana Menteri.
> >Demikian hal semacam ini tidak menjadi tabu di negara-negara yang mayoritas
> >penduduknya beragama Kristen atau non-muslim lainnya. Kita mengambil
> >sedikit contoh saja, seperti "wanita besi" dari Inggris atau PM Margareth
> >Thatcher, kemudian ada Presiden Philipina Ny. Qorazon Aquino. Bahkan
> >sebenarnya, Islam pun (pernah) punya PM dari Pakistan yang sangat ulet dan
> >solid sampai sekarang.
> >
> >Kalau memang wanita (muslim) tidak boleh menjadi presiden karena katanya
> >tidak becus, atau apapun alasannya, berarti jelas ada diskriminasi gender,
> >dan berarti pula secara tidak langsung mengakui kualitas wanita (muslim)
> >kalah dengan perempuan-perempuan di negara-negara non-muslim. Bagaimana
> >ini? Ada yang bisa jelaskan? Pak Abdullah Hasan di Kuli-Tinta, mungkin?
>
> Bung Daniel memang betul, cuma M.Thatcher, Q.Aquino, B.Bhutto, mau
> dibandingkan dengan siapa di Indonesia? Namun memang sepengetahuan saya,
> tidak bisa dibandingkan. Karakteristik wanita di setiap daerah, dengan
> perbedaan alam, perbedaan situasi&kondisi, dan perbedaan-perbedaan lainnya
> yang membentuk pribadi seorang manusia sangat mempengaruhi hal tersebut.
> Bisa dihitung dengan jari, wanita di Indonesia yang punya kapasitas seperti
> 3 orang wanita yang sudah disebutkan di atas.
> Karena apa? Mari kita tunggu pendapat anggota milist yang wanita...
> Tidak semua wanita bisa jadi pemimpin, tapi pasti ada yang bisa! ;-)
>
> peace,
> DEZIG!
>
> ____________________________________________________________________
> Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke